<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Purbaya Berhasil Tagih Rp8 Triliun dari Tunggakan Pajak Rp60 Triliun</title><description>Menurut Purbaya, lambatnya realisasi penagihan disebabkan sebagian besar wajib pajak memilih mencicil kewajiban mereka.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/14/320/3183613/purbaya-berhasil-tagih-rp8-triliun-dari-tunggakan-pajak-rp60-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/11/14/320/3183613/purbaya-berhasil-tagih-rp8-triliun-dari-tunggakan-pajak-rp60-triliun"/><item><title>Purbaya Berhasil Tagih Rp8 Triliun dari Tunggakan Pajak Rp60 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/14/320/3183613/purbaya-berhasil-tagih-rp8-triliun-dari-tunggakan-pajak-rp60-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/11/14/320/3183613/purbaya-berhasil-tagih-rp8-triliun-dari-tunggakan-pajak-rp60-triliun</guid><pubDate>Jum'at 14 November 2025 19:20 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/14/320/3183613/purbaya-yK41_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Purbaya Yudhi Sadewa mengaku baru berhasil menagih Rp8 triliun dari ratusan wajib pajak yang mengemplang pajak. (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/14/320/3183613/purbaya-yK41_large.jpg</image><title> Purbaya Yudhi Sadewa mengaku baru berhasil menagih Rp8 triliun dari ratusan wajib pajak yang mengemplang pajak. (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku baru berhasil menagih Rp8 triliun dari ratusan wajib pajak yang mengemplang pajak. Jumlah tersebut masih jauh dari total tunggakan Rp60 triliun.&#13;
&#13;
Menurut Purbaya, lambatnya realisasi penagihan disebabkan sebagian besar wajib pajak memilih mencicil kewajiban mereka.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sampai sekarang baru ter-collect Rp8 triliun. Sebagian besar masih membayar cicilan dan sebagian lagi masih dikejar,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta, Jumat (14/11/2025).&#13;
&#13;
Meski realisasinya masih terbatas, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tetap menargetkan seluruh tunggakan sebesar Rp60 triliun itu bisa tertagih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka jangan main-main sama kita,&amp;rdquo; kata Purbaya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan bahwa Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menargetkan penagihan Rp20 triliun hingga akhir 2025 dari total tagihan Rp60 triliun.&#13;
&#13;
Sisanya, sekitar Rp40 triliun, akan dilanjutkan proses penagihannya pada tahun mendatang.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, Bimo mengakui proses tersebut tidak seluruhnya mudah. Banyak wajib pajak yang mengalami tekanan likuiditas sehingga meminta skema restrukturisasi diperpanjang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Target akhir tahun dari yang 200 pengemplang (pajak) ini masih diproses, tapi hasil dari Rapimnas itu sekitar Rp20 triliun, karena ada beberapa yang kesulitan likuiditas dan meminta restrukturisasi utangnya diperpanjang,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Upaya penagihan tunggakan besar ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat penerimaan negara di tengah komitmen meningkatkan kepatuhan dan menekan praktik penghindaran pajak.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku baru berhasil menagih Rp8 triliun dari ratusan wajib pajak yang mengemplang pajak. Jumlah tersebut masih jauh dari total tunggakan Rp60 triliun.&#13;
&#13;
Menurut Purbaya, lambatnya realisasi penagihan disebabkan sebagian besar wajib pajak memilih mencicil kewajiban mereka.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sampai sekarang baru ter-collect Rp8 triliun. Sebagian besar masih membayar cicilan dan sebagian lagi masih dikejar,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta, Jumat (14/11/2025).&#13;
&#13;
Meski realisasinya masih terbatas, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tetap menargetkan seluruh tunggakan sebesar Rp60 triliun itu bisa tertagih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka jangan main-main sama kita,&amp;rdquo; kata Purbaya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan bahwa Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menargetkan penagihan Rp20 triliun hingga akhir 2025 dari total tagihan Rp60 triliun.&#13;
&#13;
Sisanya, sekitar Rp40 triliun, akan dilanjutkan proses penagihannya pada tahun mendatang.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, Bimo mengakui proses tersebut tidak seluruhnya mudah. Banyak wajib pajak yang mengalami tekanan likuiditas sehingga meminta skema restrukturisasi diperpanjang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Target akhir tahun dari yang 200 pengemplang (pajak) ini masih diproses, tapi hasil dari Rapimnas itu sekitar Rp20 triliun, karena ada beberapa yang kesulitan likuiditas dan meminta restrukturisasi utangnya diperpanjang,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Upaya penagihan tunggakan besar ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat penerimaan negara di tengah komitmen meningkatkan kepatuhan dan menekan praktik penghindaran pajak.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
