<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dongkrak Ekonomi, RI-Swiss Perkuat Komoditas Ramah Lingkungan</title><description>Indonesia terus memperkuat sistem komoditas berkelanjutan. Salah satunya dikembangkan melalui kolaborasi lintas lanskap yang melibatkan pemerintah, komunitas, dan sektor swasta.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/16/320/3177242/dongkrak-ekonomi-ri-swiss-perkuat-komoditas-ramah-lingkungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/16/320/3177242/dongkrak-ekonomi-ri-swiss-perkuat-komoditas-ramah-lingkungan"/><item><title>Dongkrak Ekonomi, RI-Swiss Perkuat Komoditas Ramah Lingkungan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/16/320/3177242/dongkrak-ekonomi-ri-swiss-perkuat-komoditas-ramah-lingkungan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/16/320/3177242/dongkrak-ekonomi-ri-swiss-perkuat-komoditas-ramah-lingkungan</guid><pubDate>Kamis 16 Oktober 2025 20:30 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/16/320/3177242/ri_swiss-uxec_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI-Swiss Perkuat Komoditas Ramah Lingkungan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/16/320/3177242/ri_swiss-uxec_large.jpg</image><title>RI-Swiss Perkuat Komoditas Ramah Lingkungan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia terus memperkuat sistem komoditas berkelanjutan. Salah satunya dikembangkan melalui kolaborasi lintas lanskap yang melibatkan pemerintah, komunitas, dan sektor swasta.&#13;
&#13;
Kolaborasi tersebut salah satunya dijalankan lewat Sustainable Landscape Program Indonesia (SLPI), hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss, dengan dukungan teknis dari United Nations Development Programme (UNDP).&#13;
&#13;
SLPI menjadi wadah untuk menjembatani kebijakan nasional dan implementasi di tingkat lokal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Melalui program ini, berbagai wilayah penghasil komoditas utama di Indonesia untuk menerapkan pendekatan pembangunan yang menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Melalui SLPI, UNDP mendukung Pemerintah Indonesia dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi keberlanjutan,&amp;rdquo; ujar Paramita Mentari Kesuma, SLPI Officer Nature, Climate and Energy Unit, UNDP Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/10/2025).&#13;
&#13;
Dia menambahkan bahwa upaya ini tidak hanya menekankan koordinasi lintas sektor, tetapi juga pentingnya konsistensi antara kebijakan dan praktik di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan memfasilitasi koordinasi, berbagi pengetahuan, dan penyelarasan kebijakan, program ini memastikan komitmen nasional terhadap keberlanjutan tercermin dalam tindakan nyata di tingkat lokal,&amp;rdquo; tambahnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Forum ini mempertemukan pemerintah daerah, perusahaan, dan kelompok tani untuk menyelaraskan inisiatif keberlanjutan serta merumuskan kebijakan inklusif yang berpihak pada masyarakat.&#13;
&#13;
Berbagai inisiatif tersebut memperlihatkan bagaimana kerja sama lintas lanskap dapat memperkuat posisi Indonesia dalam memenuhi standar keberlanjutan global.&#13;
&#13;
Kolaborasi ini juga menjadi bukti nyata komitmen Indonesia untuk menyeimbangkan produktivitas ekonomi dengan perlindungan ekosistem penting.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kekuatan forum multi-pihak ini terletak pada kemampuan kita mengubah komitmen menjadi aksi nyata. Pendekatan sosial, ekonomi, dan budaya harus berjalan beriringan dengan aspek lingkungan agar perubahan dapat terjadi secara menyeluruh,&amp;rdquo; tutup Paramita.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia terus memperkuat sistem komoditas berkelanjutan. Salah satunya dikembangkan melalui kolaborasi lintas lanskap yang melibatkan pemerintah, komunitas, dan sektor swasta.&#13;
&#13;
Kolaborasi tersebut salah satunya dijalankan lewat Sustainable Landscape Program Indonesia (SLPI), hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss, dengan dukungan teknis dari United Nations Development Programme (UNDP).&#13;
&#13;
SLPI menjadi wadah untuk menjembatani kebijakan nasional dan implementasi di tingkat lokal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Melalui program ini, berbagai wilayah penghasil komoditas utama di Indonesia untuk menerapkan pendekatan pembangunan yang menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Melalui SLPI, UNDP mendukung Pemerintah Indonesia dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi keberlanjutan,&amp;rdquo; ujar Paramita Mentari Kesuma, SLPI Officer Nature, Climate and Energy Unit, UNDP Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/10/2025).&#13;
&#13;
Dia menambahkan bahwa upaya ini tidak hanya menekankan koordinasi lintas sektor, tetapi juga pentingnya konsistensi antara kebijakan dan praktik di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan memfasilitasi koordinasi, berbagi pengetahuan, dan penyelarasan kebijakan, program ini memastikan komitmen nasional terhadap keberlanjutan tercermin dalam tindakan nyata di tingkat lokal,&amp;rdquo; tambahnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Forum ini mempertemukan pemerintah daerah, perusahaan, dan kelompok tani untuk menyelaraskan inisiatif keberlanjutan serta merumuskan kebijakan inklusif yang berpihak pada masyarakat.&#13;
&#13;
Berbagai inisiatif tersebut memperlihatkan bagaimana kerja sama lintas lanskap dapat memperkuat posisi Indonesia dalam memenuhi standar keberlanjutan global.&#13;
&#13;
Kolaborasi ini juga menjadi bukti nyata komitmen Indonesia untuk menyeimbangkan produktivitas ekonomi dengan perlindungan ekosistem penting.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kekuatan forum multi-pihak ini terletak pada kemampuan kita mengubah komitmen menjadi aksi nyata. Pendekatan sosial, ekonomi, dan budaya harus berjalan beriringan dengan aspek lingkungan agar perubahan dapat terjadi secara menyeluruh,&amp;rdquo; tutup Paramita.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
