<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Paviliun Indonesia di COP30 Brazil, Target Net Zero Emission 2026&amp;nbsp;</title><description>Pemerintah telah meresmikan Paviliun Indonesia di Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) di Belém, Brasil.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/11/320/3182942/paviliun-indonesia-di-cop30-brazil-target-net-zero-emission-2026-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/11/11/320/3182942/paviliun-indonesia-di-cop30-brazil-target-net-zero-emission-2026-nbsp"/><item><title>Paviliun Indonesia di COP30 Brazil, Target Net Zero Emission 2026&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/11/320/3182942/paviliun-indonesia-di-cop30-brazil-target-net-zero-emission-2026-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/11/11/320/3182942/paviliun-indonesia-di-cop30-brazil-target-net-zero-emission-2026-nbsp</guid><pubDate>Selasa 11 November 2025 19:25 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/11/320/3182942/utusan_presiden_soal_net_zero-AfmQ_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Utusan Presiden soal Net Zero (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/11/320/3182942/utusan_presiden_soal_net_zero-AfmQ_large.JPG</image><title>Utusan Presiden soal Net Zero (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah telah meresmikan Paviliun Indonesia di Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) di Bel&amp;eacute;m, Brasil.&#13;
&#13;
Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo menyatakan Paviliun Indonesia menjadi sarana soft diplomacy yang memperkuat diplomasi resmi Indonesia di forum global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Paviliun ini bukan sekadar pameran, tetapi ruang di mana ide bertemu aksi, dan kolaborasi mengubah ambisi menjadi tindakan nyata,&amp;rdquo; ujar Hashim.&#13;
&#13;
Hashim menegaskan bahwa Indonesia hadir di COP30 dengan prinsip keadilan, tanggung jawab bersama namun berbeda, dan kemampuan masing-masing negara, serta komitmen untuk menjembatani ambisi global dengan implementasi nyata.&#13;
&#13;
Indonesia terus memperkuat ambisi iklimnya melalui Second NDC yang disampaikan pada Oktober 2025, dengan target baru menuju Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat.&#13;
&#13;
Selain itu, dua regulasi penting baru, Perpres No. 109/2025 tentang Waste-to-Energy dan Perpres No. 110/2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon, menandai lahirnya ekosistem karbon nasional berintegritas tinggi, terbuka bagi partisipasi global dan berpotensi memobilisasi pendanaan hingga USD 7,7 miliar per tahun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Indonesia bertekad menjadi pusat global bagi pasar karbon berintegritas tinggi yang menciptakan dampak nyata, lapangan kerja hijau, dan ketahanan masyarakat,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Paviliun Indonesia di COP30 menjadi wadah kolaborasi lintas sektor, pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat sipil dan generasi muda, untuk memperkuat kemitraan dan menampilkan inovasi iklim Indonesia di panggung dunia.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah telah meresmikan Paviliun Indonesia di Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) di Bel&amp;eacute;m, Brasil.&#13;
&#13;
Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo menyatakan Paviliun Indonesia menjadi sarana soft diplomacy yang memperkuat diplomasi resmi Indonesia di forum global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Paviliun ini bukan sekadar pameran, tetapi ruang di mana ide bertemu aksi, dan kolaborasi mengubah ambisi menjadi tindakan nyata,&amp;rdquo; ujar Hashim.&#13;
&#13;
Hashim menegaskan bahwa Indonesia hadir di COP30 dengan prinsip keadilan, tanggung jawab bersama namun berbeda, dan kemampuan masing-masing negara, serta komitmen untuk menjembatani ambisi global dengan implementasi nyata.&#13;
&#13;
Indonesia terus memperkuat ambisi iklimnya melalui Second NDC yang disampaikan pada Oktober 2025, dengan target baru menuju Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat.&#13;
&#13;
Selain itu, dua regulasi penting baru, Perpres No. 109/2025 tentang Waste-to-Energy dan Perpres No. 110/2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon, menandai lahirnya ekosistem karbon nasional berintegritas tinggi, terbuka bagi partisipasi global dan berpotensi memobilisasi pendanaan hingga USD 7,7 miliar per tahun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Indonesia bertekad menjadi pusat global bagi pasar karbon berintegritas tinggi yang menciptakan dampak nyata, lapangan kerja hijau, dan ketahanan masyarakat,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Paviliun Indonesia di COP30 menjadi wadah kolaborasi lintas sektor, pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat sipil dan generasi muda, untuk memperkuat kemitraan dan menampilkan inovasi iklim Indonesia di panggung dunia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
