<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Variatif, Investor Tunggu Akhir Shutdown AS</title><description>Wall Street, dibuka variatif pada perdagangan Selasa waktu setempat.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/11/278/3182971/wall-street-variatif-investor-tunggu-akhir-shutdown-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/11/11/278/3182971/wall-street-variatif-investor-tunggu-akhir-shutdown-as"/><item><title>Wall Street Variatif, Investor Tunggu Akhir Shutdown AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/11/278/3182971/wall-street-variatif-investor-tunggu-akhir-shutdown-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/11/11/278/3182971/wall-street-variatif-investor-tunggu-akhir-shutdown-as</guid><pubDate>Selasa 11 November 2025 21:24 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/11/278/3182971/saham-wXuM_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bursa saham AS, Wall Street, dibuka variatif pada perdagangan Selasa waktu setempat. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/11/278/3182971/saham-wXuM_large.jpg</image><title>Bursa saham AS, Wall Street, dibuka variatif pada perdagangan Selasa waktu setempat. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Bursa saham AS, Wall Street, dibuka variatif pada perdagangan Selasa waktu setempat. Investor masih menantikan akhir shutdown pemerintahan AS.&#13;
&#13;
Saham teknologi memimpin penguatan di tengah optimisme bahwa penutupan sebagian pemerintahan (shutdown) Amerika Serikat akan segera berakhir.&#13;
&#13;
Dow Jones naik 25 poin atau 0,1 persen, sementara S&amp;amp;P 500 turun 10 poin atau 0,2 persen, dan Nasdaq melemah 85 poin atau 0,3 persen.&#13;
&#13;
Senat AS telah mengesahkan paket anggaran untuk mengakhiri penutupan pemerintahan federal terpanjang dalam sejarah. Delapan anggota Partai Demokrat mendukung langkah ini demi memecah kebuntuan.&#13;
&#13;
Partai Republik, yang menguasai Senat dan DPR, diperkirakan akan terus mendukung RUU anggaran tersebut sebelum dikirim ke Gedung Putih untuk ditandatangani Presiden Donald Trump.&#13;
&#13;
Langkah ini diambil demi mengurangi dampak terhadap aktivitas ekonomi AS dan diperkirakan membebani produk domestik bruto (PDB) kuartal IV.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penyelesaian shutdown (meskipun pemerintah belum benar-benar dibuka dalam beberapa hari ke depan) jelas menjadi sinyal positif, dan banyak pihak merasa ini memberikan lampu hijau bagi reli akhir tahun yang telah lama dinantikan,&amp;rdquo; tulis Vital Knowledge dalam catatan risetnya, dilansir Investing, Selasa (11/11/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, UBS memperkirakan indeks S&amp;amp;P 500 akan naik ke level 7.500 pada tahun depan dari posisi saat ini di 5.830.&#13;
&#13;
Dalam riset yang dirilis Senin, UBS menyebut ekonomi global &amp;ldquo;bersiap untuk akselerasi pada 2026&amp;rdquo; seiring meningkatnya kepercayaan dan dorongan fiskal.&#13;
&#13;
UBS memproyeksikan pasar saham AS akan memimpin kinerja ekuitas global tahun depan dengan potensi imbal hasil sekitar 10 persen, sebagian besar didorong oleh pertumbuhan laba perusahaan.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa saham AS, Wall Street, dibuka variatif pada perdagangan Selasa waktu setempat. Investor masih menantikan akhir shutdown pemerintahan AS.&#13;
&#13;
Saham teknologi memimpin penguatan di tengah optimisme bahwa penutupan sebagian pemerintahan (shutdown) Amerika Serikat akan segera berakhir.&#13;
&#13;
Dow Jones naik 25 poin atau 0,1 persen, sementara S&amp;amp;P 500 turun 10 poin atau 0,2 persen, dan Nasdaq melemah 85 poin atau 0,3 persen.&#13;
&#13;
Senat AS telah mengesahkan paket anggaran untuk mengakhiri penutupan pemerintahan federal terpanjang dalam sejarah. Delapan anggota Partai Demokrat mendukung langkah ini demi memecah kebuntuan.&#13;
&#13;
Partai Republik, yang menguasai Senat dan DPR, diperkirakan akan terus mendukung RUU anggaran tersebut sebelum dikirim ke Gedung Putih untuk ditandatangani Presiden Donald Trump.&#13;
&#13;
Langkah ini diambil demi mengurangi dampak terhadap aktivitas ekonomi AS dan diperkirakan membebani produk domestik bruto (PDB) kuartal IV.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penyelesaian shutdown (meskipun pemerintah belum benar-benar dibuka dalam beberapa hari ke depan) jelas menjadi sinyal positif, dan banyak pihak merasa ini memberikan lampu hijau bagi reli akhir tahun yang telah lama dinantikan,&amp;rdquo; tulis Vital Knowledge dalam catatan risetnya, dilansir Investing, Selasa (11/11/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, UBS memperkirakan indeks S&amp;amp;P 500 akan naik ke level 7.500 pada tahun depan dari posisi saat ini di 5.830.&#13;
&#13;
Dalam riset yang dirilis Senin, UBS menyebut ekonomi global &amp;ldquo;bersiap untuk akselerasi pada 2026&amp;rdquo; seiring meningkatnya kepercayaan dan dorongan fiskal.&#13;
&#13;
UBS memproyeksikan pasar saham AS akan memimpin kinerja ekuitas global tahun depan dengan potensi imbal hasil sekitar 10 persen, sebagian besar didorong oleh pertumbuhan laba perusahaan.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
