<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ponpes Al Khoziny Pakai APBN? Purbaya: Ada yang Kirim Pesan ke Saya, Jangan</title><description>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui menerima pesan instan WhatsApp terkait usulan renovasi pondok pesantren (ponpes) di Sidoarjo yang ambruk beberapa waktu lalu.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/15/320/3176996/ponpes-al-khoziny-pakai-apbn-purbaya-ada-yang-kirim-pesan-ke-saya-jangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/15/320/3176996/ponpes-al-khoziny-pakai-apbn-purbaya-ada-yang-kirim-pesan-ke-saya-jangan"/><item><title>Ponpes Al Khoziny Pakai APBN? Purbaya: Ada yang Kirim Pesan ke Saya, Jangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/15/320/3176996/ponpes-al-khoziny-pakai-apbn-purbaya-ada-yang-kirim-pesan-ke-saya-jangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/15/320/3176996/ponpes-al-khoziny-pakai-apbn-purbaya-ada-yang-kirim-pesan-ke-saya-jangan</guid><pubDate>Rabu 15 Oktober 2025 20:22 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/15/320/3176996/menkeu_purbaya-5aG2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/15/320/3176996/menkeu_purbaya-5aG2_large.jpg</image><title>Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui menerima pesan instan WhatsApp terkait usulan renovasi pondok pesantren (ponpes) di Sidoarjo yang ambruk beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
Dia enggan menyebut sosoknya. Namun, pesan tersebut muncul saat Purbaya sedang mengecek usulan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Waktu itu saya udah ngomong begitu, saya akan lihat. Udah ada tuh yang WA saya, jangan katanya. Nanti yang lain iri,&amp;rdquo; kata Purbaya saat ditemui awak media di Jakarta, Rabu (15/10/2025).&#13;
&#13;
Sampai saat ini Purbaya belum memutuskan langkah apa yang diambil untuk membangun kembali robohnya bangunan yang menewaskan lebih dari 60 orang santri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya gak tau mana yang terbaik,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia juga belum dapat memastikan tindak lanjut dari usulan tersebut karena masih menunggu proposal resmi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya belum lihat proposalnya. Tapi nanti begitu lihat proposal, saya akan putuskan,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Usulan renovasi pesantren sebelumnya disampaikan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dengan alasan ada sekitar 1.900 santri yang kehilangan tempat belajar.&#13;
&#13;
Cak Imin menyebut dana APBN layak dikucurkan untuk memperbaiki bangunan tempat belajar tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Al Khoziny ini layak dibantu APBN karena ya kalau jumlah santrinya 1.900 mau sekolah di mana? Mau dibiarkan di tenda? Pemerintah mau diam saja?,&amp;rdquo; &amp;nbsp;jelasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui menerima pesan instan WhatsApp terkait usulan renovasi pondok pesantren (ponpes) di Sidoarjo yang ambruk beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
Dia enggan menyebut sosoknya. Namun, pesan tersebut muncul saat Purbaya sedang mengecek usulan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Waktu itu saya udah ngomong begitu, saya akan lihat. Udah ada tuh yang WA saya, jangan katanya. Nanti yang lain iri,&amp;rdquo; kata Purbaya saat ditemui awak media di Jakarta, Rabu (15/10/2025).&#13;
&#13;
Sampai saat ini Purbaya belum memutuskan langkah apa yang diambil untuk membangun kembali robohnya bangunan yang menewaskan lebih dari 60 orang santri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya gak tau mana yang terbaik,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia juga belum dapat memastikan tindak lanjut dari usulan tersebut karena masih menunggu proposal resmi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya belum lihat proposalnya. Tapi nanti begitu lihat proposal, saya akan putuskan,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Usulan renovasi pesantren sebelumnya disampaikan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dengan alasan ada sekitar 1.900 santri yang kehilangan tempat belajar.&#13;
&#13;
Cak Imin menyebut dana APBN layak dikucurkan untuk memperbaiki bangunan tempat belajar tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Al Khoziny ini layak dibantu APBN karena ya kalau jumlah santrinya 1.900 mau sekolah di mana? Mau dibiarkan di tenda? Pemerintah mau diam saja?,&amp;rdquo; &amp;nbsp;jelasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
