<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Purbaya Kejar Pertumbuhan Double Digit Lewat Transformasi Manufaktur</title><description>Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mendorong Indonesia menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2 digit demi menjadi negara maju. Transformasi ekonomi, khususnya manufaktur, dan peran swasta jadi kunci. Investasi asing dan perbaikan iklim investasi juga vital.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/10/320/3175817/cara-purbaya-kejar-pertumbuhan-double-digit-lewat-transformasi-manufaktur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/10/320/3175817/cara-purbaya-kejar-pertumbuhan-double-digit-lewat-transformasi-manufaktur"/><item><title>Cara Purbaya Kejar Pertumbuhan Double Digit Lewat Transformasi Manufaktur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/10/320/3175817/cara-purbaya-kejar-pertumbuhan-double-digit-lewat-transformasi-manufaktur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/10/320/3175817/cara-purbaya-kejar-pertumbuhan-double-digit-lewat-transformasi-manufaktur</guid><pubDate>Jum'at 10 Oktober 2025 12:05 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/10/320/3175817/menkeu_purbaya-JYOG_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/10/320/3175817/menkeu_purbaya-JYOG_large.jpg</image><title>Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Indonesia harus berani menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang ambisius, bahkan hingga dua digit, jika ingin benar-benar beralih menjadi negara maju.&#13;
&#13;
Purbaya menyoroti studi kasus keberhasilan negara-negara Asia yang menunjukkan bahwa transformasi ekonomi, khususnya di sektor manufaktur, adalah kunci utama.&#13;
&#13;
Purbaya menyebutkan negara-negara seperti Korea Selatan, Taiwan, dan China berpegangan pada pertumbuhan yang sangat tinggi selama satu dekade lebih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bicara tentang strategi pertumbuhan, pertumbuhan ekonomi 8 persen boleh juga, walaupun jalannya akan menantang. Kita harus taruh target lebih tinggi kalau kita mau jadi negara maju. Karena negara-negara seperti Jepang, Korea, Taiwan, China menaikkan target ekonominya tumbuh double digit selama lebih dari 10 tahun sebelum menjadi negara maju. Kalau kita tetap di 5 persen saja tentu rentan (stagnan),&amp;rdquo; ujar Purbaya dalam acara Prasasti Luncheon Talk, dikutip Jumat (10/10/2025).&#13;
&#13;
Dari studi kasus negara-negara maju di Asia, Purbaya menekankan bahwa kunci untuk mencapai lompatan pertumbuhan (growth leap) adalah melalui transformasi ekonomi.&#13;
&#13;
Menkeu menyebut ada pergeseran dari basis pertanian (agriculture based) menuju basis manufaktur (manufacturing based), sebelum akhirnya beranjak ke basis jasa (service based).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Intinya adalah melakukan transformasi ekonomi. Sejumlah negara melakukan transformasi ekonomi dari agriculture based menuju manufacturing based, dan kemudian ke service based. Negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Jerman konsisten me-maintain basis manufaktur mereka,&amp;rdquo; urainya.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan, upaya transformasi menuju manufaktur, khususnya manufaktur berteknologi tinggi, tidak boleh terhenti, sembari sektor pertanian tetap dijaga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semua program yang bertujuan mempercepat transformasi ke manufacture based terutama yang berteknologi tinggi adalah fokus strategis yang harus kita hadapi dengan serius,&amp;quot; tegasnya&#13;
&#13;
Untuk mengakselerasi pertumbuhan menuju target 8 persen, Purbaya menyebut strategi utama pemerintah adalah menjadikan sektor swasta sebagai motor utama pertumbuhan, dengan APBN berperan sebagai katalis.&#13;
&#13;
Strategi ini berfokus pada sektor bernilai tambah dan multiplier tinggi, serta revitalisasi sektor padat karya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sektor swasta harus menjadi motor utama pertumbuhan. Pemerintah berperan menyiapkan iklim usaha yang kondusif, memperbaiki regulasi, dan mempercepat realisasi anggaran serta belanja kementerian/lembaga. Kita sudah mulai dengan membentuk tim akselerasi percepatan ekonomi, untuk menyelesaikan bottleneck investasi,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Purbaya juga mengidentifikasi Foreign Direct Investment (FDI) atau Investasi Langsung Asing sebagai komponen vital, mencontohkan keberhasilan Singapura dan Vietnam. Ia berkomitmen akan turut menjamin iklim investasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya punya pengalaman sejak 2016&amp;ndash;2019 mengurai hambatan investasi. Saat itu ada 193 kasus bottleneck dengan nilai Rp893 triliun. Dengan pola yang sama, saya yakin kita bisa memperbaiki iklim investasi ke depan,&amp;rdquo; tegasnya optimis.&#13;
&#13;
Purbaya meyakini, jika mesin pertumbuhan pemerintah (fiskal) dan swasta dapat berjalan sinergis, target pertumbuhan yang lebih tinggi dapat dicapai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama dua puluh tahun terakhir, mesin kita berjalan timpang. Ke depan, kita akan hidupkan dua-duanya. Jika kita jalankan keduanya, angka 6 hingga 6,5 persen seharusnya tidak terlalu sulit selama setahun ke depan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Acara Prasasti Luncheon Talk ini dihadiri sejumlah pimpinan perusahaan, serta tokoh-tokoh penting seperti Menkeu 1998 Fuad Bawazier, Komisioner OJK 2012-2017 Ilya Avianti, dan Wakil Menteri ESDM periode 2016-2019 Arcandra Tahar.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Indonesia harus berani menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang ambisius, bahkan hingga dua digit, jika ingin benar-benar beralih menjadi negara maju.&#13;
&#13;
Purbaya menyoroti studi kasus keberhasilan negara-negara Asia yang menunjukkan bahwa transformasi ekonomi, khususnya di sektor manufaktur, adalah kunci utama.&#13;
&#13;
Purbaya menyebutkan negara-negara seperti Korea Selatan, Taiwan, dan China berpegangan pada pertumbuhan yang sangat tinggi selama satu dekade lebih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bicara tentang strategi pertumbuhan, pertumbuhan ekonomi 8 persen boleh juga, walaupun jalannya akan menantang. Kita harus taruh target lebih tinggi kalau kita mau jadi negara maju. Karena negara-negara seperti Jepang, Korea, Taiwan, China menaikkan target ekonominya tumbuh double digit selama lebih dari 10 tahun sebelum menjadi negara maju. Kalau kita tetap di 5 persen saja tentu rentan (stagnan),&amp;rdquo; ujar Purbaya dalam acara Prasasti Luncheon Talk, dikutip Jumat (10/10/2025).&#13;
&#13;
Dari studi kasus negara-negara maju di Asia, Purbaya menekankan bahwa kunci untuk mencapai lompatan pertumbuhan (growth leap) adalah melalui transformasi ekonomi.&#13;
&#13;
Menkeu menyebut ada pergeseran dari basis pertanian (agriculture based) menuju basis manufaktur (manufacturing based), sebelum akhirnya beranjak ke basis jasa (service based).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Intinya adalah melakukan transformasi ekonomi. Sejumlah negara melakukan transformasi ekonomi dari agriculture based menuju manufacturing based, dan kemudian ke service based. Negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Jerman konsisten me-maintain basis manufaktur mereka,&amp;rdquo; urainya.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan, upaya transformasi menuju manufaktur, khususnya manufaktur berteknologi tinggi, tidak boleh terhenti, sembari sektor pertanian tetap dijaga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semua program yang bertujuan mempercepat transformasi ke manufacture based terutama yang berteknologi tinggi adalah fokus strategis yang harus kita hadapi dengan serius,&amp;quot; tegasnya&#13;
&#13;
Untuk mengakselerasi pertumbuhan menuju target 8 persen, Purbaya menyebut strategi utama pemerintah adalah menjadikan sektor swasta sebagai motor utama pertumbuhan, dengan APBN berperan sebagai katalis.&#13;
&#13;
Strategi ini berfokus pada sektor bernilai tambah dan multiplier tinggi, serta revitalisasi sektor padat karya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sektor swasta harus menjadi motor utama pertumbuhan. Pemerintah berperan menyiapkan iklim usaha yang kondusif, memperbaiki regulasi, dan mempercepat realisasi anggaran serta belanja kementerian/lembaga. Kita sudah mulai dengan membentuk tim akselerasi percepatan ekonomi, untuk menyelesaikan bottleneck investasi,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Purbaya juga mengidentifikasi Foreign Direct Investment (FDI) atau Investasi Langsung Asing sebagai komponen vital, mencontohkan keberhasilan Singapura dan Vietnam. Ia berkomitmen akan turut menjamin iklim investasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya punya pengalaman sejak 2016&amp;ndash;2019 mengurai hambatan investasi. Saat itu ada 193 kasus bottleneck dengan nilai Rp893 triliun. Dengan pola yang sama, saya yakin kita bisa memperbaiki iklim investasi ke depan,&amp;rdquo; tegasnya optimis.&#13;
&#13;
Purbaya meyakini, jika mesin pertumbuhan pemerintah (fiskal) dan swasta dapat berjalan sinergis, target pertumbuhan yang lebih tinggi dapat dicapai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama dua puluh tahun terakhir, mesin kita berjalan timpang. Ke depan, kita akan hidupkan dua-duanya. Jika kita jalankan keduanya, angka 6 hingga 6,5 persen seharusnya tidak terlalu sulit selama setahun ke depan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Acara Prasasti Luncheon Talk ini dihadiri sejumlah pimpinan perusahaan, serta tokoh-tokoh penting seperti Menkeu 1998 Fuad Bawazier, Komisioner OJK 2012-2017 Ilya Avianti, dan Wakil Menteri ESDM periode 2016-2019 Arcandra Tahar.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
