<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Di Depan Purbaya, Mendagri Pamer Pendapatan Daerah Dekati Rp1.000 Triliun</title><description>Kemendagri melaporkan data tren realisasi pendapatan APBD baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota mendekati Rp1.000 triliun.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/20/320/3177897/di-depan-purbaya-mendagri-pamer-pendapatan-daerah-dekati-rp1-000-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/20/320/3177897/di-depan-purbaya-mendagri-pamer-pendapatan-daerah-dekati-rp1-000-triliun"/><item><title> Di Depan Purbaya, Mendagri Pamer Pendapatan Daerah Dekati Rp1.000 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/20/320/3177897/di-depan-purbaya-mendagri-pamer-pendapatan-daerah-dekati-rp1-000-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/20/320/3177897/di-depan-purbaya-mendagri-pamer-pendapatan-daerah-dekati-rp1-000-triliun</guid><pubDate>Senin 20 Oktober 2025 09:40 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/20/320/3177897/mendagri-doHu_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Di Depan Purbaya, Mendagri Pamer Pendapatan Daerah Dekati Rp1.000 Triliun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/20/320/3177897/mendagri-doHu_large.jpg</image><title> Di Depan Purbaya, Mendagri Pamer Pendapatan Daerah Dekati Rp1.000 Triliun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaporkan data tren realisasi pendapatan APBD baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia tahun anggaran 2024-2025 mendekati Rp1.000 triliun, Angka pastinya mencapai Rp949,97 triliun, data ini dimutakhirkan per tanggal 30 September 2025.&#13;
&#13;
Hal ini disampaikan Mendagri Tito Karnavian dalam rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 yang digelar di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025). Rapat turut dihadiri oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi data untuk realisasi pendapatan per September, 30 September ini yang kami catat untuk pendapatan 70,27 persen yaitu Rp949,97 triliun gabungan provinsi, kabupaten/kota. Ini lebih tinggi dibanding tahun 2024 periode yang sama 67,82 persen atau sekitar Rp918,98 triliun,&amp;quot; kata Mendagri dalam paparannya.&#13;
&#13;
Mendagri merincikan data mengenai tren realisasi pendapatan baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Untuk tingkat provinsi, realisasi pendapatannya sebesar Rp258,97 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di tingkat provinsi, ini mohon maaf teman-teman Gubernur. Jadi di 30 September warna nerah 2025 itu (70,01 persen atau Rp258,97 triliun) lebih rendah dibanding periode yang sama 30 September 2024, yaitu 73, 31 persen (Rp278,92 triliun),&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara, realisasi pendapatan dari tingkat Kabupaten seluruh Indonesia menunjukkan angka yang jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Di mana, realisasi pendapatan di tingkat kabupaten sebesar Rp558,32 triliun atau 70,19 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalaui kita lihat data tahun 2025 warna merah itu lebih tinggi 5 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Jadi ini kabupaten ini lebih berprestasi daripada provinsi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Tren yang sama juga terjadi di tingkat kota seluruh Indonesia. D imana, kata Mendagri, realisasi pendapatan memperlihatkan tren yang lebih baik daripada realisasi di tahun 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah kemudian untuk kota, 98 kota juga sama lebih bagus dibanding 2024 yaitu 71, 12 persen (Rp132,67 triliun) dibanding tahun 2024 waktu yang sama September 67,90 persen (Rp120,32 triliun),&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaporkan data tren realisasi pendapatan APBD baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia tahun anggaran 2024-2025 mendekati Rp1.000 triliun, Angka pastinya mencapai Rp949,97 triliun, data ini dimutakhirkan per tanggal 30 September 2025.&#13;
&#13;
Hal ini disampaikan Mendagri Tito Karnavian dalam rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 yang digelar di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025). Rapat turut dihadiri oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi data untuk realisasi pendapatan per September, 30 September ini yang kami catat untuk pendapatan 70,27 persen yaitu Rp949,97 triliun gabungan provinsi, kabupaten/kota. Ini lebih tinggi dibanding tahun 2024 periode yang sama 67,82 persen atau sekitar Rp918,98 triliun,&amp;quot; kata Mendagri dalam paparannya.&#13;
&#13;
Mendagri merincikan data mengenai tren realisasi pendapatan baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Untuk tingkat provinsi, realisasi pendapatannya sebesar Rp258,97 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di tingkat provinsi, ini mohon maaf teman-teman Gubernur. Jadi di 30 September warna nerah 2025 itu (70,01 persen atau Rp258,97 triliun) lebih rendah dibanding periode yang sama 30 September 2024, yaitu 73, 31 persen (Rp278,92 triliun),&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara, realisasi pendapatan dari tingkat Kabupaten seluruh Indonesia menunjukkan angka yang jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Di mana, realisasi pendapatan di tingkat kabupaten sebesar Rp558,32 triliun atau 70,19 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalaui kita lihat data tahun 2025 warna merah itu lebih tinggi 5 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Jadi ini kabupaten ini lebih berprestasi daripada provinsi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Tren yang sama juga terjadi di tingkat kota seluruh Indonesia. D imana, kata Mendagri, realisasi pendapatan memperlihatkan tren yang lebih baik daripada realisasi di tahun 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah kemudian untuk kota, 98 kota juga sama lebih bagus dibanding 2024 yaitu 71, 12 persen (Rp132,67 triliun) dibanding tahun 2024 waktu yang sama September 67,90 persen (Rp120,32 triliun),&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
