<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BCA Raup Laba Rp43,4 Triliun hingga Kuartal III 2025&amp;nbsp;</title><description>PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meraih laba bersih Rp43,4 triliun pada periode Januari - September alias Kuartal III 2025 tumbuh 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/20/278/3178046/bca-raup-laba-rp43-4-triliun-hingga-kuartal-iii-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/20/278/3178046/bca-raup-laba-rp43-4-triliun-hingga-kuartal-iii-2025"/><item><title>BCA Raup Laba Rp43,4 Triliun hingga Kuartal III 2025&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/20/278/3178046/bca-raup-laba-rp43-4-triliun-hingga-kuartal-iii-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/20/278/3178046/bca-raup-laba-rp43-4-triliun-hingga-kuartal-iii-2025</guid><pubDate>Senin 20 Oktober 2025 18:04 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/20/278/3178046/bca_raup_laba-BQtM_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BCA Raup Laba (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/20/278/3178046/bca_raup_laba-BQtM_large.jpg</image><title>BCA Raup Laba (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meraih laba bersih Rp43,4 triliun pada periode Januari - September alias Kuartal III 2025 tumbuh 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Adapun dari sisi penyaluran kredit, hingga kuartal III 2025 meningkat 7,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp944 triliun, seiring ekspansi kredit yang tetap terjaga kualitasnya serta posisi likuiditas yang solid.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, dana pihak ketiga (DPK) naik 7,0% YoY pada periode yang sama dengan CASA tetap menjadi sumber pendanaan utama.&#13;
&#13;
Lewat anak usaha BCA Syariah, perseroan juga memperkuat pembiayaan berbasis prinsip syariah, salah satunya melalui produk pembiayaan emas iB, yang per September 2025 tumbuh signifikan 161,2% YoY.&#13;
&#13;
Dari sisi segmen kredit, kredit korporasi menjadi kontributor terbesar dengan pertumbuhan 10,4% YoY mencapai Rp436,9 triliun. Kredit komersial meningkat 5,7% YoY menjadi Rp142,9 triliun, sedangkan kredit UKM naik 7,7% YoY menjadi Rp129,3 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kredit konsumer tumbuh 3,3% YoY menjadi Rp223,6 triliun, didorong oleh KPR yang naik 6,4% YoY menjadi Rp138,8 triliun. Kualitas aset tetap terjaga dengan LAR membaik ke 5,5% dari 6,1% tahun sebelumnya, serta NPL stabil di 2,1%. Pembiayaan berkelanjutan juga tumbuh pesat, naik 12,7% YoY menjadi Rp241 triliun atau 25,5% dari total portofolio kredit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu dari sisi pendanaan, CASA tetap mendominasi dengan kontribusi 83,8% terhadap total DPK, tumbuh 9,1% YoY menjadi Rp999 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan frekuensi transaksi BCA yang melonjak 78% dalam tiga tahun terakhir.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meraih laba bersih Rp43,4 triliun pada periode Januari - September alias Kuartal III 2025 tumbuh 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Adapun dari sisi penyaluran kredit, hingga kuartal III 2025 meningkat 7,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp944 triliun, seiring ekspansi kredit yang tetap terjaga kualitasnya serta posisi likuiditas yang solid.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, dana pihak ketiga (DPK) naik 7,0% YoY pada periode yang sama dengan CASA tetap menjadi sumber pendanaan utama.&#13;
&#13;
Lewat anak usaha BCA Syariah, perseroan juga memperkuat pembiayaan berbasis prinsip syariah, salah satunya melalui produk pembiayaan emas iB, yang per September 2025 tumbuh signifikan 161,2% YoY.&#13;
&#13;
Dari sisi segmen kredit, kredit korporasi menjadi kontributor terbesar dengan pertumbuhan 10,4% YoY mencapai Rp436,9 triliun. Kredit komersial meningkat 5,7% YoY menjadi Rp142,9 triliun, sedangkan kredit UKM naik 7,7% YoY menjadi Rp129,3 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kredit konsumer tumbuh 3,3% YoY menjadi Rp223,6 triliun, didorong oleh KPR yang naik 6,4% YoY menjadi Rp138,8 triliun. Kualitas aset tetap terjaga dengan LAR membaik ke 5,5% dari 6,1% tahun sebelumnya, serta NPL stabil di 2,1%. Pembiayaan berkelanjutan juga tumbuh pesat, naik 12,7% YoY menjadi Rp241 triliun atau 25,5% dari total portofolio kredit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu dari sisi pendanaan, CASA tetap mendominasi dengan kontribusi 83,8% terhadap total DPK, tumbuh 9,1% YoY menjadi Rp999 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan frekuensi transaksi BCA yang melonjak 78% dalam tiga tahun terakhir.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
