<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK: Sektor Jasa Keuangan Indonesia Tetap Stabil di Tengah Gejolak Ekonomi Global</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan sektor jasa keuangan nasional tetap stabil di tengah dinamika perekonomian global yang masih bergejolak.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/09/320/3175643/ojk-sektor-jasa-keuangan-indonesia-tetap-stabil-di-tengah-gejolak-ekonomi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/09/320/3175643/ojk-sektor-jasa-keuangan-indonesia-tetap-stabil-di-tengah-gejolak-ekonomi-global"/><item><title>OJK: Sektor Jasa Keuangan Indonesia Tetap Stabil di Tengah Gejolak Ekonomi Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/09/320/3175643/ojk-sektor-jasa-keuangan-indonesia-tetap-stabil-di-tengah-gejolak-ekonomi-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/09/320/3175643/ojk-sektor-jasa-keuangan-indonesia-tetap-stabil-di-tengah-gejolak-ekonomi-global</guid><pubDate>Kamis 09 Oktober 2025 15:58 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/09/320/3175643/ketua_ojk-gq5y_large.png" expression="full" type="image/jpeg">OJK: Sektor Jasa Keuangan Indonesia Tetap Stabil di Tengah Gejolak Ekonomi Global</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/09/320/3175643/ketua_ojk-gq5y_large.png</image><title>OJK: Sektor Jasa Keuangan Indonesia Tetap Stabil di Tengah Gejolak Ekonomi Global</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan sektor jasa keuangan nasional tetap stabil di tengah dinamika perekonomian global yang masih bergejolak.&#13;
&#13;
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, penilaian ini dilandasi oleh perkembangan ekonomi global yang menunjukkan tren beragam. Seperti lembaga Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) melakukan revisi pertumbuhan ekonomi global yang lebih kuat dari perkiraan sebelumnya di awal tahun&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meski tensi geopolitik dan perang dagang sempat menurun, potensi gejolak dinilai masih perlu diwaspadai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun memang kemungkinan tensi perang dagang dan geopolitik bisa bergejolak kembali,&amp;rdquo; ujar Mahendra dalam Konferensi Pers RDK Bulanan OJK, Jakarta, Kamis (9/10/2025).&#13;
&#13;
Mahendra menjelaskan, di Amerika Serikat (AS) pertumbuhan ekonomi masih tinggi meskipun pasar tenaga kerja melemah dan inflasi belum sepenuhnya terkendali.&#13;
&#13;
Sementara itu, China masih mengalami moderasi dengan indikator utama di bawah ekspektasi pasar, sedangkan di Eropa beberapa negara besar menghadapi tekanan ekonomi.&#13;
&#13;
Menurutnya, kondisi global tersebut justru turut mendorong sentimen positif investor di pasar keuangan dunia, tercermin dari penguatan pasar saham global.&#13;
&#13;
Di dalam negeri, indikator ekonomi makro disebut menunjukkan ketahanan yang baik dengan PMI manufaktur berada di zona ekspansi serta surplus neraca perdagangan yang meningkat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Meskipun begitu, perlu dicermati perkembangan permintaan domestik yang masih perlu didorong seiring dengan moderasi inflasi, indeks kepercayaan konsumen, serta tingkat penjualan ritel, semen, dan kendaraan,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mahendra menekankan OJK akan terus memperkuat koordinasi, pengawasan, serta kebijakan adaptif agar sektor jasa keuangan tetap resilient, kontributif, dan berdaya saing di tengah dinamika global.&#13;
&#13;
Sejalan dengan itu, OJK juga berupaya mengoptimalkan fungsi intermediasi lembaga keuangan dengan mendorong penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor prioritas, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).&#13;
&#13;
Upaya pendalaman pasar keuangan pun terus dilakukan untuk memperluas basis investor dan meningkatkan likuiditas.&#13;
&#13;
&amp;quot;OJK berkomitmen senantiasa menjaga stabilitas sektor jasa keuangan melalui penguatan koordinasi, pengawasan, dan kebijakan yang adaptif dalam menghadapi dinamika global dan domestik,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan sektor jasa keuangan nasional tetap stabil di tengah dinamika perekonomian global yang masih bergejolak.&#13;
&#13;
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, penilaian ini dilandasi oleh perkembangan ekonomi global yang menunjukkan tren beragam. Seperti lembaga Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) melakukan revisi pertumbuhan ekonomi global yang lebih kuat dari perkiraan sebelumnya di awal tahun&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meski tensi geopolitik dan perang dagang sempat menurun, potensi gejolak dinilai masih perlu diwaspadai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun memang kemungkinan tensi perang dagang dan geopolitik bisa bergejolak kembali,&amp;rdquo; ujar Mahendra dalam Konferensi Pers RDK Bulanan OJK, Jakarta, Kamis (9/10/2025).&#13;
&#13;
Mahendra menjelaskan, di Amerika Serikat (AS) pertumbuhan ekonomi masih tinggi meskipun pasar tenaga kerja melemah dan inflasi belum sepenuhnya terkendali.&#13;
&#13;
Sementara itu, China masih mengalami moderasi dengan indikator utama di bawah ekspektasi pasar, sedangkan di Eropa beberapa negara besar menghadapi tekanan ekonomi.&#13;
&#13;
Menurutnya, kondisi global tersebut justru turut mendorong sentimen positif investor di pasar keuangan dunia, tercermin dari penguatan pasar saham global.&#13;
&#13;
Di dalam negeri, indikator ekonomi makro disebut menunjukkan ketahanan yang baik dengan PMI manufaktur berada di zona ekspansi serta surplus neraca perdagangan yang meningkat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Meskipun begitu, perlu dicermati perkembangan permintaan domestik yang masih perlu didorong seiring dengan moderasi inflasi, indeks kepercayaan konsumen, serta tingkat penjualan ritel, semen, dan kendaraan,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mahendra menekankan OJK akan terus memperkuat koordinasi, pengawasan, serta kebijakan adaptif agar sektor jasa keuangan tetap resilient, kontributif, dan berdaya saing di tengah dinamika global.&#13;
&#13;
Sejalan dengan itu, OJK juga berupaya mengoptimalkan fungsi intermediasi lembaga keuangan dengan mendorong penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor prioritas, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).&#13;
&#13;
Upaya pendalaman pasar keuangan pun terus dilakukan untuk memperluas basis investor dan meningkatkan likuiditas.&#13;
&#13;
&amp;quot;OJK berkomitmen senantiasa menjaga stabilitas sektor jasa keuangan melalui penguatan koordinasi, pengawasan, dan kebijakan yang adaptif dalam menghadapi dinamika global dan domestik,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
