<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Purbaya Siapkan Insentif Investor Ritel Jika Pelaku Saham Gorengan Diberi Sanksi</title><description>Mengacu pada tenggat enam bulan untuk membersihkan praktik goreng-menggoreng saham, Purbaya menyatakan evaluasi masih dilakukan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/03/320/3187625/purbaya-siapkan-insentif-investor-ritel-jika-pelaku-saham-gorengan-diberi-sanksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/12/03/320/3187625/purbaya-siapkan-insentif-investor-ritel-jika-pelaku-saham-gorengan-diberi-sanksi"/><item><title>Purbaya Siapkan Insentif Investor Ritel Jika Pelaku Saham Gorengan Diberi Sanksi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/03/320/3187625/purbaya-siapkan-insentif-investor-ritel-jika-pelaku-saham-gorengan-diberi-sanksi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/12/03/320/3187625/purbaya-siapkan-insentif-investor-ritel-jika-pelaku-saham-gorengan-diberi-sanksi</guid><pubDate>Rabu 03 Desember 2025 19:50 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/03/320/3187625/purbaya-vxmc_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Syarat Menkeu Purbaya Siapkan Insentif Fiskal Bagi Investor Ritel. (Foto: Okezone.com/IMG) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/03/320/3187625/purbaya-vxmc_large.jpg</image><title>Syarat Menkeu Purbaya Siapkan Insentif Fiskal Bagi Investor Ritel. (Foto: Okezone.com/IMG) </title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menyalurkan insentif fiskal bagi investor ritel, setelah ada tindakan konkret terhadap para pelaku manipulasi harga atau saham gorengan.&#13;
&#13;
Mengacu pada tenggat enam bulan untuk membersihkan praktik goreng-menggoreng saham, Purbaya menyatakan evaluasi masih dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kita lihat 6 bulan, lengkapin nggak? Ada yang dihukum atau nggak, nanti kita lihat,&amp;rdquo; ujar Purbaya saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/12/2025).&#13;
&#13;
Purbaya menekankan bahwa insentif tidak akan diberikan sebelum ada penindakan nyata yang memberikan rasa aman kepada investor ritel.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ada action yang jelas bahwa penggoreng saham itu dikenakan sanksi, baru kita kasih insentif ke investor,&amp;rdquo; kata Purbaya.&#13;
&#13;
Menurutnya, kondisi pasar saat ini belum sepenuhnya aman untuk investor pemula, sehingga pemberian insentif justru berpotensi menjerumuskan mereka ke situasi berisiko.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya takut kalau ngasih ke investor ritel dalam keadaan sekarang, mereka masuk ke tempat yang agak bahaya buat mereka,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi kalau sudah diberesin, ya sudah. Kalau ekonominya bagus, memang baik terus ke depan, investasi di saham adalah investasi yang menarik sekali,&amp;rdquo; imbuh Purbaya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Purbaya telah berjanji memberikan insentif fiskal untuk meningkatkan jumlah investor ritel di pasar modal Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun ia memberikan syarat tegas, yakni praktik saham gorengan harus dibersihkan terlebih dahulu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seperti janji saya, kalau Pak Mahendra bisa bereskan goreng-gorengan itu, investor kan masuk. Saya akan beri tambahan insentif biar orang makin banyak masuk ke pasar saham. Saya tunggu tindakan dari Pak Mahendra dan Bursa,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Purbaya juga meminta oknum pelaku manipulasi harga saham ditangkap dan dihukum agar investor ritel tidak dirugikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi nggak bodoh pun, nggak pintar pun nggak apa-apa, yang penting nggak ketipu,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menyalurkan insentif fiskal bagi investor ritel, setelah ada tindakan konkret terhadap para pelaku manipulasi harga atau saham gorengan.&#13;
&#13;
Mengacu pada tenggat enam bulan untuk membersihkan praktik goreng-menggoreng saham, Purbaya menyatakan evaluasi masih dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kita lihat 6 bulan, lengkapin nggak? Ada yang dihukum atau nggak, nanti kita lihat,&amp;rdquo; ujar Purbaya saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/12/2025).&#13;
&#13;
Purbaya menekankan bahwa insentif tidak akan diberikan sebelum ada penindakan nyata yang memberikan rasa aman kepada investor ritel.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ada action yang jelas bahwa penggoreng saham itu dikenakan sanksi, baru kita kasih insentif ke investor,&amp;rdquo; kata Purbaya.&#13;
&#13;
Menurutnya, kondisi pasar saat ini belum sepenuhnya aman untuk investor pemula, sehingga pemberian insentif justru berpotensi menjerumuskan mereka ke situasi berisiko.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya takut kalau ngasih ke investor ritel dalam keadaan sekarang, mereka masuk ke tempat yang agak bahaya buat mereka,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi kalau sudah diberesin, ya sudah. Kalau ekonominya bagus, memang baik terus ke depan, investasi di saham adalah investasi yang menarik sekali,&amp;rdquo; imbuh Purbaya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Purbaya telah berjanji memberikan insentif fiskal untuk meningkatkan jumlah investor ritel di pasar modal Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun ia memberikan syarat tegas, yakni praktik saham gorengan harus dibersihkan terlebih dahulu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seperti janji saya, kalau Pak Mahendra bisa bereskan goreng-gorengan itu, investor kan masuk. Saya akan beri tambahan insentif biar orang makin banyak masuk ke pasar saham. Saya tunggu tindakan dari Pak Mahendra dan Bursa,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Purbaya juga meminta oknum pelaku manipulasi harga saham ditangkap dan dihukum agar investor ritel tidak dirugikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi nggak bodoh pun, nggak pintar pun nggak apa-apa, yang penting nggak ketipu,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
