<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Rumah Mewah dan Menengah Masih Lesu</title><description>Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer tumbuh terbatas&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/06/470/3181725/penjualan-rumah-mewah-dan-menengah-masih-lesu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/11/06/470/3181725/penjualan-rumah-mewah-dan-menengah-masih-lesu"/><item><title>Penjualan Rumah Mewah dan Menengah Masih Lesu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/06/470/3181725/penjualan-rumah-mewah-dan-menengah-masih-lesu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/11/06/470/3181725/penjualan-rumah-mewah-dan-menengah-masih-lesu</guid><pubDate>Kamis 06 November 2025 11:37 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/06/470/3181725/rumah-Y3I9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mayoritas pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui skema pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/06/470/3181725/rumah-Y3I9_large.jpg</image><title>Mayoritas pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui skema pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer tumbuh terbatas pada kuartal III-2025.&#13;
&#13;
Hal tersebut tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal III-2025 yang tumbuh sebesar 0,84% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal II-2025 sebesar 0,90% (yoy).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sejalan dengan perkembangan harga, penjualan unit properti residensial tipe menengah dan besar juga masih belum kuat di tengah positifnya penjualan properti residensial tipe kecil,&amp;rdquo; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Kamis (6/11/2025).&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, penjualan unit properti residensial di pasar primer tercatat mengalami kontraksi sebesar 1,29 persen (yoy), membaik dari kuartal sebelumnya yang tercatat mengalami kontraksi sebesar 3,80 persen (yoy).&#13;
&#13;
Sementara dari sisi pembiayaan, survei menunjukkan bahwa sumber utama pendanaan untuk pembangunan properti residensial masih berasal dari dana internal pengembang, dengan pangsa mencapai 77,67 persen.&#13;
&#13;
Dari sisi konsumen, lanjut Ramdan, mayoritas pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui skema pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 74,41 persen dari total pembiayaan.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer tumbuh terbatas pada kuartal III-2025.&#13;
&#13;
Hal tersebut tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal III-2025 yang tumbuh sebesar 0,84% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal II-2025 sebesar 0,90% (yoy).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sejalan dengan perkembangan harga, penjualan unit properti residensial tipe menengah dan besar juga masih belum kuat di tengah positifnya penjualan properti residensial tipe kecil,&amp;rdquo; ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Kamis (6/11/2025).&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, penjualan unit properti residensial di pasar primer tercatat mengalami kontraksi sebesar 1,29 persen (yoy), membaik dari kuartal sebelumnya yang tercatat mengalami kontraksi sebesar 3,80 persen (yoy).&#13;
&#13;
Sementara dari sisi pembiayaan, survei menunjukkan bahwa sumber utama pendanaan untuk pembangunan properti residensial masih berasal dari dana internal pengembang, dengan pangsa mencapai 77,67 persen.&#13;
&#13;
Dari sisi konsumen, lanjut Ramdan, mayoritas pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui skema pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 74,41 persen dari total pembiayaan.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
