<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi Penyaluran Dana Rp200 Triliun, Bank Siap Tambah</title><description>Bank Himbara sukses salurkan dana pemerintah Rp200 triliun per 9 Oktober 2025. Bank Mandiri tercepat. Dana terserap di sektor produktif. Target pertumbuhan kredit 10% di akhir tahun.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/09/320/3175613/realisasi-penyaluran-dana-rp200-triliun-bank-siap-tambah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/09/320/3175613/realisasi-penyaluran-dana-rp200-triliun-bank-siap-tambah"/><item><title>Realisasi Penyaluran Dana Rp200 Triliun, Bank Siap Tambah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/09/320/3175613/realisasi-penyaluran-dana-rp200-triliun-bank-siap-tambah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/09/320/3175613/realisasi-penyaluran-dana-rp200-triliun-bank-siap-tambah</guid><pubDate>Kamis 09 Oktober 2025 14:22 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/09/320/3175613/rupia-m7zG_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Mandiri menjadi bank dengan penyaluran tercepat, yakni mencapai 74 persen dari total dana yang diterima sebesar Rp55 triliun. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/09/320/3175613/rupia-m7zG_large.jpg</image><title>Bank Mandiri menjadi bank dengan penyaluran tercepat, yakni mencapai 74 persen dari total dana yang diterima sebesar Rp55 triliun. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Keuangan mengungkapkan seluruh bank pelat merah yang tergabung dalam Himbara telah melaporkan perkembangan realisasi penyaluran dana pemerintah per 9 Oktober 2025. Setelah dana Rp200 triliun tersebut disebar, bahkan ada perbankan yang ingin menambahnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang jelas waktu pertama ide Rp200 triliun itu keluar, teman-teman ingat enggak respons perbankannya? Kami jangan dipaksa, ragu ternyata. Setelah dikasih jalan tuh, sekarang malah minta tambah,&amp;rdquo; kata Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, dalam Media Gathering APBN 2026, Kamis (9/10/2025).&#13;
&#13;
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, Bank Mandiri menjadi bank dengan penyaluran tercepat, yakni mencapai 74 persen dari total dana yang diterima sebesar Rp55 triliun.&#13;
&#13;
Disusul oleh Bank BRI yang telah menyalurkan 62 persen dari porsi yang sama.&#13;
&#13;
Sementara itu, BNI mencatatkan realisasi penyaluran sebesar 50 persen dari jatah Rp55 triliun.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Bank Syariah Indonesia (BSI) juga telah menyalurkan sekitar 55 persen dari total dana Rp10 triliun yang ditempatkan pemerintah.&#13;
&#13;
Adapun Bank BTN menjadi satu-satunya bank dengan penyerapan paling rendah, yakni baru 19 persen dari total alokasi Rp25 triliun.&#13;
&#13;
Febrio menjelaskan, mayoritas pembiayaan dari hasil penempatan dana pemerintah tersebut terserap di sektor-sektor produktif seperti perumahan, konstruksi, dan pertanian.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Febrio menilai, langkah ini sudah mulai menunjukkan dampak positif terhadap kinerja kredit nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sehingga ini dampaknya bagi pertumbuhan kredit, kita harapkan kalau di Agustus itu pertumbuhan kreditnya masih 7 persen, nah ini kita berharap di akhir tahun ini bisa menuju ke 10 persen,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Febrio menyebut peningkatan penyaluran kredit ini akan memberikan efek langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sehingga itu akan cukup real nanti di kredit modal kerja, kredit konsumsi, kredit investasi, dan sebagian akan langsung berdampak pada performance dari PDB kita,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Keuangan mengungkapkan seluruh bank pelat merah yang tergabung dalam Himbara telah melaporkan perkembangan realisasi penyaluran dana pemerintah per 9 Oktober 2025. Setelah dana Rp200 triliun tersebut disebar, bahkan ada perbankan yang ingin menambahnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang jelas waktu pertama ide Rp200 triliun itu keluar, teman-teman ingat enggak respons perbankannya? Kami jangan dipaksa, ragu ternyata. Setelah dikasih jalan tuh, sekarang malah minta tambah,&amp;rdquo; kata Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, dalam Media Gathering APBN 2026, Kamis (9/10/2025).&#13;
&#13;
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, Bank Mandiri menjadi bank dengan penyaluran tercepat, yakni mencapai 74 persen dari total dana yang diterima sebesar Rp55 triliun.&#13;
&#13;
Disusul oleh Bank BRI yang telah menyalurkan 62 persen dari porsi yang sama.&#13;
&#13;
Sementara itu, BNI mencatatkan realisasi penyaluran sebesar 50 persen dari jatah Rp55 triliun.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Bank Syariah Indonesia (BSI) juga telah menyalurkan sekitar 55 persen dari total dana Rp10 triliun yang ditempatkan pemerintah.&#13;
&#13;
Adapun Bank BTN menjadi satu-satunya bank dengan penyerapan paling rendah, yakni baru 19 persen dari total alokasi Rp25 triliun.&#13;
&#13;
Febrio menjelaskan, mayoritas pembiayaan dari hasil penempatan dana pemerintah tersebut terserap di sektor-sektor produktif seperti perumahan, konstruksi, dan pertanian.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Febrio menilai, langkah ini sudah mulai menunjukkan dampak positif terhadap kinerja kredit nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sehingga ini dampaknya bagi pertumbuhan kredit, kita harapkan kalau di Agustus itu pertumbuhan kreditnya masih 7 persen, nah ini kita berharap di akhir tahun ini bisa menuju ke 10 persen,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Febrio menyebut peningkatan penyaluran kredit ini akan memberikan efek langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sehingga itu akan cukup real nanti di kredit modal kerja, kredit konsumsi, kredit investasi, dan sebagian akan langsung berdampak pada performance dari PDB kita,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
