<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Suntik Rp276 Triliun ke Bank, Purbaya: Pertumbuhan Kredit Solid</title><description>Pemerintah memperbesar penempatan dana di perbankan nasional&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/20/320/3184842/pemerintah-suntik-rp276-triliun-ke-bank-purbaya-pertumbuhan-kredit-solid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/11/20/320/3184842/pemerintah-suntik-rp276-triliun-ke-bank-purbaya-pertumbuhan-kredit-solid"/><item><title>Pemerintah Suntik Rp276 Triliun ke Bank, Purbaya: Pertumbuhan Kredit Solid</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/20/320/3184842/pemerintah-suntik-rp276-triliun-ke-bank-purbaya-pertumbuhan-kredit-solid</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/11/20/320/3184842/pemerintah-suntik-rp276-triliun-ke-bank-purbaya-pertumbuhan-kredit-solid</guid><pubDate>Kamis 20 November 2025 19:52 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/20/320/3184842/purbaya-zLOf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, penempatan dana sebelumnya senilai Rp200 triliun di bank-bank Himbara. (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/20/320/3184842/purbaya-zLOf_large.jpg</image><title>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, penempatan dana sebelumnya senilai Rp200 triliun di bank-bank Himbara. (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah memperbesar penempatan dana di perbankan nasional. Langkah ini bertujuan memperkuat likuiditas dan mempercepat transmisi kredit, menyusul adanya perlambatan pertumbuhan kredit yang membutuhkan dorongan tambahan agar pembiayaan kembali ekspansif.&#13;
&#13;
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, penempatan dana sebelumnya senilai Rp200 triliun di bank-bank Himbara dan BSI telah menunjukkan hasil positif, dengan penyaluran kredit mencapai Rp188 triliun hingga 31 Oktober 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hingga 31 Oktober, penempatan Rp200 triliun di Himbara dan BSI telah disalurkan dalam bentuk kredit sebesar Rp188 triliun,&amp;rdquo; kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Kamis (20/11/2025).&#13;
&#13;
Pada 10 November 2025, pemerintah kembali melakukan injeksi likuiditas tambahan sebesar Rp76 triliun ke Mandiri, BNI, BRI, dan Bank DKI.&#13;
&#13;
Dari jumlah tersebut, Bank DKI menerima alokasi Rp1 triliun sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.&#13;
&#13;
Dengan penempatan terbaru ini, total dana yang disuntikkan pemerintah ke perbankan mencapai Rp276 triliun.&#13;
&#13;
Purbaya menilai tambahan likuiditas ini diperlukan agar sistem perbankan dapat menurunkan biaya dana (cost of fund) lebih cepat, terutama setelah pertumbuhan base money mengalami penurunan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Penempatan dana ini bertujuan utama menjaga biaya dana tetap rendah. Dampaknya terlihat pada suku bunga deposito tenor enam bulan yang turun signifikan dari 6 persen menjadi 5,2 persen pada September.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah penempatan tersebut, likuiditas domestik meningkat, terbukti dengan pertumbuhan DPK yang stabil di 11,5 persen dan pertumbuhan kredit yang solid pada Oktober,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Pemerintah berharap tren penurunan cost of fund ini berlanjut ke penurunan suku bunga kredit tertimbang. Data menunjukkan perbaikan, di mana suku bunga kredit tertimbang per Oktober 2025 berada di 9 persen, turun dari 9,12 persen pada Juli.&#13;
&#13;
Menurut Bendahara Negara itu, dampak penuh dari injeksi likuiditas biasanya membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan untuk terlihat secara menyeluruh.&#13;
&#13;
Purbaya memperkirakan penguatan kredit&amp;mdash;terutama kredit investasi yang mulai menunjukkan perbaikan&amp;mdash;akan terlihat lebih jelas pada periode Desember hingga Januari, saat transmisi likuiditas bekerja penuh. Kondisi ini dinilai penting untuk mendorong konsumsi dan investasi di tengah tantangan global.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah memperbesar penempatan dana di perbankan nasional. Langkah ini bertujuan memperkuat likuiditas dan mempercepat transmisi kredit, menyusul adanya perlambatan pertumbuhan kredit yang membutuhkan dorongan tambahan agar pembiayaan kembali ekspansif.&#13;
&#13;
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, penempatan dana sebelumnya senilai Rp200 triliun di bank-bank Himbara dan BSI telah menunjukkan hasil positif, dengan penyaluran kredit mencapai Rp188 triliun hingga 31 Oktober 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hingga 31 Oktober, penempatan Rp200 triliun di Himbara dan BSI telah disalurkan dalam bentuk kredit sebesar Rp188 triliun,&amp;rdquo; kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Kamis (20/11/2025).&#13;
&#13;
Pada 10 November 2025, pemerintah kembali melakukan injeksi likuiditas tambahan sebesar Rp76 triliun ke Mandiri, BNI, BRI, dan Bank DKI.&#13;
&#13;
Dari jumlah tersebut, Bank DKI menerima alokasi Rp1 triliun sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.&#13;
&#13;
Dengan penempatan terbaru ini, total dana yang disuntikkan pemerintah ke perbankan mencapai Rp276 triliun.&#13;
&#13;
Purbaya menilai tambahan likuiditas ini diperlukan agar sistem perbankan dapat menurunkan biaya dana (cost of fund) lebih cepat, terutama setelah pertumbuhan base money mengalami penurunan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Penempatan dana ini bertujuan utama menjaga biaya dana tetap rendah. Dampaknya terlihat pada suku bunga deposito tenor enam bulan yang turun signifikan dari 6 persen menjadi 5,2 persen pada September.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah penempatan tersebut, likuiditas domestik meningkat, terbukti dengan pertumbuhan DPK yang stabil di 11,5 persen dan pertumbuhan kredit yang solid pada Oktober,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Pemerintah berharap tren penurunan cost of fund ini berlanjut ke penurunan suku bunga kredit tertimbang. Data menunjukkan perbaikan, di mana suku bunga kredit tertimbang per Oktober 2025 berada di 9 persen, turun dari 9,12 persen pada Juli.&#13;
&#13;
Menurut Bendahara Negara itu, dampak penuh dari injeksi likuiditas biasanya membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan untuk terlihat secara menyeluruh.&#13;
&#13;
Purbaya memperkirakan penguatan kredit&amp;mdash;terutama kredit investasi yang mulai menunjukkan perbaikan&amp;mdash;akan terlihat lebih jelas pada periode Desember hingga Januari, saat transmisi likuiditas bekerja penuh. Kondisi ini dinilai penting untuk mendorong konsumsi dan investasi di tengah tantangan global.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
