<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Hashim, Ada yang Telepon Prabowo Mau Sogok Rp25 Triliun</title><description>Hashim Djojohadikusumo, mengungkap fakta mengejutkan soal dirinya dan Presiden Prabowo yang pernah ditawari suap&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/18/320/3177606/cerita-hashim-ada-yang-telepon-prabowo-mau-sogok-rp25-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/18/320/3177606/cerita-hashim-ada-yang-telepon-prabowo-mau-sogok-rp25-triliun"/><item><title>Cerita Hashim, Ada yang Telepon Prabowo Mau Sogok Rp25 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/18/320/3177606/cerita-hashim-ada-yang-telepon-prabowo-mau-sogok-rp25-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/18/320/3177606/cerita-hashim-ada-yang-telepon-prabowo-mau-sogok-rp25-triliun</guid><pubDate>Sabtu 18 Oktober 2025 14:20 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/18/320/3177606/hashim-71ME_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cerita Hashim, Ada yang Telepon Prabowo Mau Sogok Rp25 Triliun. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/18/320/3177606/hashim-71ME_large.jpg</image><title>Cerita Hashim, Ada yang Telepon Prabowo Mau Sogok Rp25 Triliun. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengungkap fakta mengejutkan soal dirinya dan Presiden Prabowo yang pernah ditawari suap masing-masing USD1,5 miliar dan USD1 miliar. Keduanya menolak, sebagai wujud komitmen dalam memerangi korupsi dan menjaga integritas negara.&#13;
&#13;
Hashim menceritakan ada beberapa pihak yang hendak menyogok dirinya dan Presiden Prabowo dengan nilai miliaran dolar. Namun, tawaran tersebut ditolak sebagai bentuk komitmen pemberantasan korupsi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya ditelepon Pak Prabowo beberapa bulan lalu. &amp;lsquo;Saya mau disogok orang,&amp;rsquo; (kata Prabowo). &amp;lsquo;Berapa?&amp;rsquo; &amp;lsquo;USD1 miliar.&amp;rsquo; Orang nekat, Presiden mau disogok USD1 miliar,&amp;quot; kata Hashim dalam acara Doa Bersama Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) di Jakarta, Sabtu (18/10/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya datang ke Prabowo, saya juga baru mau disogok USD1,5 miliar. Saya bukan pejabat, mau dikasih USD1,5 miliar, itu sekitar Rp25 triliun,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut Hashim, kejadian tersebut terjadi di tengah gencarnya pemberantasan korupsi yang dilakukan Presiden Prabowo. Seperti saat ini, ada 3,7 juta hektare hutan lindung yang digunakan secara ilegal oleh perusahaan sawit.&#13;
&#13;
Hashim mengatakan, Presiden Prabowo telah mengambil tindakan dan mengembalikan hutan lindung tersebut menjadi milik pemerintah. Tindakan ini dinilai akan menguntungkan negara dari sisi tambahan pendapatan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ternyata dilaporkan 3,7 juta hektare hutan lindung dirampas, dicuri oleh pengusaha nakal, dan ditanami kebun sawit. Semua ilegal, tidak bayar PBB, royalti, negara dapat nol,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Hashim mengatakan, berdasarkan laporan dari Kejaksaan Agung dan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), aktivitas ilegal ini sudah berlangsung selama puluhan tahun. Namun, baru mendapatkan penindakan belakangan ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Prabowo kaget, disuruh dikaji lagi (oleh Kejagung dan BPKP). Kalau benar melakukan pelanggaran, harus ditindak. Sekarang 3,7 juta hektare sudah dikuasai kembali oleh negara,&amp;quot; sambungnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengungkap fakta mengejutkan soal dirinya dan Presiden Prabowo yang pernah ditawari suap masing-masing USD1,5 miliar dan USD1 miliar. Keduanya menolak, sebagai wujud komitmen dalam memerangi korupsi dan menjaga integritas negara.&#13;
&#13;
Hashim menceritakan ada beberapa pihak yang hendak menyogok dirinya dan Presiden Prabowo dengan nilai miliaran dolar. Namun, tawaran tersebut ditolak sebagai bentuk komitmen pemberantasan korupsi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya ditelepon Pak Prabowo beberapa bulan lalu. &amp;lsquo;Saya mau disogok orang,&amp;rsquo; (kata Prabowo). &amp;lsquo;Berapa?&amp;rsquo; &amp;lsquo;USD1 miliar.&amp;rsquo; Orang nekat, Presiden mau disogok USD1 miliar,&amp;quot; kata Hashim dalam acara Doa Bersama Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) di Jakarta, Sabtu (18/10/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya datang ke Prabowo, saya juga baru mau disogok USD1,5 miliar. Saya bukan pejabat, mau dikasih USD1,5 miliar, itu sekitar Rp25 triliun,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut Hashim, kejadian tersebut terjadi di tengah gencarnya pemberantasan korupsi yang dilakukan Presiden Prabowo. Seperti saat ini, ada 3,7 juta hektare hutan lindung yang digunakan secara ilegal oleh perusahaan sawit.&#13;
&#13;
Hashim mengatakan, Presiden Prabowo telah mengambil tindakan dan mengembalikan hutan lindung tersebut menjadi milik pemerintah. Tindakan ini dinilai akan menguntungkan negara dari sisi tambahan pendapatan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ternyata dilaporkan 3,7 juta hektare hutan lindung dirampas, dicuri oleh pengusaha nakal, dan ditanami kebun sawit. Semua ilegal, tidak bayar PBB, royalti, negara dapat nol,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Hashim mengatakan, berdasarkan laporan dari Kejaksaan Agung dan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), aktivitas ilegal ini sudah berlangsung selama puluhan tahun. Namun, baru mendapatkan penindakan belakangan ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Prabowo kaget, disuruh dikaji lagi (oleh Kejagung dan BPKP). Kalau benar melakukan pelanggaran, harus ditindak. Sekarang 3,7 juta hektare sudah dikuasai kembali oleh negara,&amp;quot; sambungnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
