<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UMKM Kian Kompetitif di Era Digital, Produsen Besar Hadapi Tantangan Baru</title><description>Pergeseran pola distribusi ritel ke platform digital membuka ruang persaingan yang semakin luas bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/26/455/3186077/umkm-kian-kompetitif-di-era-digital-produsen-besar-hadapi-tantangan-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/11/26/455/3186077/umkm-kian-kompetitif-di-era-digital-produsen-besar-hadapi-tantangan-baru"/><item><title>UMKM Kian Kompetitif di Era Digital, Produsen Besar Hadapi Tantangan Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/11/26/455/3186077/umkm-kian-kompetitif-di-era-digital-produsen-besar-hadapi-tantangan-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/11/26/455/3186077/umkm-kian-kompetitif-di-era-digital-produsen-besar-hadapi-tantangan-baru</guid><pubDate>Rabu 26 November 2025 19:19 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/26/455/3186077/untar-lasA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">UMKM Kian Kompetitif di Era Digital, Produsen Besar Hadapi Tantangan Baru (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/26/455/3186077/untar-lasA_large.jpg</image><title>UMKM Kian Kompetitif di Era Digital, Produsen Besar Hadapi Tantangan Baru (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pergeseran pola distribusi ritel ke platform digital membuka ruang persaingan yang semakin luas bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).&#13;
&#13;
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara (FEB Untar) Sawidji Widoatmodjo menyampaikan era e-commerce menciptakan peluang besar bagi UMKM untuk menjangkau pasar yang sebelumnya didominasi raksasa ritel.&#13;
&#13;
Penetrasi pasar dari berbagai platform digital dinilai memberi ruang yang sama bagi produsen kecil dari berbagai daerah untuk memperluas jangkauan penjualannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;UMKM bisa membuat pasar mereka, artinya siapapun kita, dari daerah manapun kita bisa berjualan seluas mungkin, that&amp;#39;s opportunity,&amp;quot; ujar Sawidji dalam Moneyfestasi iNews Media Group Campus Connect di Universitas Tarumanegara, Jakarta, Rabu (26/11/2025).&#13;
&#13;
Dia menuturkan perkembangan ritel ke arah digital juga berdampak langsung pada struktur industri.&#13;
&#13;
Menurutnya, produsen kecil kini memiliki kesempatan sama untuk bersaing dengan produsen besar yang sebelumnya mendominasi pasar kebutuhan sehari-hari.&#13;
&#13;
Sawidji mencontohkan tren produk kecantikan yang berkembang pesat di pasar UMKM, dan diikuti oleh para pelaku kecil.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini akan menggerogoti pasar-pasar produsen besar seperti Martha Tilaar, Mustika Ratu, dan segala macam itu, karena mereka lebih dekat dengan konsumen,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Produsen skala kecil pada berbagai kategori bisnis juga disebut mulai muncul sebagai pesaing nyata bagi perusahaan besar.&#13;
&#13;
Hal ini dinilai menciptakan tantangan baru bagi raksasa-raksasa ritel yang sebelumnya mendominasi pangsa pasar konsumen domestik.&#13;
&#13;
Dia menyebut pola pemasaran digital memberi fleksibilitas bagi produsen kecil untuk membangun kedekatan dengan konsumen. Sementara produsen besar menghadapi dinamika pasar yang lebih kompetitif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Produsen kecil mulai mempunyai kesempatan untuk mengalahkan yang besar-besar,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pergeseran pola distribusi ritel ke platform digital membuka ruang persaingan yang semakin luas bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).&#13;
&#13;
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara (FEB Untar) Sawidji Widoatmodjo menyampaikan era e-commerce menciptakan peluang besar bagi UMKM untuk menjangkau pasar yang sebelumnya didominasi raksasa ritel.&#13;
&#13;
Penetrasi pasar dari berbagai platform digital dinilai memberi ruang yang sama bagi produsen kecil dari berbagai daerah untuk memperluas jangkauan penjualannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;UMKM bisa membuat pasar mereka, artinya siapapun kita, dari daerah manapun kita bisa berjualan seluas mungkin, that&amp;#39;s opportunity,&amp;quot; ujar Sawidji dalam Moneyfestasi iNews Media Group Campus Connect di Universitas Tarumanegara, Jakarta, Rabu (26/11/2025).&#13;
&#13;
Dia menuturkan perkembangan ritel ke arah digital juga berdampak langsung pada struktur industri.&#13;
&#13;
Menurutnya, produsen kecil kini memiliki kesempatan sama untuk bersaing dengan produsen besar yang sebelumnya mendominasi pasar kebutuhan sehari-hari.&#13;
&#13;
Sawidji mencontohkan tren produk kecantikan yang berkembang pesat di pasar UMKM, dan diikuti oleh para pelaku kecil.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini akan menggerogoti pasar-pasar produsen besar seperti Martha Tilaar, Mustika Ratu, dan segala macam itu, karena mereka lebih dekat dengan konsumen,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Produsen skala kecil pada berbagai kategori bisnis juga disebut mulai muncul sebagai pesaing nyata bagi perusahaan besar.&#13;
&#13;
Hal ini dinilai menciptakan tantangan baru bagi raksasa-raksasa ritel yang sebelumnya mendominasi pangsa pasar konsumen domestik.&#13;
&#13;
Dia menyebut pola pemasaran digital memberi fleksibilitas bagi produsen kecil untuk membangun kedekatan dengan konsumen. Sementara produsen besar menghadapi dinamika pasar yang lebih kompetitif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Produsen kecil mulai mempunyai kesempatan untuk mengalahkan yang besar-besar,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
