<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>YLKI: Positif, Upaya Pertamina Hadapi Kasus Pertalite di Jatim</title><description>Upaya yang dilakukan Pertamina untuk menghadapi maraknya motor ??~brebet?? setelah mengisi Pertalite, merupakan hal positif&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/31/320/3180576/ylki-positif-upaya-pertamina-hadapi-kasus-pertalite-di-jatim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/10/31/320/3180576/ylki-positif-upaya-pertamina-hadapi-kasus-pertalite-di-jatim"/><item><title>YLKI: Positif, Upaya Pertamina Hadapi Kasus Pertalite di Jatim</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/10/31/320/3180576/ylki-positif-upaya-pertamina-hadapi-kasus-pertalite-di-jatim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/10/31/320/3180576/ylki-positif-upaya-pertamina-hadapi-kasus-pertalite-di-jatim</guid><pubDate>Jum'at 31 Oktober 2025 23:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/31/320/3180576/bbm-DWZc_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">YLKI: Positif, Upaya Pertamina Hadapi Kasus Pertalite di Jatim</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/31/320/3180576/bbm-DWZc_large.jpg</image><title>YLKI: Positif, Upaya Pertamina Hadapi Kasus Pertalite di Jatim</title></images><description>JAKARTA - Berbagai upaya yang dilakukan Pertamina untuk menghadapi maraknya motor &amp;lsquo;brebet&amp;rsquo; setelah mengisi Pertalite, merupakan hal positif dan memang harus dilakukan. Demikian disampaikan Ketua Umum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Niti Emiliana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tentu positif. Dan hal tersebut memang harus dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban investigasi di lapangan,&amp;rdquo; kata Niti di Jakarta, Jumat (31/10/2025).&#13;
&#13;
Berbagai upaya Pertamina yang dimaksud Niti, antara lain dengan melakukan uji laboratorium terhadap produk Pertalite. Terutama yang berasal dari Terminal BBM Tuban dan Terminal BBM Surabaya, yang&amp;nbsp; diduga menyebabkan keluhan konsumen tersebut. Selain itu, upaya Pertamina dengan membuka 17 titik posko pengaduan yang ditempatkan di sekitar SPBU yang dicurigai bermasalah.&#13;
&#13;
Begitu pun Niti berharap, Pertamina transparan kepada konsumen mengenai hasil uji laboratorium tersebut. &amp;rdquo;Hasil uji laboratorium harus terbuka dan diinformasikan kepada publik. Selain itu, tindak lanjut dari hasil pemeriksaan ini juga harus diinformasikan,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Konsumen yang benar-benar mengalami kerugian dalam insiden ini juga harus mendapatkan kompensasi ganti rugi terhadap dampak tersebut,&amp;rdquo; lanjut Niti.&#13;
&#13;
Sementara untuk mencegah kejadian berulang di masa mendatang, Niti menekankan pentingnya pengawasan. Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara berkala dalam bentuk pencegahan. &amp;rdquo;Bukan hanya sebatas mencari bukti ketika permasalah terjadi,&amp;rdquo; jelas Niti.&#13;
&#13;
Tak kalah penting, Pertamina juga harus menindak tegas SPBU jika terbukti melakukan pelanggaran. &amp;rdquo;Tetapkan sanksi yang tegas kepada SPBU yang benar-benar terbukti melakukan pelanggaran. Serta perbaikan secara menyeluruh untuk meningkatkan kualitas dan kepercayaan konsumen,&amp;rdquo; tutup Niti.&#13;
&#13;
Sementara, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Timur Agus Muttaqin menilai positif inisiatif Pertamina yang membuka 17 posko pengaduan pemilik motor rusak setelah mengisi Pertalite.&#13;
&#13;
Pembukaan posko merupakan pelaksanaan dari Perpres Nomor 76 Tahun 2013 tentang Sistem Pengaduan Pelayanan Publik. &amp;lsquo;&amp;rsquo;Sudah betul, segera dibentuk tim complaint handling. Ini bisa meredam sekaligus solusi cepat menangani permasalahan di masyarakat,&amp;rsquo;&amp;rsquo; jelas Agus.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara terkait investigasi, kata Agus, Ombudsman RI Jawa Timur juga mendesak pembentukan tim independen untuk mengusut kasus ini. Tim independen beranggotakan kelembagaan yang memiliki kewenangan sesuai kewenangan perundang-undangan. Selain itu, dari kalangan akademisi-profesional yang memiliki kompetensi/keahlian di bidang energi.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Pertamina telah mengambil langkah cepat guna menyikapi maraknya motor &amp;rsquo;brebet&amp;rsquo; setelah mengisi Pertalite di beberapa SPBU di Jawa Tmur. Langkah yang diambil antara lain melakukan uji laboratorium, membuka posko-posko pengaduan, dan melakukan investigasi terkait kasus ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, Pertamina juga memastikan penyaluran produk BBM tetap berjalan lancar agar pemenuhan kebutuhan energi masyarakat tidak terganggu.&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Berbagai upaya yang dilakukan Pertamina untuk menghadapi maraknya motor &amp;lsquo;brebet&amp;rsquo; setelah mengisi Pertalite, merupakan hal positif dan memang harus dilakukan. Demikian disampaikan Ketua Umum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Niti Emiliana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tentu positif. Dan hal tersebut memang harus dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban investigasi di lapangan,&amp;rdquo; kata Niti di Jakarta, Jumat (31/10/2025).&#13;
&#13;
Berbagai upaya Pertamina yang dimaksud Niti, antara lain dengan melakukan uji laboratorium terhadap produk Pertalite. Terutama yang berasal dari Terminal BBM Tuban dan Terminal BBM Surabaya, yang&amp;nbsp; diduga menyebabkan keluhan konsumen tersebut. Selain itu, upaya Pertamina dengan membuka 17 titik posko pengaduan yang ditempatkan di sekitar SPBU yang dicurigai bermasalah.&#13;
&#13;
Begitu pun Niti berharap, Pertamina transparan kepada konsumen mengenai hasil uji laboratorium tersebut. &amp;rdquo;Hasil uji laboratorium harus terbuka dan diinformasikan kepada publik. Selain itu, tindak lanjut dari hasil pemeriksaan ini juga harus diinformasikan,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Konsumen yang benar-benar mengalami kerugian dalam insiden ini juga harus mendapatkan kompensasi ganti rugi terhadap dampak tersebut,&amp;rdquo; lanjut Niti.&#13;
&#13;
Sementara untuk mencegah kejadian berulang di masa mendatang, Niti menekankan pentingnya pengawasan. Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara berkala dalam bentuk pencegahan. &amp;rdquo;Bukan hanya sebatas mencari bukti ketika permasalah terjadi,&amp;rdquo; jelas Niti.&#13;
&#13;
Tak kalah penting, Pertamina juga harus menindak tegas SPBU jika terbukti melakukan pelanggaran. &amp;rdquo;Tetapkan sanksi yang tegas kepada SPBU yang benar-benar terbukti melakukan pelanggaran. Serta perbaikan secara menyeluruh untuk meningkatkan kualitas dan kepercayaan konsumen,&amp;rdquo; tutup Niti.&#13;
&#13;
Sementara, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Timur Agus Muttaqin menilai positif inisiatif Pertamina yang membuka 17 posko pengaduan pemilik motor rusak setelah mengisi Pertalite.&#13;
&#13;
Pembukaan posko merupakan pelaksanaan dari Perpres Nomor 76 Tahun 2013 tentang Sistem Pengaduan Pelayanan Publik. &amp;lsquo;&amp;rsquo;Sudah betul, segera dibentuk tim complaint handling. Ini bisa meredam sekaligus solusi cepat menangani permasalahan di masyarakat,&amp;rsquo;&amp;rsquo; jelas Agus.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara terkait investigasi, kata Agus, Ombudsman RI Jawa Timur juga mendesak pembentukan tim independen untuk mengusut kasus ini. Tim independen beranggotakan kelembagaan yang memiliki kewenangan sesuai kewenangan perundang-undangan. Selain itu, dari kalangan akademisi-profesional yang memiliki kompetensi/keahlian di bidang energi.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Pertamina telah mengambil langkah cepat guna menyikapi maraknya motor &amp;rsquo;brebet&amp;rsquo; setelah mengisi Pertalite di beberapa SPBU di Jawa Tmur. Langkah yang diambil antara lain melakukan uji laboratorium, membuka posko-posko pengaduan, dan melakukan investigasi terkait kasus ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, Pertamina juga memastikan penyaluran produk BBM tetap berjalan lancar agar pemenuhan kebutuhan energi masyarakat tidak terganggu.&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
