<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Anjlok ke 7.944, Purbaya: Itu Dipengaruhi Sentimen Global, Enggak Apa-Apa</title><description>Purbaya menilai pergerakan pasar saham yang fluktuatif merupakan hal wajar. Hal tersebut menjadi bagian dari dinamika pasar global.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/17/278/3177386/ihsg-anjlok-ke-7-944-purbaya-itu-dipengaruhi-sentimen-global-enggak-apa-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/17/278/3177386/ihsg-anjlok-ke-7-944-purbaya-itu-dipengaruhi-sentimen-global-enggak-apa-apa"/><item><title>IHSG Anjlok ke 7.944, Purbaya: Itu Dipengaruhi Sentimen Global, Enggak Apa-Apa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/17/278/3177386/ihsg-anjlok-ke-7-944-purbaya-itu-dipengaruhi-sentimen-global-enggak-apa-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/17/278/3177386/ihsg-anjlok-ke-7-944-purbaya-itu-dipengaruhi-sentimen-global-enggak-apa-apa</guid><pubDate>Jum'at 17 Oktober 2025 14:27 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/17/278/3177386/purbaya-oY3t_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini.  (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/17/278/3177386/purbaya-oY3t_large.jpg</image><title>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini.  (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini. IHSG anjlok 2,22% ke level 7.944.&#13;
&#13;
Purbaya menilai pergerakan pasar saham yang fluktuatif merupakan hal wajar. Hal tersebut menjadi bagian dari dinamika pasar global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu kan dipengaruhi juga oleh sentimen global, kan nggak apa-apa,&amp;rdquo; ujar Purbaya kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (17/10/2025).&#13;
&#13;
Menurut Purbaya, pelaku pasar saham, termasuk broker dan investor, justru membutuhkan fluktuasi indeks untuk mendapatkan keuntungan dari aktivitas jual-beli saham.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau orang bursa atau broker indeksnya naik terus, dia rugi, nggak bisa trading. Atau flat atau turun terus. Yang bagus adalah di antara itu, mereka bisa ambil untung,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Purbaya menilai pola naik-turun pasar saham juga sering kali dipengaruhi oleh pemberitaan yang silih berganti antara optimisme dan pesimisme.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau Anda lihat Bloomberg TV, itu selalu begitu. Nanti dua minggu beritanya jelek, dua minggu lagi bagus, dua minggu lagi jelek terus dua minggu lagi bagus. Kadang-kadang saya mikir, kenapa nggak dijadiin satu, dikontradik langsung,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Menurutnya, kondisi tersebut bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan, karena yang terpenting adalah keberlanjutan dari perbaikan fundamental ekonomi nasional yang sedang dijalankan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang penting ini, apakah perbaikan yang kita sedang lakukan ini betul-betul sustain atau tidak, atau saya ngomong doang. Nanti mereka akan sadar nggak lama lagi bahwa saya serius, itu akan baik lagi,&amp;rdquo; ujar Purbaya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Purbaya menambahkan, ketika fundamental ekonomi dan kinerja perusahaan membaik, nilai kapitalisasi pasar juga akan ikut menguat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena pada waktu ekonominya bagus, pertumbuhan perusahaan juga bagus, profitabilitas juga bagus, nilai mereka di pasar saham juga akan naik. Yang kita kerjakan adalah memperbaiki fundamental perekonomian,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Purbaya juga menilai euforia pasar beberapa waktu lalu sempat mendorong indeks ke posisi tinggi, namun koreksi yang terjadi belakangan merupakan proses alami.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemarin euforia, kenapa? Karena mereka kayaknya betulan nih, masuk-masuklah rame-rame. Habis itu, wah ketinggian nih, turun dulu lah ambil profit, nanti beli di bawah, naik lagi ke atas. Jadi orang pasar tuh seperti itu,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Purbaya menambahkan, pergerakan media dan sentimen publik juga sering dimanfaatkan untuk memengaruhi arah pasar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau nggak ya, mereka akan pengaruhi media-media seperti Anda juga, yang lain, untuk satu saat negatif terus, nanti saat itu positif supaya bursanya begini. Kira-kira begitu,&amp;rdquo; pungkas Purbaya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini. IHSG anjlok 2,22% ke level 7.944.&#13;
&#13;
Purbaya menilai pergerakan pasar saham yang fluktuatif merupakan hal wajar. Hal tersebut menjadi bagian dari dinamika pasar global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu kan dipengaruhi juga oleh sentimen global, kan nggak apa-apa,&amp;rdquo; ujar Purbaya kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (17/10/2025).&#13;
&#13;
Menurut Purbaya, pelaku pasar saham, termasuk broker dan investor, justru membutuhkan fluktuasi indeks untuk mendapatkan keuntungan dari aktivitas jual-beli saham.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau orang bursa atau broker indeksnya naik terus, dia rugi, nggak bisa trading. Atau flat atau turun terus. Yang bagus adalah di antara itu, mereka bisa ambil untung,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Purbaya menilai pola naik-turun pasar saham juga sering kali dipengaruhi oleh pemberitaan yang silih berganti antara optimisme dan pesimisme.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau Anda lihat Bloomberg TV, itu selalu begitu. Nanti dua minggu beritanya jelek, dua minggu lagi bagus, dua minggu lagi jelek terus dua minggu lagi bagus. Kadang-kadang saya mikir, kenapa nggak dijadiin satu, dikontradik langsung,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Menurutnya, kondisi tersebut bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan, karena yang terpenting adalah keberlanjutan dari perbaikan fundamental ekonomi nasional yang sedang dijalankan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang penting ini, apakah perbaikan yang kita sedang lakukan ini betul-betul sustain atau tidak, atau saya ngomong doang. Nanti mereka akan sadar nggak lama lagi bahwa saya serius, itu akan baik lagi,&amp;rdquo; ujar Purbaya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Purbaya menambahkan, ketika fundamental ekonomi dan kinerja perusahaan membaik, nilai kapitalisasi pasar juga akan ikut menguat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena pada waktu ekonominya bagus, pertumbuhan perusahaan juga bagus, profitabilitas juga bagus, nilai mereka di pasar saham juga akan naik. Yang kita kerjakan adalah memperbaiki fundamental perekonomian,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Purbaya juga menilai euforia pasar beberapa waktu lalu sempat mendorong indeks ke posisi tinggi, namun koreksi yang terjadi belakangan merupakan proses alami.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemarin euforia, kenapa? Karena mereka kayaknya betulan nih, masuk-masuklah rame-rame. Habis itu, wah ketinggian nih, turun dulu lah ambil profit, nanti beli di bawah, naik lagi ke atas. Jadi orang pasar tuh seperti itu,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Purbaya menambahkan, pergerakan media dan sentimen publik juga sering dimanfaatkan untuk memengaruhi arah pasar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau nggak ya, mereka akan pengaruhi media-media seperti Anda juga, yang lain, untuk satu saat negatif terus, nanti saat itu positif supaya bursanya begini. Kira-kira begitu,&amp;rdquo; pungkas Purbaya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
