<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Panjang Sepatu Bata, Kini Stop Produksi Sepatu Usai Rugi Rp40,62 Miliar&amp;nbsp;</title><description>Setelah puluhan tahun berjaya, merek sepatu Bata menghentikan produksi di Indonesia karena kerugian. Pabrik di Purwakarta tutup, penjualan menurun, dan perusahaan merugi. Bagaimana nasib merek legendaris ini? (178 karakter)&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/10/320/3175805/sejarah-panjang-sepatu-bata-kini-stop-produksi-sepatu-usai-rugi-rp40-62-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/10/320/3175805/sejarah-panjang-sepatu-bata-kini-stop-produksi-sepatu-usai-rugi-rp40-62-miliar"/><item><title>Sejarah Panjang Sepatu Bata, Kini Stop Produksi Sepatu Usai Rugi Rp40,62 Miliar&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/10/320/3175805/sejarah-panjang-sepatu-bata-kini-stop-produksi-sepatu-usai-rugi-rp40-62-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/10/320/3175805/sejarah-panjang-sepatu-bata-kini-stop-produksi-sepatu-usai-rugi-rp40-62-miliar</guid><pubDate>Jum'at 10 Oktober 2025 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/10/320/3175805/sejarah_panjang_bata-Q9z3_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sejarah Panjang Bata (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/10/320/3175805/sejarah_panjang_bata-Q9z3_large.jpg</image><title>Sejarah Panjang Bata (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Masyarakat Indonesia pasti mengenal merek sepatu Bata? Bata merupakan salah satu merek alas kaki yang terkenal dengan kualitasnya yang tidak main-main.&#13;
&#13;
Selama beberapa dekade terakhir ini, Bata berada di masa kejayaannya. Akan tetapi, popularitasnya semakin menurun seiring perkembangan zaman. Bata stop produksinya.&#13;
&#13;
Dirangkum Okezone pada Jumat (10/10/2025), Sejarah Bata dalam industri alas kaki Indonesia dapat dikatakan cukup panjang. Bata pertama kali masuk ke tanah air pada tahun 1931 dan berhasil menjadi salah satu sepatu favorit masyarakat.&#13;
&#13;
Masyarakat sering kali salah mengira Bata merupakan produk buatan lokal. Padahal, Bata berasal dari Ceko dan pendirinya adalah sebuah keluarga bernama Tomas, Anna, dan Antonin Bata.&#13;
&#13;
Keluarga Bata memiliki 4 unit bisnis internasional yang tersebar luas di berbagai belahan dunia, yaitu Bata Amerika Utara, Bata Eropa, Bata Amerika Latin, dan Bata Asia Pasifik-Afrika. Produk mereka telah tersebar di lebih dari 50 negara di seluruh dunia dan berhasil mencapai penjualan miliaran pasang sepatu sejak pertama kali berdiri.&#13;
&#13;
Nama lengkap perusahaan Bata adalah T&amp;amp;A Bata Shoe Company. Kantor pusat mereka terletak di negara Switzerland tepatnya di Kota Lausanne.&#13;
&#13;
Masuknya Bata ke Indonesia dimulai dengan kerjasama Bata dengan NV, Netherlandsch-Indisch, sebagai importir sepatu beroperasi di Tanjung Priok.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekitar 6 tahun setelahnya, Tomas Bata mendirikan pabrik Sepatu di tengah perkebunan karet di area Kalibata, selanjutnya produksi sepatu terjadi mulai tahun 1940.&#13;
&#13;
Bata termasuk ke dalam daftar pabrik terbesar di Indonesia, memiliki spesialisasi produk sepatu yang dapat digunakan oleh semua kalangan dari dalam dan luar negeri.&#13;
&#13;
Namun saat ini Bata menghentikan kegiatan usaha industri alas kaki kebutuhan sehari-hari dalam Anggaran Dasar Perseroan. Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar 25 September 2025.&#13;
&#13;
Dalam ringkasan risalah RUPSLB yang dipublikasikan, para pemegang saham menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan guna menghapus kegiatan usaha industri alas kaki dari lini bisnis perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan untuk menghapus kegiatan usaha industri alat kaki untuk kebutuhan sehari-hari,&amp;rdquo; tulis ringkasan risalah RUPSLB seperti dikutip pada Jumat (10/10/2025).&#13;
&#13;
Sebagai salah satu produsen terbesar di Indonesia, Bata memiliki spesialisasi yang berfokus pada produksi sepatu injeksi untuk pasar lokal maupun internasional.&#13;
&#13;
Selain itu, perusahaan ini juga telah membuka 435 toko ritel di seluruh Indonesia, termasuk Family and City Stores.&#13;
&#13;
Setelah cukup lama berada di puncak ketenaran, kejayaan Bata mulai pudar seiring berjalannya waktu.&#13;
&#13;
Pada 30 April 2024, Bata resmi menutup pabriknya di Purwakarta. Kala itu Bata menderita kerugian pada kuartal III 2023 yang mencapai Rp80,65 miliar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Angka ini naik jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2022 yakni sebesar Rp20,43 miliar.&#13;
&#13;
Langkah penghentian produksi ini dilakukan di tengah kondisi keuangan perusahaan yang masih merugi. Berdasarkan laporan keuangan paruh pertama tahun 2025, BATA mencatat rugi bersih sebesar Rp40,62 miliar.&#13;
&#13;
Meskipun angka tersebut menurun dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp127,43 miliar, namun penjualan bersih perusahaan turut mengalami penurunan signifikan hingga 38,74%, dari Rp260,29 miliar menjadi Rp159,43 miliar.&#13;
&#13;
Total aset BATA per Juni 2025 tercatat sebesar Rp377,98 miliar, turun dari Rp405,66 miliar di akhir Desember 2024.&#13;
&#13;
Sementara itu, total liabilitas mencapai Rp434,53 miliar, dengan ekuitas hanya Rp56,54 miliar.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Masyarakat Indonesia pasti mengenal merek sepatu Bata? Bata merupakan salah satu merek alas kaki yang terkenal dengan kualitasnya yang tidak main-main.&#13;
&#13;
Selama beberapa dekade terakhir ini, Bata berada di masa kejayaannya. Akan tetapi, popularitasnya semakin menurun seiring perkembangan zaman. Bata stop produksinya.&#13;
&#13;
Dirangkum Okezone pada Jumat (10/10/2025), Sejarah Bata dalam industri alas kaki Indonesia dapat dikatakan cukup panjang. Bata pertama kali masuk ke tanah air pada tahun 1931 dan berhasil menjadi salah satu sepatu favorit masyarakat.&#13;
&#13;
Masyarakat sering kali salah mengira Bata merupakan produk buatan lokal. Padahal, Bata berasal dari Ceko dan pendirinya adalah sebuah keluarga bernama Tomas, Anna, dan Antonin Bata.&#13;
&#13;
Keluarga Bata memiliki 4 unit bisnis internasional yang tersebar luas di berbagai belahan dunia, yaitu Bata Amerika Utara, Bata Eropa, Bata Amerika Latin, dan Bata Asia Pasifik-Afrika. Produk mereka telah tersebar di lebih dari 50 negara di seluruh dunia dan berhasil mencapai penjualan miliaran pasang sepatu sejak pertama kali berdiri.&#13;
&#13;
Nama lengkap perusahaan Bata adalah T&amp;amp;A Bata Shoe Company. Kantor pusat mereka terletak di negara Switzerland tepatnya di Kota Lausanne.&#13;
&#13;
Masuknya Bata ke Indonesia dimulai dengan kerjasama Bata dengan NV, Netherlandsch-Indisch, sebagai importir sepatu beroperasi di Tanjung Priok.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekitar 6 tahun setelahnya, Tomas Bata mendirikan pabrik Sepatu di tengah perkebunan karet di area Kalibata, selanjutnya produksi sepatu terjadi mulai tahun 1940.&#13;
&#13;
Bata termasuk ke dalam daftar pabrik terbesar di Indonesia, memiliki spesialisasi produk sepatu yang dapat digunakan oleh semua kalangan dari dalam dan luar negeri.&#13;
&#13;
Namun saat ini Bata menghentikan kegiatan usaha industri alas kaki kebutuhan sehari-hari dalam Anggaran Dasar Perseroan. Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar 25 September 2025.&#13;
&#13;
Dalam ringkasan risalah RUPSLB yang dipublikasikan, para pemegang saham menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan guna menghapus kegiatan usaha industri alas kaki dari lini bisnis perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan untuk menghapus kegiatan usaha industri alat kaki untuk kebutuhan sehari-hari,&amp;rdquo; tulis ringkasan risalah RUPSLB seperti dikutip pada Jumat (10/10/2025).&#13;
&#13;
Sebagai salah satu produsen terbesar di Indonesia, Bata memiliki spesialisasi yang berfokus pada produksi sepatu injeksi untuk pasar lokal maupun internasional.&#13;
&#13;
Selain itu, perusahaan ini juga telah membuka 435 toko ritel di seluruh Indonesia, termasuk Family and City Stores.&#13;
&#13;
Setelah cukup lama berada di puncak ketenaran, kejayaan Bata mulai pudar seiring berjalannya waktu.&#13;
&#13;
Pada 30 April 2024, Bata resmi menutup pabriknya di Purwakarta. Kala itu Bata menderita kerugian pada kuartal III 2023 yang mencapai Rp80,65 miliar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Angka ini naik jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2022 yakni sebesar Rp20,43 miliar.&#13;
&#13;
Langkah penghentian produksi ini dilakukan di tengah kondisi keuangan perusahaan yang masih merugi. Berdasarkan laporan keuangan paruh pertama tahun 2025, BATA mencatat rugi bersih sebesar Rp40,62 miliar.&#13;
&#13;
Meskipun angka tersebut menurun dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp127,43 miliar, namun penjualan bersih perusahaan turut mengalami penurunan signifikan hingga 38,74%, dari Rp260,29 miliar menjadi Rp159,43 miliar.&#13;
&#13;
Total aset BATA per Juni 2025 tercatat sebesar Rp377,98 miliar, turun dari Rp405,66 miliar di akhir Desember 2024.&#13;
&#13;
Sementara itu, total liabilitas mencapai Rp434,53 miliar, dengan ekuitas hanya Rp56,54 miliar.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
