<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Pekan Depan Diprediksi Bergerak Terbatas Dibayangi Hasil Neraca Hasil RDG BI</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada pekan depan. Pelaku pasar fokus terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu (19/11/2025).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/16/278/3183908/ihsg-pekan-depan-diprediksi-bergerak-terbatas-dibayangi-hasil-neraca-hasil-rdg-bi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/11/16/278/3183908/ihsg-pekan-depan-diprediksi-bergerak-terbatas-dibayangi-hasil-neraca-hasil-rdg-bi"/><item><title>IHSG Pekan Depan Diprediksi Bergerak Terbatas Dibayangi Hasil Neraca Hasil RDG BI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/16/278/3183908/ihsg-pekan-depan-diprediksi-bergerak-terbatas-dibayangi-hasil-neraca-hasil-rdg-bi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/11/16/278/3183908/ihsg-pekan-depan-diprediksi-bergerak-terbatas-dibayangi-hasil-neraca-hasil-rdg-bi</guid><pubDate>Minggu 16 November 2025 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/16/278/3183908/ihsg_pekan_depan-VA1K_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG Pekan Depan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/16/278/3183908/ihsg_pekan_depan-VA1K_large.jpg</image><title>IHSG Pekan Depan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada pekan depan. Pelaku pasar fokus terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu (19/11/2025).&#13;
&#13;
Selain itu, publikasi data pertumbuhan kredit per 19 November dan M2 Money Supply pada 21 November 2025 juga menjadi perhatian pasar.&#13;
&#13;
Analis Phintraco Sekuritas membaca secara teknikal, indeks berada di bawah tekanan jangka pendek.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Indikator histogram MACD dinilai masih berada di area positif, namun momentum penguatan melambat dan menunjukkan potensi terbentuknya pola Death Cross.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara indikator stochastic RSI disebut juga bertahan di area overbought.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Volume jual masih mendominasi dengan garis Accumulation/Distribution yang mengindikasikan distribusi,&amp;rdquo; jelasnya, Minggu (16/11/2025).&#13;
&#13;
Analis memproyeksikan indeks dapat menguji kisaran support 8.300&amp;ndash;8.325 dalam waktu dekat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meskipun begitu, tren jangka menengah hingga panjang IHSG masih berada dalam kondisi bullish. Adapun level resistance berada di 8.425, pivot di 8.400, dan support pada kisaran 8.300.&#13;
&#13;
Meskipun begitu, tren jangka menengah hingga panjang IHSG masih berada dalam kondisi bullish.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sehingga diperkirakan dalam jangka pendek, IHSG masih berpotensi melemah menguji level 8.300-8.325,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, IHSG berakhir melemah tipis di level 8.370,44 atau turun 0,02 persen pada penutupan perdagangan Jumat (14/11/2025).&#13;
&#13;
IHSG sempat menghabiskan sebagian besar sesi di zona positif, namun tekanan jual pada akhir perdagangan mendorong indeks berbalik melemah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada periode sepekan, IHSG turun 0,29 persen. Dari sisi sektoral, saham industri mencatat koreksi terdalam, sementara sektor infrastruktur menjadi penopang dengan penguatan terbesar.&#13;
&#13;
Nilai tukar rupiah bergerak menguat di sekitar Rp16.707 per dolar AS pada 14 November 2025. Adapun mayoritas bursa Asia ditutup melemah, sejalan tekanan dari pelemahan Wall Street.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada pekan depan. Pelaku pasar fokus terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu (19/11/2025).&#13;
&#13;
Selain itu, publikasi data pertumbuhan kredit per 19 November dan M2 Money Supply pada 21 November 2025 juga menjadi perhatian pasar.&#13;
&#13;
Analis Phintraco Sekuritas membaca secara teknikal, indeks berada di bawah tekanan jangka pendek.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Indikator histogram MACD dinilai masih berada di area positif, namun momentum penguatan melambat dan menunjukkan potensi terbentuknya pola Death Cross.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara indikator stochastic RSI disebut juga bertahan di area overbought.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Volume jual masih mendominasi dengan garis Accumulation/Distribution yang mengindikasikan distribusi,&amp;rdquo; jelasnya, Minggu (16/11/2025).&#13;
&#13;
Analis memproyeksikan indeks dapat menguji kisaran support 8.300&amp;ndash;8.325 dalam waktu dekat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meskipun begitu, tren jangka menengah hingga panjang IHSG masih berada dalam kondisi bullish. Adapun level resistance berada di 8.425, pivot di 8.400, dan support pada kisaran 8.300.&#13;
&#13;
Meskipun begitu, tren jangka menengah hingga panjang IHSG masih berada dalam kondisi bullish.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sehingga diperkirakan dalam jangka pendek, IHSG masih berpotensi melemah menguji level 8.300-8.325,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, IHSG berakhir melemah tipis di level 8.370,44 atau turun 0,02 persen pada penutupan perdagangan Jumat (14/11/2025).&#13;
&#13;
IHSG sempat menghabiskan sebagian besar sesi di zona positif, namun tekanan jual pada akhir perdagangan mendorong indeks berbalik melemah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada periode sepekan, IHSG turun 0,29 persen. Dari sisi sektoral, saham industri mencatat koreksi terdalam, sementara sektor infrastruktur menjadi penopang dengan penguatan terbesar.&#13;
&#13;
Nilai tukar rupiah bergerak menguat di sekitar Rp16.707 per dolar AS pada 14 November 2025. Adapun mayoritas bursa Asia ditutup melemah, sejalan tekanan dari pelemahan Wall Street.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
