<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Menguat di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Dagang AS&amp;ndash;China</title><description>Meredanya ketegangan perdagangan AS??&quot;China menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang siap melakukan negosiasi.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/18/278/3177534/wall-street-menguat-di-tengah-meredanya-ketegangan-perang-dagang-as-ndash-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/18/278/3177534/wall-street-menguat-di-tengah-meredanya-ketegangan-perang-dagang-as-ndash-china"/><item><title>Wall Street Menguat di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Dagang AS&amp;ndash;China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/18/278/3177534/wall-street-menguat-di-tengah-meredanya-ketegangan-perang-dagang-as-ndash-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/18/278/3177534/wall-street-menguat-di-tengah-meredanya-ketegangan-perang-dagang-as-ndash-china</guid><pubDate>Sabtu 18 Oktober 2025 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/18/278/3177534/as_china-Jq21_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tensi Perang Dagang AS-China Mereda setelah Presiden Trump Membuka untuk Negosiasi. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/18/278/3177534/as_china-Jq21_large.jpg</image><title>Tensi Perang Dagang AS-China Mereda setelah Presiden Trump Membuka untuk Negosiasi. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bursa saham AS, Wall Street, pekan ini berakhir menguat. Pasar didukung oleh rebound-nya saham bank regional, serta meredanya ketegangan perdagangan AS&amp;ndash;China menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang siap melakukan negosiasi.&#13;
&#13;
Mengutip Investing, Sabtu (18/10/2025), S&amp;amp;P 500 naik 0,53% dan mengakhiri sesi di level 6.664,01 poin, Nasdaq naik 0,52% menjadi 22.679,98 poin, sementara Dow Jones Industrial Average juga menguat 0,52% ke level 46.190,61 poin.&#13;
&#13;
Sebanyak sembilan dari 11 sektor S&amp;amp;P 500 ditutup di zona hijau, dipimpin oleh sektor kebutuhan pokok konsumen (consumer staples) yang naik 1,23%. Secara mingguan, S&amp;amp;P 500 naik 1,7%, Nasdaq naik 2,1%, dan Dow menguat 1,6%.&#13;
&#13;
Meskipun pasar menguat, penutupan kegiatan pemerintah AS (government shutdown) yang kini memasuki minggu ketiga terus membebani kepercayaan investor. Shutdown ini mengganggu perilisan data-data ekonomi dan menimbulkan kekhawatiran tentang pertumbuhan dalam jangka pendek.&#13;
&#13;
Presiden Donald Trump memberikan sinyal adanya potensi perubahan dalam hubungan perdagangan AS&amp;ndash;China. Ia mengindikasikan bahwa tarif tinggi yang saat ini dikenakan pada barang-barang Tiongkok tidak akan dipertahankan dalam jangka panjang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu tidak berkelanjutan,&amp;quot; kata Trump dalam wawancara dengan Fox Business.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu bisa saja bertahan, tetapi mereka memaksa saya melakukan itu,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Trump juga mengungkapkan bahwa ia akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan dalam dua minggu mendatang, mengisyaratkan bahwa pertemuan tersebut dapat membuka jalan bagi negosiasi perdagangan. &amp;quot;Saya pikir kami akan baik-baik saja dengan China,&amp;quot; ujar Trump.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Komentar ini muncul setelah Trump pekan lalu mengancam akan memberlakukan tarif tambahan 100% pada barang-barang China mulai 1 November, sebagai respons terhadap pembatasan ekspor mineral tanah jarang oleh China.&#13;
&#13;
Saham bank-bank regional mengalami rebound dari aksi jual baru-baru ini menyusul rilis laporan keuangan kuartalan yang positif. Namun, kekhawatiran pasar mengenai kondisi pasar kredit yang lebih luas masih menghantui setelah dua pemberi pinjaman menyoroti masalah dengan peminjam mereka.&#13;
&#13;
Zions Bancorporation (ZION) dan Western Alliance Bancorporation (WAL) mengungkapkan kerugian pinjaman terkait potensi penipuan, menghidupkan kembali kekhawatiran tentang lemahnya pengawasan kredit di antara pemberi pinjaman yang lebih kecil.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bursa saham AS, Wall Street, pekan ini berakhir menguat. Pasar didukung oleh rebound-nya saham bank regional, serta meredanya ketegangan perdagangan AS&amp;ndash;China menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang siap melakukan negosiasi.&#13;
&#13;
Mengutip Investing, Sabtu (18/10/2025), S&amp;amp;P 500 naik 0,53% dan mengakhiri sesi di level 6.664,01 poin, Nasdaq naik 0,52% menjadi 22.679,98 poin, sementara Dow Jones Industrial Average juga menguat 0,52% ke level 46.190,61 poin.&#13;
&#13;
Sebanyak sembilan dari 11 sektor S&amp;amp;P 500 ditutup di zona hijau, dipimpin oleh sektor kebutuhan pokok konsumen (consumer staples) yang naik 1,23%. Secara mingguan, S&amp;amp;P 500 naik 1,7%, Nasdaq naik 2,1%, dan Dow menguat 1,6%.&#13;
&#13;
Meskipun pasar menguat, penutupan kegiatan pemerintah AS (government shutdown) yang kini memasuki minggu ketiga terus membebani kepercayaan investor. Shutdown ini mengganggu perilisan data-data ekonomi dan menimbulkan kekhawatiran tentang pertumbuhan dalam jangka pendek.&#13;
&#13;
Presiden Donald Trump memberikan sinyal adanya potensi perubahan dalam hubungan perdagangan AS&amp;ndash;China. Ia mengindikasikan bahwa tarif tinggi yang saat ini dikenakan pada barang-barang Tiongkok tidak akan dipertahankan dalam jangka panjang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu tidak berkelanjutan,&amp;quot; kata Trump dalam wawancara dengan Fox Business.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu bisa saja bertahan, tetapi mereka memaksa saya melakukan itu,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Trump juga mengungkapkan bahwa ia akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan dalam dua minggu mendatang, mengisyaratkan bahwa pertemuan tersebut dapat membuka jalan bagi negosiasi perdagangan. &amp;quot;Saya pikir kami akan baik-baik saja dengan China,&amp;quot; ujar Trump.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Komentar ini muncul setelah Trump pekan lalu mengancam akan memberlakukan tarif tambahan 100% pada barang-barang China mulai 1 November, sebagai respons terhadap pembatasan ekspor mineral tanah jarang oleh China.&#13;
&#13;
Saham bank-bank regional mengalami rebound dari aksi jual baru-baru ini menyusul rilis laporan keuangan kuartalan yang positif. Namun, kekhawatiran pasar mengenai kondisi pasar kredit yang lebih luas masih menghantui setelah dua pemberi pinjaman menyoroti masalah dengan peminjam mereka.&#13;
&#13;
Zions Bancorporation (ZION) dan Western Alliance Bancorporation (WAL) mengungkapkan kerugian pinjaman terkait potensi penipuan, menghidupkan kembali kekhawatiran tentang lemahnya pengawasan kredit di antara pemberi pinjaman yang lebih kecil.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
