<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>1 Persen Orang Terkaya Kuasai 50 Persen Kekayaan Indonesia, Ini Faktanya</title><description>Satu persen orang terkaya Indonesia menguasai hampir separuh total kekayaan nasional.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/24/455/3185472/1-persen-orang-terkaya-kuasai-50-persen-kekayaan-indonesia-ini-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/11/24/455/3185472/1-persen-orang-terkaya-kuasai-50-persen-kekayaan-indonesia-ini-faktanya"/><item><title>1 Persen Orang Terkaya Kuasai 50 Persen Kekayaan Indonesia, Ini Faktanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/24/455/3185472/1-persen-orang-terkaya-kuasai-50-persen-kekayaan-indonesia-ini-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/11/24/455/3185472/1-persen-orang-terkaya-kuasai-50-persen-kekayaan-indonesia-ini-faktanya</guid><pubDate>Senin 24 November 2025 07:56 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/24/455/3185472/uang-RNra_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">1 Persen Orang Terkaya Kuasai 50 Persen Kekayaan Indonesia, Ini Faktanya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/24/455/3185472/uang-RNra_large.jpg</image><title>1 Persen Orang Terkaya Kuasai 50 Persen Kekayaan Indonesia, Ini Faktanya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketimpangan di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Sebab, satu persen orang terkaya Indonesia menguasai hampir separuh total kekayaan nasional.&#13;
&#13;
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam keynote speech Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 INDEF.&#13;
&#13;
Berikut ini Okezone rangkum fakta-faktanya, Jakarta, Senin (24/11/2025).&#13;
&#13;
1. Ketimpangan Kekayaan&#13;
&#13;
Cak Imin menyoroti ketimpangan distribusi kekayaan di Indonesia. Ia menyebut bahwa satu persen orang terkaya menguasai hampir separuh total kekayaan nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita juga mendapati bahwa 1 persen orang terkaya di negeri ini menguasai hampir 50 persen total kekayaan nasional kita,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
2. Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Stagnan&#13;
&#13;
Kondisi tersebut dinilai menjadi faktor mengapa pertumbuhan ekonomi lima persen yang stabil selama bertahun-tahun belum memberikan dampak signifikan bagi banyak keluarga.&#13;
&#13;
Cak Imin menyebut pertumbuhan makro tidak selalu berbanding lurus dengan kekuatan ekonomi rumah tangga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertumbuhan dan pemerataan masih berjalan di dua jalur yang berbeda. Makro tumbuh, mikro bertahan,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Pendapatan Tak Sebanding&#13;
&#13;
Cak Imin juga menekankan bahwa pendapatan keluarga masih menghadapi tekanan akibat kenaikan kebutuhan yang tidak sejalan dengan pertumbuhan pendapatan.&#13;
&#13;
Menurutnya, banyak pekerja, petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang belum merasakan peningkatan kesejahteraan meskipun indikator ekonomi nasional menunjukkan perbaikan.&#13;
&#13;
Dia mendefinisikan ketimpangan tersebut sebagai kemacetan struktural yaitu kondisi ketika pertumbuhan tidak menetes ke bawah dan hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ekonomi tidak menetes dari atas ke bawah, tapi hanya bertahan di kantong-kantong sebagian orang, sementara sebagian lainnya tetap hidup dengan kantong yang kosong,&amp;quot; jelasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketimpangan di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Sebab, satu persen orang terkaya Indonesia menguasai hampir separuh total kekayaan nasional.&#13;
&#13;
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam keynote speech Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 INDEF.&#13;
&#13;
Berikut ini Okezone rangkum fakta-faktanya, Jakarta, Senin (24/11/2025).&#13;
&#13;
1. Ketimpangan Kekayaan&#13;
&#13;
Cak Imin menyoroti ketimpangan distribusi kekayaan di Indonesia. Ia menyebut bahwa satu persen orang terkaya menguasai hampir separuh total kekayaan nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita juga mendapati bahwa 1 persen orang terkaya di negeri ini menguasai hampir 50 persen total kekayaan nasional kita,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
2. Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Stagnan&#13;
&#13;
Kondisi tersebut dinilai menjadi faktor mengapa pertumbuhan ekonomi lima persen yang stabil selama bertahun-tahun belum memberikan dampak signifikan bagi banyak keluarga.&#13;
&#13;
Cak Imin menyebut pertumbuhan makro tidak selalu berbanding lurus dengan kekuatan ekonomi rumah tangga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertumbuhan dan pemerataan masih berjalan di dua jalur yang berbeda. Makro tumbuh, mikro bertahan,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Pendapatan Tak Sebanding&#13;
&#13;
Cak Imin juga menekankan bahwa pendapatan keluarga masih menghadapi tekanan akibat kenaikan kebutuhan yang tidak sejalan dengan pertumbuhan pendapatan.&#13;
&#13;
Menurutnya, banyak pekerja, petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang belum merasakan peningkatan kesejahteraan meskipun indikator ekonomi nasional menunjukkan perbaikan.&#13;
&#13;
Dia mendefinisikan ketimpangan tersebut sebagai kemacetan struktural yaitu kondisi ketika pertumbuhan tidak menetes ke bawah dan hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ekonomi tidak menetes dari atas ke bawah, tapi hanya bertahan di kantong-kantong sebagian orang, sementara sebagian lainnya tetap hidup dengan kantong yang kosong,&amp;quot; jelasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
