<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Izinkan WNA Pimpin BUMN, Ini Penjelasan Danantara</title><description>Danantara Indonesia tetap memprioritaskan warga negara Indonesia untuk memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN)&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/16/320/3177072/prabowo-izinkan-wna-pimpin-bumn-ini-penjelasan-danantara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/16/320/3177072/prabowo-izinkan-wna-pimpin-bumn-ini-penjelasan-danantara"/><item><title>Prabowo Izinkan WNA Pimpin BUMN, Ini Penjelasan Danantara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/16/320/3177072/prabowo-izinkan-wna-pimpin-bumn-ini-penjelasan-danantara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/16/320/3177072/prabowo-izinkan-wna-pimpin-bumn-ini-penjelasan-danantara</guid><pubDate>Kamis 16 Oktober 2025 09:36 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/16/320/3177072/pandu-C6gp_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Prabowo Izinkan WNA Pimpin BUMN, Ini Penjelasan Danantara (Foto: Pandu/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/16/320/3177072/pandu-C6gp_large.png</image><title>Prabowo Izinkan WNA Pimpin BUMN, Ini Penjelasan Danantara (Foto: Pandu/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) tetap memprioritaskan warga negara Indonesia untuk memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN), meskipun peluang menunjuk ekspatriat atau warga negara asing (WNA) terbuka.&#13;
&#13;
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir menegaskan, pihaknya akan berfokus mencari putra-putri terbaik dalam negeri, sebelum melihat talenta asing untuk pimpin BUMN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bukan-bukan, ya kita bakal ngasih masukannya. Tapi kita tetap cari fokus putra-putri Indonesia yang terbaik, diaspora, baru nantinya asing,&amp;quot; kata Pandu usai menghadiri dialog Presiden Prabowo Subianto bersama Chairman Forbes Media, Steve Forbes, di forum Forbes Global CEO Conference 2025 di St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025).&#13;
&#13;
Sementara itu terkait aturan yang sekarang mengizinkan talenta asing memimpin BUMN, Pandu menekankan hal itu ada di revisi Undang-Undang BUMN. Menurutnya, pengubahan peraturan itu karena Presiden Prabowo ingin pemimpin-pemimpin BUMN berskala internasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi tadi ya soal itu memang salah satunya kan udah ada revisi Undang-Undang BUMN yang baru, kita tadi keinginan bapak adalah memang kita ingin ada pemimpin yang ada di BUMN-BUMN itu yang memang berskala internasional karena keinginannya adalah membawa BUMN-BUMN kita juga menjadi global champion untuk sebagian, sebagian besarnya,&amp;quot; jelas Pandu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ya dengan itu memang memerlukan human capital yang baik. Tapi memang selalu prioritasnya sama, kita cari putra-putri bangsa yang terbaik, kemudian kita cari juga diaspora, dan kalau misalnya tidak ada diaspora baru international people,&amp;quot; kata Pandu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengatakan ekspatriat atau warga negara asing (WNA) bisa memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kebijakan itu setelah ada pengubahan aturan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Pengubahan peraturan tersebut bertujuan untuk membuka peluang bagi profesional asing memimpin perusahaan BUMN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya telah mengubah regulasi. Sekarang ekspatriat, non-Indonesia, bisa memimpin BUMN kami,&amp;quot; kata Prabowo dalam dialog bersama Chairman Forbes Media, Steve Forbes.&#13;
&#13;
Selain itu, Prabowo menegaskan tentang arah kebijakan rasionalisasi terhadap BUMN. Ia menginstrukaikan Danantara untuk melakukan pemangkasan BUMN agar jumlahnya lebih rasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sudah memberikan arahan kepada pimpinan Danantara untuk merasionalisasi semuanya, memangkas dari 1000 BUMN menjadi angka yang lebih rasional, mungkin 200, atau 230, 240, dan kemudian menjalankannya dengan standar internasional,&amp;quot; kata Prabowo.&#13;
&#13;
Prabowo menekankan bahwa reformasi BUMN bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan hasil usaha negara yang selama ini masih rendah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sudah mengatakan kepada manajemen Danantara agar menjalankan BUMN dengan standar bisnis internasional. Anda bisa mencari otak terbaik, talenta terbaik,&amp;quot; paparnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) tetap memprioritaskan warga negara Indonesia untuk memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN), meskipun peluang menunjuk ekspatriat atau warga negara asing (WNA) terbuka.&#13;
&#13;
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir menegaskan, pihaknya akan berfokus mencari putra-putri terbaik dalam negeri, sebelum melihat talenta asing untuk pimpin BUMN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bukan-bukan, ya kita bakal ngasih masukannya. Tapi kita tetap cari fokus putra-putri Indonesia yang terbaik, diaspora, baru nantinya asing,&amp;quot; kata Pandu usai menghadiri dialog Presiden Prabowo Subianto bersama Chairman Forbes Media, Steve Forbes, di forum Forbes Global CEO Conference 2025 di St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025).&#13;
&#13;
Sementara itu terkait aturan yang sekarang mengizinkan talenta asing memimpin BUMN, Pandu menekankan hal itu ada di revisi Undang-Undang BUMN. Menurutnya, pengubahan peraturan itu karena Presiden Prabowo ingin pemimpin-pemimpin BUMN berskala internasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi tadi ya soal itu memang salah satunya kan udah ada revisi Undang-Undang BUMN yang baru, kita tadi keinginan bapak adalah memang kita ingin ada pemimpin yang ada di BUMN-BUMN itu yang memang berskala internasional karena keinginannya adalah membawa BUMN-BUMN kita juga menjadi global champion untuk sebagian, sebagian besarnya,&amp;quot; jelas Pandu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ya dengan itu memang memerlukan human capital yang baik. Tapi memang selalu prioritasnya sama, kita cari putra-putri bangsa yang terbaik, kemudian kita cari juga diaspora, dan kalau misalnya tidak ada diaspora baru international people,&amp;quot; kata Pandu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengatakan ekspatriat atau warga negara asing (WNA) bisa memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kebijakan itu setelah ada pengubahan aturan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
Pengubahan peraturan tersebut bertujuan untuk membuka peluang bagi profesional asing memimpin perusahaan BUMN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya telah mengubah regulasi. Sekarang ekspatriat, non-Indonesia, bisa memimpin BUMN kami,&amp;quot; kata Prabowo dalam dialog bersama Chairman Forbes Media, Steve Forbes.&#13;
&#13;
Selain itu, Prabowo menegaskan tentang arah kebijakan rasionalisasi terhadap BUMN. Ia menginstrukaikan Danantara untuk melakukan pemangkasan BUMN agar jumlahnya lebih rasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sudah memberikan arahan kepada pimpinan Danantara untuk merasionalisasi semuanya, memangkas dari 1000 BUMN menjadi angka yang lebih rasional, mungkin 200, atau 230, 240, dan kemudian menjalankannya dengan standar internasional,&amp;quot; kata Prabowo.&#13;
&#13;
Prabowo menekankan bahwa reformasi BUMN bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan hasil usaha negara yang selama ini masih rendah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sudah mengatakan kepada manajemen Danantara agar menjalankan BUMN dengan standar bisnis internasional. Anda bisa mencari otak terbaik, talenta terbaik,&amp;quot; paparnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
