<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Dagang RI Surplus 65 Bulan Berturut-turut, September Tembus USD4,34 Miliar</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar USD4,34 miliar pada September 2025&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/03/320/3180992/neraca-dagang-ri-surplus-65-bulan-berturut-turut-september-tembus-usd4-34-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/11/03/320/3180992/neraca-dagang-ri-surplus-65-bulan-berturut-turut-september-tembus-usd4-34-miliar"/><item><title>Neraca Dagang RI Surplus 65 Bulan Berturut-turut, September Tembus USD4,34 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/03/320/3180992/neraca-dagang-ri-surplus-65-bulan-berturut-turut-september-tembus-usd4-34-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/11/03/320/3180992/neraca-dagang-ri-surplus-65-bulan-berturut-turut-september-tembus-usd4-34-miliar</guid><pubDate>Senin 03 November 2025 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/03/320/3180992/pelabuhan-pcYV_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Neraca Dagang RI Surplus 65 Bulan Berturut-turut. (Foto: Okezone.com/Pelindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/03/320/3180992/pelabuhan-pcYV_large.jpg</image><title>Neraca Dagang RI Surplus 65 Bulan Berturut-turut. (Foto: Okezone.com/Pelindo)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar USD4,34 miliar pada September 2025. Surplus ini menjadi yang ke-65 bulan berturut-turut.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, nilai surplus ini terjadi selama 65 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus pada September 2025 ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas yaitu sebesar USD5,99 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utamanya adalah lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja,&amp;quot; kata Pudji dalam konferensi pers Rilis BPS, Senin (3/11/2025).&#13;
&#13;
Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar USD1,64 miliar dengan komoditas penyumbangnya adalah hasil minyak dan minyak mentah.&#13;
&#13;
Secara kumulatif Januari hingga September 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar USD33,48 miliar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus sepanjang Januari hingga September 2025 ini lebih ditopang oleh surplus komoditas nonmigas yaitu sebesar USD47,20 miliar. Sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD13,71 miliar,&amp;quot; ungkap Pudji.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan data BPS, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan beberapa negara dengan tiga terbesar yakni Amerika Serikat USD13,48 miliar, India USD10,45 miliar, dan Filipina USD6,54 miliar.&#13;
&#13;
Sementara itu, Indonesia mengalami defisit dengan China sebesar -USD14,32 miliar, Singapura -USD3,43 miliar, dan Australia -USD4,01 miliar.&#13;
&#13;
Untuk neraca perdagangan kelompok nonmigas, tiga penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat USD15,70 miliar, India USD10,52 miliar, dan Filipina USD6,45 miliar.&#13;
&#13;
Sedangkan penyumbang defisit terdalam pada kelompok nonmigas adalah China -USD15,60 miliar, Australia -USD3,38 miliar, dan Thailand -USD1,29 miliar.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar USD4,34 miliar pada September 2025. Surplus ini menjadi yang ke-65 bulan berturut-turut.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, nilai surplus ini terjadi selama 65 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus pada September 2025 ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas yaitu sebesar USD5,99 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utamanya adalah lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja,&amp;quot; kata Pudji dalam konferensi pers Rilis BPS, Senin (3/11/2025).&#13;
&#13;
Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar USD1,64 miliar dengan komoditas penyumbangnya adalah hasil minyak dan minyak mentah.&#13;
&#13;
Secara kumulatif Januari hingga September 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar USD33,48 miliar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus sepanjang Januari hingga September 2025 ini lebih ditopang oleh surplus komoditas nonmigas yaitu sebesar USD47,20 miliar. Sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD13,71 miliar,&amp;quot; ungkap Pudji.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan data BPS, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan beberapa negara dengan tiga terbesar yakni Amerika Serikat USD13,48 miliar, India USD10,45 miliar, dan Filipina USD6,54 miliar.&#13;
&#13;
Sementara itu, Indonesia mengalami defisit dengan China sebesar -USD14,32 miliar, Singapura -USD3,43 miliar, dan Australia -USD4,01 miliar.&#13;
&#13;
Untuk neraca perdagangan kelompok nonmigas, tiga penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat USD15,70 miliar, India USD10,52 miliar, dan Filipina USD6,45 miliar.&#13;
&#13;
Sedangkan penyumbang defisit terdalam pada kelompok nonmigas adalah China -USD15,60 miliar, Australia -USD3,38 miliar, dan Thailand -USD1,29 miliar.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
