<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos BI Ungkap Alasan Emas Jadi Primadona Aset Investasi</title><description>Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyoroti tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global yang penuh tekanan membuat emas kembali menjadi primadona sebagai aset investasi yang paling dicari oleh investor.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/19/320/3184568/bos-bi-ungkap-alasan-emas-jadi-primadona-aset-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/11/19/320/3184568/bos-bi-ungkap-alasan-emas-jadi-primadona-aset-investasi"/><item><title>Bos BI Ungkap Alasan Emas Jadi Primadona Aset Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/19/320/3184568/bos-bi-ungkap-alasan-emas-jadi-primadona-aset-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/11/19/320/3184568/bos-bi-ungkap-alasan-emas-jadi-primadona-aset-investasi</guid><pubDate>Rabu 19 November 2025 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/19/320/3184568/gubernur_bank_indonesia-SPAt_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/19/320/3184568/gubernur_bank_indonesia-SPAt_large.jpg</image><title>Gubernur Bank Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyoroti tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global yang penuh tekanan membuat emas kembali menjadi primadona sebagai aset investasi yang paling dicari oleh investor.&#13;
&#13;
Perry menjelaskan, tingginya ketidakpastian ini memicu pergeseran aliran modal global menuju aset yang dianggap paling aman (safe haven).&#13;
&#13;
&amp;quot;Aliran modal global ke komoditas emas dan aset keuangan AS sebagai safe haven asset terus berlanjut,&amp;quot; tegas Perry saat konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (19/11/2025).&#13;
&#13;
Seretnya aliran modal asing yang cenderung beralih ke komoditas emas dan surat berharga atau obligasi pemerintah AS ini menimbulkan tekanan signifikan terhadap mata uang global (termasuk Rupiah) terhadap dolar AS.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga mendorong peningkatan harga emas dan penguatan indeks mata uang dolar Amerika Serikat DXY,&amp;quot; tegas Perry.&#13;
&#13;
Sebaliknya, Perry mencatat bahwa aliran modal yang masuk ke pasar negara berkembang (emerging market) menjadi lebih terbatas, dan sebagian besar hanya tertuju pada pasar saham.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perry menegaskan bahwa perkembangan global ini memerlukan kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan yang terkoordinasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan demikian, upaya ini penting untuk memitigasi dampak rambatan global, menjaga ketahanan eksternal ekonomi Indonesia, serta terus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik dengan tetap mempertahankan stabilitas.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyoroti tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global yang penuh tekanan membuat emas kembali menjadi primadona sebagai aset investasi yang paling dicari oleh investor.&#13;
&#13;
Perry menjelaskan, tingginya ketidakpastian ini memicu pergeseran aliran modal global menuju aset yang dianggap paling aman (safe haven).&#13;
&#13;
&amp;quot;Aliran modal global ke komoditas emas dan aset keuangan AS sebagai safe haven asset terus berlanjut,&amp;quot; tegas Perry saat konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (19/11/2025).&#13;
&#13;
Seretnya aliran modal asing yang cenderung beralih ke komoditas emas dan surat berharga atau obligasi pemerintah AS ini menimbulkan tekanan signifikan terhadap mata uang global (termasuk Rupiah) terhadap dolar AS.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga mendorong peningkatan harga emas dan penguatan indeks mata uang dolar Amerika Serikat DXY,&amp;quot; tegas Perry.&#13;
&#13;
Sebaliknya, Perry mencatat bahwa aliran modal yang masuk ke pasar negara berkembang (emerging market) menjadi lebih terbatas, dan sebagian besar hanya tertuju pada pasar saham.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perry menegaskan bahwa perkembangan global ini memerlukan kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan yang terkoordinasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan demikian, upaya ini penting untuk memitigasi dampak rambatan global, menjaga ketahanan eksternal ekonomi Indonesia, serta terus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik dengan tetap mempertahankan stabilitas.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
