<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setoran PNBP Seret Imbas Tak Ada Dividen BUMN Masuk APBN</title><description>Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga September 2025 tercatat mengalami kontraksi tajam, turun hampir 20 persen.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/14/320/3176689/setoran-pnbp-seret-imbas-tak-ada-dividen-bumn-masuk-apbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/14/320/3176689/setoran-pnbp-seret-imbas-tak-ada-dividen-bumn-masuk-apbn"/><item><title>Setoran PNBP Seret Imbas Tak Ada Dividen BUMN Masuk APBN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/14/320/3176689/setoran-pnbp-seret-imbas-tak-ada-dividen-bumn-masuk-apbn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/14/320/3176689/setoran-pnbp-seret-imbas-tak-ada-dividen-bumn-masuk-apbn</guid><pubDate>Selasa 14 Oktober 2025 16:06 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/14/320/3176689/apbn-wcJr_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Setoran PNBP Seret Imbas Tak Ada Dividen BUMN Masuk APBN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/14/320/3176689/apbn-wcJr_large.jpg</image><title>Setoran PNBP Seret Imbas Tak Ada Dividen BUMN Masuk APBN (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga September 2025 tercatat mengalami kontraksi tajam, turun hampir 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, &amp;nbsp;hingga akhir September 2025, setoran PNBP baru mencapai Rp344,9 triliun atau turun 19,8 persen dibanding realisasi tahun lalu yang sebesar Rp430,3 triliun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Salah satunya adalah karena dividen BUMN tidak masuk ke APBN, tapi ada sebab lainnya, yakni termasuk harga minyak yang lebih rendah,&amp;rdquo; ujar Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Oktober 2025, di Jakarta, Selasa (14/10/2025).&#13;
&#13;
Meski demikian, capaian PNBP per 30 September tersebut sudah memenuhi 72,3 persen dari perkiraan setoran hingga akhir tahun.&#13;
&#13;
Rinciannya, penerimaan dari sumber daya alam (SDA) migas tercatat sebesar Rp73,3 triliun atau 64 persen dari target, sementara SDA nonmigas mencapai Rp86,3 triliun atau 74,7 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk setoran kekayaan negara yang dipisahkan (KND), yang sebelumnya ditargetkan di atas Rp80 triliun, hingga September 2025 terealisasi Rp11,8 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Angka tersebut sudah dianggap mencapai 100 persen dari perkiraan penerimaan karena dividen BUMN kini disalurkan ke Danantara. &amp;ldquo;Sehingga KND ini kita sudah anggap penerimaannya sudah 100 persen, karena tidak lagi ke APBN, tapi ke Danantara,&amp;rdquo; jelas Suahasil.&#13;
&#13;
Sementara itu, penerimaan dari PNBP lainnya tercatat Rp103,3 triliun atau 76 persen, sedangkan yang berasal dari badan layanan umum (BLU) mencapai Rp70,2 triliun atau 70,7 persen.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga September 2025 tercatat mengalami kontraksi tajam, turun hampir 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, &amp;nbsp;hingga akhir September 2025, setoran PNBP baru mencapai Rp344,9 triliun atau turun 19,8 persen dibanding realisasi tahun lalu yang sebesar Rp430,3 triliun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Salah satunya adalah karena dividen BUMN tidak masuk ke APBN, tapi ada sebab lainnya, yakni termasuk harga minyak yang lebih rendah,&amp;rdquo; ujar Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Oktober 2025, di Jakarta, Selasa (14/10/2025).&#13;
&#13;
Meski demikian, capaian PNBP per 30 September tersebut sudah memenuhi 72,3 persen dari perkiraan setoran hingga akhir tahun.&#13;
&#13;
Rinciannya, penerimaan dari sumber daya alam (SDA) migas tercatat sebesar Rp73,3 triliun atau 64 persen dari target, sementara SDA nonmigas mencapai Rp86,3 triliun atau 74,7 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk setoran kekayaan negara yang dipisahkan (KND), yang sebelumnya ditargetkan di atas Rp80 triliun, hingga September 2025 terealisasi Rp11,8 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Angka tersebut sudah dianggap mencapai 100 persen dari perkiraan penerimaan karena dividen BUMN kini disalurkan ke Danantara. &amp;ldquo;Sehingga KND ini kita sudah anggap penerimaannya sudah 100 persen, karena tidak lagi ke APBN, tapi ke Danantara,&amp;rdquo; jelas Suahasil.&#13;
&#13;
Sementara itu, penerimaan dari PNBP lainnya tercatat Rp103,3 triliun atau 76 persen, sedangkan yang berasal dari badan layanan umum (BLU) mencapai Rp70,2 triliun atau 70,7 persen.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
