<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>1.000 Perusahaan BUMN tapi Setengahnya Merugi</title><description>Anak-anak perusahaan itu, contoh perusahaan telekomunikasi, pekerjaan yang gampang sekalipun bisa diambil oleh 4??&quot;5 perusahaan&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/16/320/3183762/1-000-perusahaan-bumn-tapi-setengahnya-merugi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/11/16/320/3183762/1-000-perusahaan-bumn-tapi-setengahnya-merugi"/><item><title>1.000 Perusahaan BUMN tapi Setengahnya Merugi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/16/320/3183762/1-000-perusahaan-bumn-tapi-setengahnya-merugi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/11/16/320/3183762/1-000-perusahaan-bumn-tapi-setengahnya-merugi</guid><pubDate>Minggu 16 November 2025 06:05 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/15/320/3183762/bumn-hT57_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Danantara Indonesia mengungkapkan saat ini total ada sekitar 1.000 perusahaan BUMN. (Foto: Okezone.com/BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/15/320/3183762/bumn-hT57_large.png</image><title>Danantara Indonesia mengungkapkan saat ini total ada sekitar 1.000 perusahaan BUMN. (Foto: Okezone.com/BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Danantara Indonesia mengungkapkan saat ini total ada sekitar 1.000 perusahaan BUMN, baik induk usaha, anak usaha, hingga cucu perusahaan. Tapi setengah dari total perusahaan negara itu masih tercatat merugi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Anak-anak perusahaan itu, contoh perusahaan telekomunikasi, pekerjaan yang gampang sekalipun bisa diambil oleh 4&amp;ndash;5 perusahaan. Jadi margin itu hilang,&amp;quot; ujar Managing Director Non-Financial Holding Operasional Danantara, Febriany Eddy.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, saat ini yang menjadi salah satu fokus Danantara adalah memangkas jumlah perusahaan BUMN, dari yang sebelumnya berjumlah sekitar 1.000 perusahaan, targetnya hanya ada sekitar 200 perusahaan saja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi anak-anak yang tidak ada manfaatnya, atau dulu dibuat dengan decision yang berbeda dari hari ini, mesti kita eliminate,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Febriany menambahkan, tujuan utama perampingan jumlah BUMN ini juga beralasan karena banyak sesama perusahaan negara yang justru berkompetisi. Ia mencontohkan BUMN Karya: satu proyek yang ditender justru diperebutkan oleh banyak perusahaan negara, meski yang kerap dikorbankan dari persaingan tender itu adalah profit margin.&#13;
&#13;
&amp;quot;Banyak bisnis BUMN yang saling kanibal, contoh BUMN Karya. Itu misal ada 7 perusahaan karya, kalau ada tender, 7&amp;ndash;7-nya berkompetisi. Turunin harga, sampai tidak ada margin lagi juga tetap diturunin, yang penting dapat kerjaan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Baca Selengkapnya: Terungkap! Ada Back Actor yang Bikin BUMN sampai 1.000 Perusahaan&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Danantara Indonesia mengungkapkan saat ini total ada sekitar 1.000 perusahaan BUMN, baik induk usaha, anak usaha, hingga cucu perusahaan. Tapi setengah dari total perusahaan negara itu masih tercatat merugi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Anak-anak perusahaan itu, contoh perusahaan telekomunikasi, pekerjaan yang gampang sekalipun bisa diambil oleh 4&amp;ndash;5 perusahaan. Jadi margin itu hilang,&amp;quot; ujar Managing Director Non-Financial Holding Operasional Danantara, Febriany Eddy.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, saat ini yang menjadi salah satu fokus Danantara adalah memangkas jumlah perusahaan BUMN, dari yang sebelumnya berjumlah sekitar 1.000 perusahaan, targetnya hanya ada sekitar 200 perusahaan saja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi anak-anak yang tidak ada manfaatnya, atau dulu dibuat dengan decision yang berbeda dari hari ini, mesti kita eliminate,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Febriany menambahkan, tujuan utama perampingan jumlah BUMN ini juga beralasan karena banyak sesama perusahaan negara yang justru berkompetisi. Ia mencontohkan BUMN Karya: satu proyek yang ditender justru diperebutkan oleh banyak perusahaan negara, meski yang kerap dikorbankan dari persaingan tender itu adalah profit margin.&#13;
&#13;
&amp;quot;Banyak bisnis BUMN yang saling kanibal, contoh BUMN Karya. Itu misal ada 7 perusahaan karya, kalau ada tender, 7&amp;ndash;7-nya berkompetisi. Turunin harga, sampai tidak ada margin lagi juga tetap diturunin, yang penting dapat kerjaan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Baca Selengkapnya: Terungkap! Ada Back Actor yang Bikin BUMN sampai 1.000 Perusahaan&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
