<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Dagang RI Surplus 66 Bulan Berturut-turut, Oktober Tembus USD2,39 Miliar </title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan barang Indonesia sebesar USD2,39 miliar pada Oktober 2025.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/01/320/3186995/neraca-dagang-ri-surplus-66-bulan-berturut-turut-oktober-tembus-usd2-39-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/12/01/320/3186995/neraca-dagang-ri-surplus-66-bulan-berturut-turut-oktober-tembus-usd2-39-miliar"/><item><title>Neraca Dagang RI Surplus 66 Bulan Berturut-turut, Oktober Tembus USD2,39 Miliar </title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/01/320/3186995/neraca-dagang-ri-surplus-66-bulan-berturut-turut-oktober-tembus-usd2-39-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/12/01/320/3186995/neraca-dagang-ri-surplus-66-bulan-berturut-turut-oktober-tembus-usd2-39-miliar</guid><pubDate>Senin 01 Desember 2025 11:46 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/01/320/3186995/neraca_dagang_ri-wi1V_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Neraca Dagang RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/01/320/3186995/neraca_dagang_ri-wi1V_large.JPG</image><title>Neraca Dagang RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan barang Indonesia sebesar USD2,39 miliar pada Oktober 2025.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, nilai surplus ini terjadi selama 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus (USD2,39 miliar) pada Oktober 2025 ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas non migas yaitu sebesar USD4,31 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utamanya adalah lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja,&amp;quot; kata Pudji dalam konferensi pers Rilis BPS, Senin (1/12/2025).&#13;
&#13;
Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar USD1,92 miliar dengan komoditas penyumbangnya adalah hasil minyak dan minyak mentah.&#13;
&#13;
Secara kumulatif Januari hingga Oktober 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar USD35,88 miliar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus sepanjang Januari hingga Oktober 2025 ini lebih ditopang oleh surplus komoditas non migas yaitu sebesar USD51,51 miliar. Sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD15,63 miliar,&amp;quot; ungkap Pudji.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan data BPS, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan beberapa negara dengan tiga terbesar yakni Amerika Serikat USD14,93 miliar, India USD11,29 miliar dan Filipina USD7,18 milliar.&#13;
&#13;
Sementara itu, Indonesia mengalami defisit dengan China sebesar -USD16,32 miliar, Australia -USD4,58 miliar dan Singapura -USD4,17 miliar.&#13;
&#13;
Untuk neraca perdagangan kelompok nonmigas, tiga penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat USD17,40 miliar, India USD11,37 miliar dan Filipina USD7,09 miliar.&#13;
&#13;
Sedangkan penyumbang defisit terdalam pada kelompok nonmigas adalah China -USD17,74 miliar, Australia -USD3,91 miliar dan Brazil -USD1,48 miliar.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan barang Indonesia sebesar USD2,39 miliar pada Oktober 2025.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, nilai surplus ini terjadi selama 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus (USD2,39 miliar) pada Oktober 2025 ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas non migas yaitu sebesar USD4,31 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utamanya adalah lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja,&amp;quot; kata Pudji dalam konferensi pers Rilis BPS, Senin (1/12/2025).&#13;
&#13;
Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar USD1,92 miliar dengan komoditas penyumbangnya adalah hasil minyak dan minyak mentah.&#13;
&#13;
Secara kumulatif Januari hingga Oktober 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar USD35,88 miliar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Surplus sepanjang Januari hingga Oktober 2025 ini lebih ditopang oleh surplus komoditas non migas yaitu sebesar USD51,51 miliar. Sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD15,63 miliar,&amp;quot; ungkap Pudji.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan data BPS, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan beberapa negara dengan tiga terbesar yakni Amerika Serikat USD14,93 miliar, India USD11,29 miliar dan Filipina USD7,18 milliar.&#13;
&#13;
Sementara itu, Indonesia mengalami defisit dengan China sebesar -USD16,32 miliar, Australia -USD4,58 miliar dan Singapura -USD4,17 miliar.&#13;
&#13;
Untuk neraca perdagangan kelompok nonmigas, tiga penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat USD17,40 miliar, India USD11,37 miliar dan Filipina USD7,09 miliar.&#13;
&#13;
Sedangkan penyumbang defisit terdalam pada kelompok nonmigas adalah China -USD17,74 miliar, Australia -USD3,91 miliar dan Brazil -USD1,48 miliar.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
