<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uang Beredar di Indonesia Capai Rp9.771,3 Triliun per September 2025</title><description>Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp9.771,3 triliun pada September 2025.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/24/320/3178947/uang-beredar-di-indonesia-capai-rp9-771-3-triliun-per-september-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/24/320/3178947/uang-beredar-di-indonesia-capai-rp9-771-3-triliun-per-september-2025"/><item><title>Uang Beredar di Indonesia Capai Rp9.771,3 Triliun per September 2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/24/320/3178947/uang-beredar-di-indonesia-capai-rp9-771-3-triliun-per-september-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/24/320/3178947/uang-beredar-di-indonesia-capai-rp9-771-3-triliun-per-september-2025</guid><pubDate>Jum'at 24 Oktober 2025 10:26 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/24/320/3178947/rupiah-mp8y_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Beredar di Indonesia Capai Rp9.771,3 Triliun per September 2025 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/24/320/3178947/rupiah-mp8y_large.jpg</image><title>Uang Beredar di Indonesia Capai Rp9.771,3 Triliun per September 2025 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp9.771,3 triliun pada September 2025.&#13;
&#13;
Pertumbuhan M2 tercatat sebesar 8,0 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan Agustus 2025 yang tumbuh 7,6 persen yoy.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 10,7 persen yoy dan uang kuasi sebesar 6,2 persen yoy,&amp;rdquo; tulis Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Jumat (24/10/2025).&#13;
&#13;
BI menjelaskan bahwa peningkatan M2 pada September 2025 dipengaruhi oleh aktiva luar negeri bersih, penyaluran kredit, serta tagihan bersih kepada pemerintah pusat.&#13;
&#13;
Tercatat, aktiva luar negeri bersih tumbuh 12,6 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 10,7 persen yoy.&#13;
&#13;
Sementara itu, penyaluran kredit perbankan mencapai Rp8.051,0 triliun, tumbuh 7,2 persen yoy, juga meningkat dibandingkan 7,0 persen yoy pada Agustus 2025.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, tagihan bersih sistem moneter kepada pemerintah pusat tumbuh 6,5 persen yoy, naik dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang tercatat 5,0 persen yoy.&#13;
&#13;
Sementara itu, uang primer (M0) pada September 2025 meningkat 18,6 persen yoy menjadi Rp2.152,4 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Agustus 2025 yang sebesar 7,3 persen yoy.&#13;
&#13;
Pertumbuhan uang primer ini dipicu oleh lonjakan giro bank umum di BI adjusted sebesar 37,0 persen yoy dan uang kartal yang diedarkan sebesar 13,5 persen yoy.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas,&amp;rdquo; tulis laporan BI tersebut.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp9.771,3 triliun pada September 2025.&#13;
&#13;
Pertumbuhan M2 tercatat sebesar 8,0 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan Agustus 2025 yang tumbuh 7,6 persen yoy.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 10,7 persen yoy dan uang kuasi sebesar 6,2 persen yoy,&amp;rdquo; tulis Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Jumat (24/10/2025).&#13;
&#13;
BI menjelaskan bahwa peningkatan M2 pada September 2025 dipengaruhi oleh aktiva luar negeri bersih, penyaluran kredit, serta tagihan bersih kepada pemerintah pusat.&#13;
&#13;
Tercatat, aktiva luar negeri bersih tumbuh 12,6 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 10,7 persen yoy.&#13;
&#13;
Sementara itu, penyaluran kredit perbankan mencapai Rp8.051,0 triliun, tumbuh 7,2 persen yoy, juga meningkat dibandingkan 7,0 persen yoy pada Agustus 2025.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, tagihan bersih sistem moneter kepada pemerintah pusat tumbuh 6,5 persen yoy, naik dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang tercatat 5,0 persen yoy.&#13;
&#13;
Sementara itu, uang primer (M0) pada September 2025 meningkat 18,6 persen yoy menjadi Rp2.152,4 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Agustus 2025 yang sebesar 7,3 persen yoy.&#13;
&#13;
Pertumbuhan uang primer ini dipicu oleh lonjakan giro bank umum di BI adjusted sebesar 37,0 persen yoy dan uang kartal yang diedarkan sebesar 13,5 persen yoy.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas,&amp;rdquo; tulis laporan BI tersebut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
