<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BLT Rp30 Triliun Cair, Purbaya Yakin Ekonomi Tumbuh di Atas 5,5%</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berada di atas 5,5%&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/21/320/3178325/blt-rp30-triliun-cair-purbaya-yakin-ekonomi-tumbuh-di-atas-5-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/21/320/3178325/blt-rp30-triliun-cair-purbaya-yakin-ekonomi-tumbuh-di-atas-5-5"/><item><title>BLT Rp30 Triliun Cair, Purbaya Yakin Ekonomi Tumbuh di Atas 5,5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/21/320/3178325/blt-rp30-triliun-cair-purbaya-yakin-ekonomi-tumbuh-di-atas-5-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/21/320/3178325/blt-rp30-triliun-cair-purbaya-yakin-ekonomi-tumbuh-di-atas-5-5</guid><pubDate>Selasa 21 Oktober 2025 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/21/320/3178325/purbaya-mBn7_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berada di atas 5,5%. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/21/320/3178325/purbaya-mBn7_large.jpg</image><title>Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berada di atas 5,5%. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berada di atas 5,5%. Hal ini seiring mengalirnya dampak stimulus tambahan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekitar di atas poin 5,5% kan kita nggak pernah proyeksi di atas 5,5 sebelumnya kan. Kalau saya pikir 5,5 atau lebih sedikit,&amp;rdquo; ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (21/10/2025).&#13;
&#13;
Optimisme Purbaya didasari data terkini yang menunjukkan adanya kenaikan penjualan ritel berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), terutama pada September 2025.&#13;
&#13;
Purbaya menilai peningkatan itu mulai mencerminkan dampak dari kebijakan stimulus yang sudah dijalankan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau saya lihat dari data, sepertinya data retail sales BI mulai naik di bulan terakhir ini, di September. Karena sebagian dampak dari uang yang saya generalkan mulai terasa di sistem,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Purbaya memperkirakan bahwa bulan Oktober hingga Desember 2025 akan menunjukkan efek lanjutan dari tambahan dana bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya pikir Oktober, November, Desember akan lebih sebagai dampak yang terlihat di ekonomi. Kita akan lihat terus perkembangan akan seperti apa. Kalau masih kurang, saya akan tambah,&amp;rdquo; kata Purbaya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan adanya tambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra sebesar Rp30 triliun yang bersumber dari realokasi anggaran APBN.&#13;
&#13;
Bantuan ini akan disalurkan kepada 35,04 juta penerima manfaat (KPM) dengan besaran Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan, yakni Oktober hingga Desember 2025.&#13;
&#13;
Purbaya membenarkan bahwa anggaran sebesar Rp30 triliun tersebut berasal dari APBN, dan menegaskan bahwa pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang kuat untuk mendukung kebijakan itu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya anggaran dari kita, dari APBN. Kita kaya kok, jangan liatnya miskin, gini-gini kaya juga. Kalau Rp30 triliun aja bisa langsung ke masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, tambahan stimulus tersebut tidak hanya memberikan bantalan sosial bagi masyarakat berpendapatan rendah, tetapi juga menjadi dorongan langsung bagi konsumsi rumah tangga, yang merupakan penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Dengan tambahan stimulus ini, Purbaya memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2025 bisa mendekati 5,7%, lebih tinggi dari proyeksi awal pemerintah yang berada di kisaran 5,2&amp;ndash;5,5%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi akan membuat yang penting. Kalau dengan seperti itu, saya bukan 5,5 lagi pertumbuhan ekonomi, itungan kita 5,67. Hampir 5,7,&amp;rdquo; ungkapnya optimistis.&#13;
&#13;
Stimulus tambahan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global, sekaligus menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional hingga akhir tahun.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berada di atas 5,5%. Hal ini seiring mengalirnya dampak stimulus tambahan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekitar di atas poin 5,5% kan kita nggak pernah proyeksi di atas 5,5 sebelumnya kan. Kalau saya pikir 5,5 atau lebih sedikit,&amp;rdquo; ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (21/10/2025).&#13;
&#13;
Optimisme Purbaya didasari data terkini yang menunjukkan adanya kenaikan penjualan ritel berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), terutama pada September 2025.&#13;
&#13;
Purbaya menilai peningkatan itu mulai mencerminkan dampak dari kebijakan stimulus yang sudah dijalankan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau saya lihat dari data, sepertinya data retail sales BI mulai naik di bulan terakhir ini, di September. Karena sebagian dampak dari uang yang saya generalkan mulai terasa di sistem,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Purbaya memperkirakan bahwa bulan Oktober hingga Desember 2025 akan menunjukkan efek lanjutan dari tambahan dana bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya pikir Oktober, November, Desember akan lebih sebagai dampak yang terlihat di ekonomi. Kita akan lihat terus perkembangan akan seperti apa. Kalau masih kurang, saya akan tambah,&amp;rdquo; kata Purbaya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan adanya tambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra sebesar Rp30 triliun yang bersumber dari realokasi anggaran APBN.&#13;
&#13;
Bantuan ini akan disalurkan kepada 35,04 juta penerima manfaat (KPM) dengan besaran Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan, yakni Oktober hingga Desember 2025.&#13;
&#13;
Purbaya membenarkan bahwa anggaran sebesar Rp30 triliun tersebut berasal dari APBN, dan menegaskan bahwa pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang kuat untuk mendukung kebijakan itu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya anggaran dari kita, dari APBN. Kita kaya kok, jangan liatnya miskin, gini-gini kaya juga. Kalau Rp30 triliun aja bisa langsung ke masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, tambahan stimulus tersebut tidak hanya memberikan bantalan sosial bagi masyarakat berpendapatan rendah, tetapi juga menjadi dorongan langsung bagi konsumsi rumah tangga, yang merupakan penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Dengan tambahan stimulus ini, Purbaya memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2025 bisa mendekati 5,7%, lebih tinggi dari proyeksi awal pemerintah yang berada di kisaran 5,2&amp;ndash;5,5%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi akan membuat yang penting. Kalau dengan seperti itu, saya bukan 5,5 lagi pertumbuhan ekonomi, itungan kita 5,67. Hampir 5,7,&amp;rdquo; ungkapnya optimistis.&#13;
&#13;
Stimulus tambahan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global, sekaligus menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional hingga akhir tahun.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
