<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketemu Petugas Pajak dan Bea Cukai Nakal? Aduin ke Lapor Pak Purbaya</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan pembukaan kanal pengaduan masyarakat melalui layanan WhatsApp untuk menampung laporan publik terkait masalah pajak dan bea cukai.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/15/320/3176963/ketemu-petugas-pajak-dan-bea-cukai-nakal-aduin-ke-lapor-pak-purbaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/15/320/3176963/ketemu-petugas-pajak-dan-bea-cukai-nakal-aduin-ke-lapor-pak-purbaya"/><item><title>Ketemu Petugas Pajak dan Bea Cukai Nakal? Aduin ke Lapor Pak Purbaya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/15/320/3176963/ketemu-petugas-pajak-dan-bea-cukai-nakal-aduin-ke-lapor-pak-purbaya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/15/320/3176963/ketemu-petugas-pajak-dan-bea-cukai-nakal-aduin-ke-lapor-pak-purbaya</guid><pubDate>Rabu 15 Oktober 2025 17:59 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/15/320/3176963/menkeu_purbaya-9irD_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/15/320/3176963/menkeu_purbaya-9irD_large.jpg</image><title>Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan pembukaan kanal pengaduan masyarakat melalui layanan WhatsApp untuk menampung laporan publik terkait masalah pajak dan bea cukai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Komplain masalah khusus bea cukai dan pajak bisa Lapor Pak Purbaya nomornya 0822-4040-6600,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta, Rabu (15/10/2025).&#13;
&#13;
Masyarakat juga dapat melapor langsung apabila menemukan dugaan pelanggaran pegawai pajak dan bea cukai.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Ini buat publik yang punya keluhan terhadap masalah pajak atau pegawai pajak atau pegawai bea cukai yang ngaco, yang menurut mereka ngaco, atau masalah pajak apapun, dan bea cukai,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Kanal tersebut sudah aktif dan dapat diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia.&#13;
&#13;
Purbaya menyebut kanal ini dikelola oleh sejumlah stafnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Staf saya sudah ada yang standby, tapi gak langsung jawab. Kita kumpulin dulu, kita sortir, dan pilih mana yang bisa ditindaklanjuti,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Purbaya menambahkan, sistem akan mengirimkan balasan otomatis untuk memastikan pesan pengaduan masuk, sebelum diverifikasi oleh tim.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia menegaskan seluruh laporan akan divalidasi terlebih dahulu guna memastikan kebenaran informasi. &amp;ldquo;Tentu pasti dia akan divalidasi dulu kan, benar nggak nih? Atau cuma bikin capek saya aja. Begitu divalidasi oke, kita akan follow-up,&amp;rdquo; tutur Purbaya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen untuk menindak tegas apapun jenis pelanggaran di lingkungan Kementerian Keuangan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita lihat apa masalahnya. Kalau petugasnya yang salah, kita sikat petugasnya. Kalau yang lapor yang salah, kita hajar yang lapornya,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
iNews Media Group mencoba mengakses kanal whatsapp Lapor Pak Purbaya pada Rabu sore (15/10), dengan mengirim pesan &amp;ldquo;Selamat Sore&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Dalam beberapa detik muncul pesan &amp;ldquo;Makasih ya. Tolong tulis nama lengkap dan emailmu, serta &amp;nbsp;keluhan/masukan/masalahmu tentang pajak atau bea cukai,&amp;rdquo; tulis pesan tersebut.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan pembukaan kanal pengaduan masyarakat melalui layanan WhatsApp untuk menampung laporan publik terkait masalah pajak dan bea cukai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Komplain masalah khusus bea cukai dan pajak bisa Lapor Pak Purbaya nomornya 0822-4040-6600,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta, Rabu (15/10/2025).&#13;
&#13;
Masyarakat juga dapat melapor langsung apabila menemukan dugaan pelanggaran pegawai pajak dan bea cukai.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Ini buat publik yang punya keluhan terhadap masalah pajak atau pegawai pajak atau pegawai bea cukai yang ngaco, yang menurut mereka ngaco, atau masalah pajak apapun, dan bea cukai,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Kanal tersebut sudah aktif dan dapat diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia.&#13;
&#13;
Purbaya menyebut kanal ini dikelola oleh sejumlah stafnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Staf saya sudah ada yang standby, tapi gak langsung jawab. Kita kumpulin dulu, kita sortir, dan pilih mana yang bisa ditindaklanjuti,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Purbaya menambahkan, sistem akan mengirimkan balasan otomatis untuk memastikan pesan pengaduan masuk, sebelum diverifikasi oleh tim.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia menegaskan seluruh laporan akan divalidasi terlebih dahulu guna memastikan kebenaran informasi. &amp;ldquo;Tentu pasti dia akan divalidasi dulu kan, benar nggak nih? Atau cuma bikin capek saya aja. Begitu divalidasi oke, kita akan follow-up,&amp;rdquo; tutur Purbaya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen untuk menindak tegas apapun jenis pelanggaran di lingkungan Kementerian Keuangan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita lihat apa masalahnya. Kalau petugasnya yang salah, kita sikat petugasnya. Kalau yang lapor yang salah, kita hajar yang lapornya,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
iNews Media Group mencoba mengakses kanal whatsapp Lapor Pak Purbaya pada Rabu sore (15/10), dengan mengirim pesan &amp;ldquo;Selamat Sore&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Dalam beberapa detik muncul pesan &amp;ldquo;Makasih ya. Tolong tulis nama lengkap dan emailmu, serta &amp;nbsp;keluhan/masukan/masalahmu tentang pajak atau bea cukai,&amp;rdquo; tulis pesan tersebut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
