<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Purbaya Tegaskan Utang Kereta Cepat Whoosh Dibayar Danantara, Bukan APBN!</title><description>Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta??&quot;Bandung atau Whoosh tidak akan menggunakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/15/320/3176952/purbaya-tegaskan-utang-kereta-cepat-whoosh-dibayar-danantara-bukan-apbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/15/320/3176952/purbaya-tegaskan-utang-kereta-cepat-whoosh-dibayar-danantara-bukan-apbn"/><item><title> Purbaya Tegaskan Utang Kereta Cepat Whoosh Dibayar Danantara, Bukan APBN!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/15/320/3176952/purbaya-tegaskan-utang-kereta-cepat-whoosh-dibayar-danantara-bukan-apbn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/15/320/3176952/purbaya-tegaskan-utang-kereta-cepat-whoosh-dibayar-danantara-bukan-apbn</guid><pubDate>Rabu 15 Oktober 2025 17:16 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/15/320/3176952/purbaya-Ng08_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Purbaya Tegaskan Utang Kereta Cepat Whoosh Dibayar Danantara, Bukan APBN! (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/15/320/3176952/purbaya-Ng08_large.jpg</image><title> Purbaya Tegaskan Utang Kereta Cepat Whoosh Dibayar Danantara, Bukan APBN! (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta&amp;ndash;Bandung atau Whoosh tidak akan menggunakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, kewajiban utang tersebut akan ditangani melalui Danantara Indonesia, lembaga investasi pemerintah yang menghimpun dividen dari BUMN.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bukan enggak dibayar, tapi (lewat) Danantara, bukan APBN. Arahan saya maunya ke sana,&amp;rdquo; ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Rabu (15/10/2025).&#13;
&#13;
Danantara dinilai memiliki kapasitas keuangan yang cukup untuk menanggung kewajiban tersebut. Hal ini didasarkan dari kapasitas Danantara sebagai lembaga yang menerima dividen dari entitas BUMN.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau dulu kan semuanya pemerintah. Tapi ketika sudah dipisahkan, dan seluruh dividen masuk Danantara. Dia cukup mampu untuk itu (membayar utang),&amp;rdquo; ujarnya,&#13;
&#13;
Sebelumnya, skema penyelesaian utang proyek KCIC sempat menjadi sorotan publik. Ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dikerjakan bersama perusahaan China melalui kerja sama konsorsium.&#13;
&#13;
Pada awal Agustus lalu, Danantara menyatakan bakal segera mengambil langkah restrukturisasi utang proyek KCIC.&#13;
&#13;
CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan pihaknya ingin memastikan proses restrukturisasi utang dilakukan secara menyeluruh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita akan umumkan langkah-langkah kita dalam langkah merestrukturasi (utang) dari KCIC atau Whoosh ini,&amp;quot; kata Rosan saat ditemui awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/8).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Utang KCIC&#13;
&#13;
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh merupakan proyek strategis nasional yang digarap sejak 2016 dan resmi beroperasi pada Oktober 2023.&#13;
&#13;
Nilai investasi proyek ini mencapai USD7,27 miliar atau setara Rp118,37 triliun dengan kurs Rp16.283 per USD. Angka ini sudah termasuk pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar USD1,2 miliar.&#13;
&#13;
Dari total investasi tersebut, sekitar 75% dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank (CDB).&#13;
&#13;
Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh digarap di bawah pengelolaan konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Sebanyak 60% konsorsium itu dipegang oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan sisanya dimiliki konsorsium China Railway yang terdiri dari lima perusahaan.&#13;
&#13;
PSBI terdiri dari PT Kereta Api Indonesia yang menguasai saham mayoritas sebesar 58,5%, disusul PT Wijaya Karya 33,4%, PT Jasa Marga 7,1%, dan PT Perkebunan Nusantara VIII sebesar 1,03%.&#13;
&#13;
Pada 2024, PSBI mencatat kerugian sekitar Rp4,2 triliun dan hingga saat ini masih terus berlanjut.&#13;
&#13;
Per semester I-2025, kerugian itu tercatat senilai Rp1,63 triliun. Adapun nilai rugi bersih PSBI yang dikontribusikan ke KAI mencapai Rp951,5 miliar per Juni 2025.&#13;
&#13;
Selain beban utang, ada bunga utang yang harus diselesaikan. Dalam hitungan, besaran sekitar USD120,9 juta atau hampir Rp2 triliun per tahun.&#13;
&#13;
Angka itu berdasarkan bunga tahunan untuk utang pokok sebesar USD6,02 miliar sebesar 2% dan bunga untuk pembengkakan biaya (cost overrun) mencapai 3,4% per tahun.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta&amp;ndash;Bandung atau Whoosh tidak akan menggunakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, kewajiban utang tersebut akan ditangani melalui Danantara Indonesia, lembaga investasi pemerintah yang menghimpun dividen dari BUMN.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bukan enggak dibayar, tapi (lewat) Danantara, bukan APBN. Arahan saya maunya ke sana,&amp;rdquo; ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Rabu (15/10/2025).&#13;
&#13;
Danantara dinilai memiliki kapasitas keuangan yang cukup untuk menanggung kewajiban tersebut. Hal ini didasarkan dari kapasitas Danantara sebagai lembaga yang menerima dividen dari entitas BUMN.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau dulu kan semuanya pemerintah. Tapi ketika sudah dipisahkan, dan seluruh dividen masuk Danantara. Dia cukup mampu untuk itu (membayar utang),&amp;rdquo; ujarnya,&#13;
&#13;
Sebelumnya, skema penyelesaian utang proyek KCIC sempat menjadi sorotan publik. Ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dikerjakan bersama perusahaan China melalui kerja sama konsorsium.&#13;
&#13;
Pada awal Agustus lalu, Danantara menyatakan bakal segera mengambil langkah restrukturisasi utang proyek KCIC.&#13;
&#13;
CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan pihaknya ingin memastikan proses restrukturisasi utang dilakukan secara menyeluruh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita akan umumkan langkah-langkah kita dalam langkah merestrukturasi (utang) dari KCIC atau Whoosh ini,&amp;quot; kata Rosan saat ditemui awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/8).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Utang KCIC&#13;
&#13;
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh merupakan proyek strategis nasional yang digarap sejak 2016 dan resmi beroperasi pada Oktober 2023.&#13;
&#13;
Nilai investasi proyek ini mencapai USD7,27 miliar atau setara Rp118,37 triliun dengan kurs Rp16.283 per USD. Angka ini sudah termasuk pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar USD1,2 miliar.&#13;
&#13;
Dari total investasi tersebut, sekitar 75% dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank (CDB).&#13;
&#13;
Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh digarap di bawah pengelolaan konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Sebanyak 60% konsorsium itu dipegang oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan sisanya dimiliki konsorsium China Railway yang terdiri dari lima perusahaan.&#13;
&#13;
PSBI terdiri dari PT Kereta Api Indonesia yang menguasai saham mayoritas sebesar 58,5%, disusul PT Wijaya Karya 33,4%, PT Jasa Marga 7,1%, dan PT Perkebunan Nusantara VIII sebesar 1,03%.&#13;
&#13;
Pada 2024, PSBI mencatat kerugian sekitar Rp4,2 triliun dan hingga saat ini masih terus berlanjut.&#13;
&#13;
Per semester I-2025, kerugian itu tercatat senilai Rp1,63 triliun. Adapun nilai rugi bersih PSBI yang dikontribusikan ke KAI mencapai Rp951,5 miliar per Juni 2025.&#13;
&#13;
Selain beban utang, ada bunga utang yang harus diselesaikan. Dalam hitungan, besaran sekitar USD120,9 juta atau hampir Rp2 triliun per tahun.&#13;
&#13;
Angka itu berdasarkan bunga tahunan untuk utang pokok sebesar USD6,02 miliar sebesar 2% dan bunga untuk pembengkakan biaya (cost overrun) mencapai 3,4% per tahun.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
