<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut: Prabowo Bakal Bentuk Tim Khusus Atasi Utang Kereta Cepat Whoosh</title><description>Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Prabowo akan segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk pembentukan tim penyelesaian utang Kereta Cepat Whoosh.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/16/320/3177245/luhut-prabowo-bakal-bentuk-tim-khusus-atasi-utang-kereta-cepat-whoosh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/16/320/3177245/luhut-prabowo-bakal-bentuk-tim-khusus-atasi-utang-kereta-cepat-whoosh"/><item><title>Luhut: Prabowo Bakal Bentuk Tim Khusus Atasi Utang Kereta Cepat Whoosh</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/16/320/3177245/luhut-prabowo-bakal-bentuk-tim-khusus-atasi-utang-kereta-cepat-whoosh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/16/320/3177245/luhut-prabowo-bakal-bentuk-tim-khusus-atasi-utang-kereta-cepat-whoosh</guid><pubDate>Kamis 16 Oktober 2025 20:38 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/16/320/3177245/presiden_prabowo-JWFn_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/16/320/3177245/presiden_prabowo-JWFn_large.jpg</image><title>Presiden Prabowo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Prabowo akan segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk pembentukan tim penyelesaian utang Kereta Cepat Whoosh.&#13;
&#13;
Luhut menjelaskan, tim inilah yang nanti akan menangani persoalan utang konstruksi jumbo proyek Kereta Cepat yang dibesut oleh Presiden ke-7 Joko Widodo. Beberapa skema akan disiapkan agar utang jumbo whoosh tidak menjadi bom waktu dan membebani APBN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang sedang dikerjakan dari kantor saya, Seto yang paham betul mengenai itu. Tadi pagi saya tanya, kita tinggal tunggu Keppres saja. Ada Keppres dari presiden mengenai timnya,&amp;quot; kata Luhut saat ditemui di sela-sela acara &amp;nbsp;1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Optimism on 8% Economic Growth di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).&#13;
&#13;
Luhut mengaku utang jumbo kereta cepat itu akan ditangani langsung olehnya bersama dengan BPI (Badan Pengelola Investasi) Danantara sebagai holding BUMN. &amp;quot;Karena dulu saya yang menangani (proyek kereta cepat), jadi supaya berlanjut saya sudah beritahu pak Rosan (CEO Danantara), dan pak Rosan juga sudah sepakat untuk segera kita tangani bersama,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Pada kesempatan itu Luhut menegaskan bahwa penyelenggaraan sistem transportasi publik memang memerlukan dukungan APBN. Tujuannya agar punya harga keekonomian yang tepat dan terjangkau digunakan oleh khalayak luas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya tidak ada satupun di dunia penyelenggaraan sistem transportasi publik yang menguntungkan. Sehingga diperlukan peran pembiayaan dari negara agar konektivitas antar wilayah dan pergerakan masyarakat bisa terakomodir dengan baik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ingat ya, tidak ada publik transport itu di dunia ini yang menguntungkan. Selalu banyak subsidi Pemerintah. Tapi tentu harus subsidi yang betul-betul terukur,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Universitas Indonesia, Toto Pranoto mengatakan beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) telah membengkak hingga USD7,2 miliar atau setara Rp116 triliun.&#13;
&#13;
Toto mengatakan komposisi utang tersebut sekitar 75 persen merupakan pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan suku bunga sekitar 3,5-4 persen. Hal ini membuat konsorsium PT KCIC yang mayoritas dipegang oleh PT KAI perlu membayar bunga utangnya saja sekitar Rp2 triliun per tahun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kita melihat total biaya investasi awal ditambah cost overrun itu kan hampir USD7,2 miliar (utang KCJB). Bahkan utang yang 75 persen dari CDB itu dengan bunga 3,5 sampai 4 persen, mereka (KCIC) harus bayar bunganya saja mungkin Rp2 triliun ya,&amp;quot; ujarnya saat dihubungi MNC Portal.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Prabowo akan segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk pembentukan tim penyelesaian utang Kereta Cepat Whoosh.&#13;
&#13;
Luhut menjelaskan, tim inilah yang nanti akan menangani persoalan utang konstruksi jumbo proyek Kereta Cepat yang dibesut oleh Presiden ke-7 Joko Widodo. Beberapa skema akan disiapkan agar utang jumbo whoosh tidak menjadi bom waktu dan membebani APBN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang sedang dikerjakan dari kantor saya, Seto yang paham betul mengenai itu. Tadi pagi saya tanya, kita tinggal tunggu Keppres saja. Ada Keppres dari presiden mengenai timnya,&amp;quot; kata Luhut saat ditemui di sela-sela acara &amp;nbsp;1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Optimism on 8% Economic Growth di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).&#13;
&#13;
Luhut mengaku utang jumbo kereta cepat itu akan ditangani langsung olehnya bersama dengan BPI (Badan Pengelola Investasi) Danantara sebagai holding BUMN. &amp;quot;Karena dulu saya yang menangani (proyek kereta cepat), jadi supaya berlanjut saya sudah beritahu pak Rosan (CEO Danantara), dan pak Rosan juga sudah sepakat untuk segera kita tangani bersama,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Pada kesempatan itu Luhut menegaskan bahwa penyelenggaraan sistem transportasi publik memang memerlukan dukungan APBN. Tujuannya agar punya harga keekonomian yang tepat dan terjangkau digunakan oleh khalayak luas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya tidak ada satupun di dunia penyelenggaraan sistem transportasi publik yang menguntungkan. Sehingga diperlukan peran pembiayaan dari negara agar konektivitas antar wilayah dan pergerakan masyarakat bisa terakomodir dengan baik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ingat ya, tidak ada publik transport itu di dunia ini yang menguntungkan. Selalu banyak subsidi Pemerintah. Tapi tentu harus subsidi yang betul-betul terukur,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Universitas Indonesia, Toto Pranoto mengatakan beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) telah membengkak hingga USD7,2 miliar atau setara Rp116 triliun.&#13;
&#13;
Toto mengatakan komposisi utang tersebut sekitar 75 persen merupakan pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan suku bunga sekitar 3,5-4 persen. Hal ini membuat konsorsium PT KCIC yang mayoritas dipegang oleh PT KAI perlu membayar bunga utangnya saja sekitar Rp2 triliun per tahun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kita melihat total biaya investasi awal ditambah cost overrun itu kan hampir USD7,2 miliar (utang KCJB). Bahkan utang yang 75 persen dari CDB itu dengan bunga 3,5 sampai 4 persen, mereka (KCIC) harus bayar bunganya saja mungkin Rp2 triliun ya,&amp;quot; ujarnya saat dihubungi MNC Portal.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
