<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Sesi I Melesat 1,16% Usai Data Inflasi dan Surplus Neraca Dagang</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi pertama melesat usai pengumuman data neraca perdagangan&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/03/278/3181008/ihsg-sesi-i-melesat-1-16-usai-data-inflasi-dan-surplus-neraca-dagang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/11/03/278/3181008/ihsg-sesi-i-melesat-1-16-usai-data-inflasi-dan-surplus-neraca-dagang"/><item><title>IHSG Sesi I Melesat 1,16% Usai Data Inflasi dan Surplus Neraca Dagang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/03/278/3181008/ihsg-sesi-i-melesat-1-16-usai-data-inflasi-dan-surplus-neraca-dagang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/11/03/278/3181008/ihsg-sesi-i-melesat-1-16-usai-data-inflasi-dan-surplus-neraca-dagang</guid><pubDate>Senin 03 November 2025 12:31 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/03/278/3181008/saham-9JIH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks saham menguat 94,95 poin atau 1,16% ke level 8.258,83. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/03/278/3181008/saham-9JIH_large.jpg</image><title>Indeks saham menguat 94,95 poin atau 1,16% ke level 8.258,83. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi pertama melesat usai pengumuman data neraca perdagangan dan inflasi Oktober 2025 yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS). Indeks saham menguat 94,95 poin atau 1,16% ke level 8.258,83.&#13;
&#13;
BPS melaporkan bahwa terjadi inflasi pada Oktober 2025 secara bulanan sebesar 0,28%. Sedangkan neraca perdagangan barang Indonesia surplus USD4,34 miliar pada September 2025.&#13;
&#13;
Kinerja positif bursa juga ditopang penguatan saham-saham berkapitalisasi besar di sektor energi, infrastruktur, dan telekomunikasi.&#13;
&#13;
Nilai transaksi mencapai Rp9,10 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 13,37 miliar saham dari 1,27 juta kali transaksi.&#13;
&#13;
Sebanyak 355 saham menguat, 309 melemah, dan 291 stagnan.&#13;
&#13;
Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp15.011 triliun.&#13;
&#13;
Secara sektoral, penguatan dipimpin oleh sektor barang konsumer siklikal yang naik 2,08%, disusul infrastruktur 1,82%, dan energi 1,16%.&#13;
&#13;
Adapun sektor properti dan industri non-siklikal menjadi pemberat dengan koreksi masing-masing 2,70% dan 0,19%.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada indeks LQ45, beberapa saham top gainers antara lain PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin penguatan dengan naik 5,22% ke level Rp3.630.&#13;
&#13;
Disusul PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang naik 4,36% ke Rp3.350, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang menguat 3,88% ke Rp1.340.&#13;
&#13;
Sementara itu, saham top losers adalah PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) turun 3,60% ke Rp1.205, diikuti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang melemah 2,49% ke Rp1.960, serta PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang terkoreksi 2,11% ke Rp4.650.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi pertama melesat usai pengumuman data neraca perdagangan dan inflasi Oktober 2025 yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS). Indeks saham menguat 94,95 poin atau 1,16% ke level 8.258,83.&#13;
&#13;
BPS melaporkan bahwa terjadi inflasi pada Oktober 2025 secara bulanan sebesar 0,28%. Sedangkan neraca perdagangan barang Indonesia surplus USD4,34 miliar pada September 2025.&#13;
&#13;
Kinerja positif bursa juga ditopang penguatan saham-saham berkapitalisasi besar di sektor energi, infrastruktur, dan telekomunikasi.&#13;
&#13;
Nilai transaksi mencapai Rp9,10 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 13,37 miliar saham dari 1,27 juta kali transaksi.&#13;
&#13;
Sebanyak 355 saham menguat, 309 melemah, dan 291 stagnan.&#13;
&#13;
Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp15.011 triliun.&#13;
&#13;
Secara sektoral, penguatan dipimpin oleh sektor barang konsumer siklikal yang naik 2,08%, disusul infrastruktur 1,82%, dan energi 1,16%.&#13;
&#13;
Adapun sektor properti dan industri non-siklikal menjadi pemberat dengan koreksi masing-masing 2,70% dan 0,19%.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada indeks LQ45, beberapa saham top gainers antara lain PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin penguatan dengan naik 5,22% ke level Rp3.630.&#13;
&#13;
Disusul PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang naik 4,36% ke Rp3.350, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang menguat 3,88% ke Rp1.340.&#13;
&#13;
Sementara itu, saham top losers adalah PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) turun 3,60% ke Rp1.205, diikuti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang melemah 2,49% ke Rp1.960, serta PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang terkoreksi 2,11% ke Rp4.650.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
