<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Purbaya Ngaku Tak Bisa Lagi Ceplas-Ceplos: Nanti Dimarahin</title><description>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan kepada masyarakat.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/29/320/3179975/purbaya-ngaku-tak-bisa-lagi-ceplas-ceplos-nanti-dimarahin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/29/320/3179975/purbaya-ngaku-tak-bisa-lagi-ceplas-ceplos-nanti-dimarahin"/><item><title>Purbaya Ngaku Tak Bisa Lagi Ceplas-Ceplos: Nanti Dimarahin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/29/320/3179975/purbaya-ngaku-tak-bisa-lagi-ceplas-ceplos-nanti-dimarahin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/29/320/3179975/purbaya-ngaku-tak-bisa-lagi-ceplas-ceplos-nanti-dimarahin</guid><pubDate>Rabu 29 Oktober 2025 08:28 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/29/320/3179975/purbaya-irlT_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Purbaya pun merespons pernyataan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia soal tukin pegawai Kementerian ESDM. (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/29/320/3179975/purbaya-irlT_large.jpg</image><title>Purbaya pun merespons pernyataan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia soal tukin pegawai Kementerian ESDM. (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan kepada masyarakat. Dirinya tak lagi bisa berbicara spontan seperti dulu, terutama terkait isu-isu sensitif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Katanya ngomongnya mesti gitu sekarang, enggak boleh ceplas-ceplos, nanti saya dimarahin, kira-kira gitu ya,&amp;rdquo; kata Purbaya, Rabu (29/10/2025).&#13;
&#13;
Purbaya pun merespons pernyataan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia soal tukin pegawai Kementerian ESDM naik hingga 100%. Namun, Purbaya mengaku belum mendapat informasi resmi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kenaikan 100% atau menjadi 100? Saya belum tahu. Kalau ada surat dari kementerian, ya kita ikut. Tapi saya belum tahu untuk ESDM seperti apa,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Menurutnya, anggaran untuk tunjangan sudah tersedia, namun keputusan final masih menunggu arahan pemerintah pusat. Soal kemungkinan kenaikan tukin di Kementerian Keuangan, Purbaya menjawab ringan:&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita lihat saja nanti. Kalau untuk saya sih gaji sudah kegedean,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Perubahan gaya pernyataan Purbaya ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap disiplin komunikasi pejabat pemerintah, terutama setelah beberapa kali pernyataan menteri memicu tafsir beragam di publik.&#13;
&#13;
Sebelumnya, mantan Kepala Public Communication Office (PCO) Hasan Nasbi, yang kini menjabat Komisaris Pertamina, menyoroti gaya komunikasi pejabat yang dinilainya terlalu reaktif dan ceplas-ceplos tanpa koordinasi antar-kementerian.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut Hasan, gaya komunikasi seperti itu dapat melemahkan soliditas pemerintah dan membuka peluang bagi pihak-pihak yang tidak menyukai kebijakan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kita bicara dalam konteks pemerintah, sesama anggota kabinet enggak bisa baku tikam terus-terusan di depan umum. Karena itu akan melemahkan pemerintah,&amp;rdquo; ujar Hasan.&#13;
&#13;
Hasan juga menilai gaya komunikasi yang terlalu &amp;ldquo;koboi&amp;rdquo; atau tampil spontan di depan publik hanya akan menghibur sementara waktu. Namun, pada akhirnya publik akan menagih hasil kerja, bukan sekadar pernyataan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Enggak tahu ya, mungkin tiba-tiba butuh hiburan. Jadi sekarang main entertain, ini publiklah, persepsi publik. Tapi lagi-lagi itu yang saya bilang: setelah beberapa bulan nanti, yang ditagih itu bukan lagi pernyataan, yang ditagih itu nanti pasti hasil kerjaan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan kepada masyarakat. Dirinya tak lagi bisa berbicara spontan seperti dulu, terutama terkait isu-isu sensitif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Katanya ngomongnya mesti gitu sekarang, enggak boleh ceplas-ceplos, nanti saya dimarahin, kira-kira gitu ya,&amp;rdquo; kata Purbaya, Rabu (29/10/2025).&#13;
&#13;
Purbaya pun merespons pernyataan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia soal tukin pegawai Kementerian ESDM naik hingga 100%. Namun, Purbaya mengaku belum mendapat informasi resmi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kenaikan 100% atau menjadi 100? Saya belum tahu. Kalau ada surat dari kementerian, ya kita ikut. Tapi saya belum tahu untuk ESDM seperti apa,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Menurutnya, anggaran untuk tunjangan sudah tersedia, namun keputusan final masih menunggu arahan pemerintah pusat. Soal kemungkinan kenaikan tukin di Kementerian Keuangan, Purbaya menjawab ringan:&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita lihat saja nanti. Kalau untuk saya sih gaji sudah kegedean,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Perubahan gaya pernyataan Purbaya ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap disiplin komunikasi pejabat pemerintah, terutama setelah beberapa kali pernyataan menteri memicu tafsir beragam di publik.&#13;
&#13;
Sebelumnya, mantan Kepala Public Communication Office (PCO) Hasan Nasbi, yang kini menjabat Komisaris Pertamina, menyoroti gaya komunikasi pejabat yang dinilainya terlalu reaktif dan ceplas-ceplos tanpa koordinasi antar-kementerian.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut Hasan, gaya komunikasi seperti itu dapat melemahkan soliditas pemerintah dan membuka peluang bagi pihak-pihak yang tidak menyukai kebijakan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kita bicara dalam konteks pemerintah, sesama anggota kabinet enggak bisa baku tikam terus-terusan di depan umum. Karena itu akan melemahkan pemerintah,&amp;rdquo; ujar Hasan.&#13;
&#13;
Hasan juga menilai gaya komunikasi yang terlalu &amp;ldquo;koboi&amp;rdquo; atau tampil spontan di depan publik hanya akan menghibur sementara waktu. Namun, pada akhirnya publik akan menagih hasil kerja, bukan sekadar pernyataan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Enggak tahu ya, mungkin tiba-tiba butuh hiburan. Jadi sekarang main entertain, ini publiklah, persepsi publik. Tapi lagi-lagi itu yang saya bilang: setelah beberapa bulan nanti, yang ditagih itu bukan lagi pernyataan, yang ditagih itu nanti pasti hasil kerjaan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
