<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nilai Impor RI Tembus USD176,32 Miliar, Naik 2,62%</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor sepanjang Januari hingga September 2025 sebesar USD176,32 miliar.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/03/320/3180987/nilai-impor-ri-tembus-usd176-32-miliar-naik-2-62</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/11/03/320/3180987/nilai-impor-ri-tembus-usd176-32-miliar-naik-2-62"/><item><title>Nilai Impor RI Tembus USD176,32 Miliar, Naik 2,62%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/03/320/3180987/nilai-impor-ri-tembus-usd176-32-miliar-naik-2-62</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/11/03/320/3180987/nilai-impor-ri-tembus-usd176-32-miliar-naik-2-62</guid><pubDate>Senin 03 November 2025 11:37 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/03/320/3180987/pelabuhan-Y0hu_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Impor Indonesia naik sebesar 2,62% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/03/320/3180987/pelabuhan-Y0hu_large.jpg</image><title>Impor Indonesia naik sebesar 2,62% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor sepanjang Januari hingga September 2025 sebesar USD176,32 miliar. Angka ini naik sebesar 2,62% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, impor migas senilai USD23,75 miliar atau turun 11,21 persen. Sementara itu, impor nonmigas senilai USD152,58 miliar mengalami kenaikan 5,17 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sepanjang Januari hingga September 2025, total nilai impor mencapai USD176,32 miliar atau naik 2,62% dibanding periode yang sama pada tahun lalu,&amp;quot; ujar Pudji dalam konferensi pers Rilis BPS, Senin (3/11/2025).&#13;
&#13;
Menurut Pudji, jika dilihat menurut penggunaannya, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada barang modal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagai penyumbang peningkatan impor, nilai impor barang modal mencapai USD35,90 miliar atau naik 19,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan memberikan andil peningkatan sebesar 3,36 persen,&amp;quot; ungkap Pudji.&#13;
&#13;
Sedangkan impor barang modal yang naik cukup besar yaitu mesin atau peralatan elektrik dan bagiannya, mesin atau peralatan mekanis dan bagiannya, serta kendaraan dan bagiannya.&#13;
&#13;
Kemudian impor bahan baku penolong turun 0,74 persen menjadi USD124,4 miliar, begitu juga untuk impor barang konsumsi yang mengalami penurunan sebesar 2,06 persen sehingga menjadi USD16,02 miliar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jika dilihat menurut negara dan kawasan asal impor, peningkatan nilai impor terjadi dari China, Jepang, dan Amerika Serikat. Selain itu, ASEAN dan Uni Eropa mengalami penurunan.&#13;
&#13;
Berdasarkan data BPS, pada September 2025 total nilai impor mencapai USD20,34 miliar atau naik 7,17 persen dibandingkan September tahun lalu.&#13;
&#13;
Nilai impor migas secara bulanan sebesar USD2,64 miliar atau naik 4,29 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai impor nonmigas USD17,70 miliar dan mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 7,62 persen.&#13;
&#13;
Menurut Pudji, peningkatan nilai impor secara tahunan ini didorong oleh kenaikan impor nonmigas dengan andil kenaikan sebesar 6,60 persen.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor sepanjang Januari hingga September 2025 sebesar USD176,32 miliar. Angka ini naik sebesar 2,62% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, impor migas senilai USD23,75 miliar atau turun 11,21 persen. Sementara itu, impor nonmigas senilai USD152,58 miliar mengalami kenaikan 5,17 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sepanjang Januari hingga September 2025, total nilai impor mencapai USD176,32 miliar atau naik 2,62% dibanding periode yang sama pada tahun lalu,&amp;quot; ujar Pudji dalam konferensi pers Rilis BPS, Senin (3/11/2025).&#13;
&#13;
Menurut Pudji, jika dilihat menurut penggunaannya, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada barang modal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagai penyumbang peningkatan impor, nilai impor barang modal mencapai USD35,90 miliar atau naik 19,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan memberikan andil peningkatan sebesar 3,36 persen,&amp;quot; ungkap Pudji.&#13;
&#13;
Sedangkan impor barang modal yang naik cukup besar yaitu mesin atau peralatan elektrik dan bagiannya, mesin atau peralatan mekanis dan bagiannya, serta kendaraan dan bagiannya.&#13;
&#13;
Kemudian impor bahan baku penolong turun 0,74 persen menjadi USD124,4 miliar, begitu juga untuk impor barang konsumsi yang mengalami penurunan sebesar 2,06 persen sehingga menjadi USD16,02 miliar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jika dilihat menurut negara dan kawasan asal impor, peningkatan nilai impor terjadi dari China, Jepang, dan Amerika Serikat. Selain itu, ASEAN dan Uni Eropa mengalami penurunan.&#13;
&#13;
Berdasarkan data BPS, pada September 2025 total nilai impor mencapai USD20,34 miliar atau naik 7,17 persen dibandingkan September tahun lalu.&#13;
&#13;
Nilai impor migas secara bulanan sebesar USD2,64 miliar atau naik 4,29 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai impor nonmigas USD17,70 miliar dan mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 7,62 persen.&#13;
&#13;
Menurut Pudji, peningkatan nilai impor secara tahunan ini didorong oleh kenaikan impor nonmigas dengan andil kenaikan sebesar 6,60 persen.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
