<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transformasi Ritel di RI dari Warung ke E-commerce, Ubah Perilaku Konsumen</title><description>Industri ritel Indonesia mengalami transformasi signifikan seiring perkembangan teknologi. Alhasil, hal ini secara otomatis mengubah perilaku konsumen.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/26/320/3186075/transformasi-ritel-di-ri-dari-warung-ke-e-commerce-ubah-perilaku-konsumen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/11/26/320/3186075/transformasi-ritel-di-ri-dari-warung-ke-e-commerce-ubah-perilaku-konsumen"/><item><title>Transformasi Ritel di RI dari Warung ke E-commerce, Ubah Perilaku Konsumen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/26/320/3186075/transformasi-ritel-di-ri-dari-warung-ke-e-commerce-ubah-perilaku-konsumen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/11/26/320/3186075/transformasi-ritel-di-ri-dari-warung-ke-e-commerce-ubah-perilaku-konsumen</guid><pubDate>Rabu 26 November 2025 19:13 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/26/320/3186075/untar-HDgA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Transformasi Ritel di RI dari Warung ke E-commerce, Ubah Perilaku Konsumen (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/26/320/3186075/untar-HDgA_large.jpg</image><title>Transformasi Ritel di RI dari Warung ke E-commerce, Ubah Perilaku Konsumen (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Industri ritel Indonesia mengalami transformasi signifikan seiring perkembangan teknologi. Alhasil, hal ini secara otomatis mengubah perilaku konsumen.&#13;
&#13;
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara (FEB Untar) Sawidji Widoatmodjo menyampaikan struktur ritel nasional telah melalui fase panjang sebelum mencapai lanskap digital seperti saat ini.&#13;
&#13;
Dia menjelaskan perjalanan industri ritel bermula dari pasar tradisional, kemudian berkembang menjadi warung, supermarket, dan department store. Menurut dia, gelombang terbaru dalam perkembangan ritel adalah masuknya e-commerce sebagai pemain utama.&#13;
&#13;
Sawidji menyebut era modern retail menghadirkan sejumlah raksasa ritel seperti halnya Hero dan Giant untuk ikut menghadirkan layanan digital.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian bergeser lagi menjadi semacam Indomaret yang lebih kecil,&amp;rdquo; ujarnya dalam MoneyFestasi iNews Media Group Campus Connect di Universitas Tarumanegara, Jakarta, Rabu (26/11/2025)&#13;
&#13;
Namun, siklus digitalisasi pasar ini kembali bergeser menuju minimarket yang lebih kecil. Sawidji menyatakan bahwa toko-toko offline seperti Matahari atau Hero mulai ditinggalkan karena konsumen beralih ke platform digital yang menawarkan variasi produk lebih luas dan kemudahan akses.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang kita mulai melihat e-commerce, jadi perkembangan cenderung seperti itu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penetrasi pasar yang besar dari e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan platform digital lain juga dinilai telah mengubah pola distribusi ritel.&#13;
&#13;
Perubahan ini membuat konsumen semakin terbiasa melakukan pencarian produk, pembelian, dan transaksi melalui kanal digital.&#13;
&#13;
Menurut Sawidji, perkembangan tersebut menjadi tanda bahwa ritel sudah masuk ke era yang sepenuhnya berbeda dari pola distribusi sebelumnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan perubahan perilaku konsumen tidak hanya berdampak pada toko fisik, tetapi juga mempengaruhi strategi pemasaran dan produksi di seluruh rantai industri ritel.&#13;
&#13;
Pergeseran ini disebutnya sebagai konsekuensi dari arus digitalisasi yang terus menguat dalam beberapa tahun terakhir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan penetrasi pasar yang luar biasa, UMKM bisa membuat pasar itu, artinya siapapun kita, dari daerah manapun kita bisa berjualan seluas mungkin, that&amp;#39;s opportunity,&amp;quot; ujarnya&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Industri ritel Indonesia mengalami transformasi signifikan seiring perkembangan teknologi. Alhasil, hal ini secara otomatis mengubah perilaku konsumen.&#13;
&#13;
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara (FEB Untar) Sawidji Widoatmodjo menyampaikan struktur ritel nasional telah melalui fase panjang sebelum mencapai lanskap digital seperti saat ini.&#13;
&#13;
Dia menjelaskan perjalanan industri ritel bermula dari pasar tradisional, kemudian berkembang menjadi warung, supermarket, dan department store. Menurut dia, gelombang terbaru dalam perkembangan ritel adalah masuknya e-commerce sebagai pemain utama.&#13;
&#13;
Sawidji menyebut era modern retail menghadirkan sejumlah raksasa ritel seperti halnya Hero dan Giant untuk ikut menghadirkan layanan digital.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian bergeser lagi menjadi semacam Indomaret yang lebih kecil,&amp;rdquo; ujarnya dalam MoneyFestasi iNews Media Group Campus Connect di Universitas Tarumanegara, Jakarta, Rabu (26/11/2025)&#13;
&#13;
Namun, siklus digitalisasi pasar ini kembali bergeser menuju minimarket yang lebih kecil. Sawidji menyatakan bahwa toko-toko offline seperti Matahari atau Hero mulai ditinggalkan karena konsumen beralih ke platform digital yang menawarkan variasi produk lebih luas dan kemudahan akses.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang kita mulai melihat e-commerce, jadi perkembangan cenderung seperti itu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penetrasi pasar yang besar dari e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan platform digital lain juga dinilai telah mengubah pola distribusi ritel.&#13;
&#13;
Perubahan ini membuat konsumen semakin terbiasa melakukan pencarian produk, pembelian, dan transaksi melalui kanal digital.&#13;
&#13;
Menurut Sawidji, perkembangan tersebut menjadi tanda bahwa ritel sudah masuk ke era yang sepenuhnya berbeda dari pola distribusi sebelumnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan perubahan perilaku konsumen tidak hanya berdampak pada toko fisik, tetapi juga mempengaruhi strategi pemasaran dan produksi di seluruh rantai industri ritel.&#13;
&#13;
Pergeseran ini disebutnya sebagai konsekuensi dari arus digitalisasi yang terus menguat dalam beberapa tahun terakhir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan penetrasi pasar yang luar biasa, UMKM bisa membuat pasar itu, artinya siapapun kita, dari daerah manapun kita bisa berjualan seluas mungkin, that&amp;#39;s opportunity,&amp;quot; ujarnya&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
