<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Percepat Pemulihan Terpadu, Menteri Maman Petakan UMKM Terdampak Bencana</title><description>Menteri UMKM Maman Abdurrahman memetakan kondisi para pengusaha UMKM yang terdampak bencana di Provinsi Sumut, Aceh, dan Sumbar.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/05/11/3187967/percepat-pemulihan-terpadu-menteri-maman-petakan-umkm-terdampak-bencana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/12/05/11/3187967/percepat-pemulihan-terpadu-menteri-maman-petakan-umkm-terdampak-bencana"/><item><title>Percepat Pemulihan Terpadu, Menteri Maman Petakan UMKM Terdampak Bencana</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/05/11/3187967/percepat-pemulihan-terpadu-menteri-maman-petakan-umkm-terdampak-bencana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/12/05/11/3187967/percepat-pemulihan-terpadu-menteri-maman-petakan-umkm-terdampak-bencana</guid><pubDate>Jum'at 05 Desember 2025 11:25 WIB</pubDate><dc:creator>Agustina Wulandari </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/05/11/3187967/menteri_maman_petakan_umkm_terdampak_bencana-5GhO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri UMKM Maman Abdurrahman petakan UMKM terdampak bencana. (Foto: dok Kementerian UMKM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/05/11/3187967/menteri_maman_petakan_umkm_terdampak_bencana-5GhO_large.jpg</image><title>Menteri UMKM Maman Abdurrahman petakan UMKM terdampak bencana. (Foto: dok Kementerian UMKM)</title></images><description>&#13;
&#13;
MANDAILING NATAL, SUMUT&amp;nbsp;-&amp;nbsp;Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan komitmen pemerintah untuk segera memetakan kondisi para pengusaha UMKM yang terdampak bencana di Provinsi Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.&#13;
&#13;
Menteri Maman menekankan bahwa pemetaan tersebut menjadi fondasi penting untuk mengetahui jumlah, tingkat dampak, serta kebutuhan penanganan yang tepat bagi para pengusaha UMKM di wilayah terdampak bencana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pekan depan, kami akan menggelar rapat koordinasi dengan para bank penyalur KUR, khususnya yang memiliki portofolio pembiayaan di tiga provinsi tersebut,&amp;quot;&amp;nbsp;ujarnya&amp;nbsp;saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Kamis (4/12).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ingin memastikan data UMKM terdampak benar-benar akurat sehingga langkah penanganannya tepat dan dapat dijalankan segera,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Menurut Maman, penanganan pascabencana harus memperhitungkan tingkat keparahan dampak di setiap wilayah. Zonasi diperlukan untuk menentukan tingkat kelumpuhan usaha para pengusaha UMKM.&#13;
&#13;
Ia menegaskan skema pemulihan UMKM tidak dapat hanya diserahkan kepada pemerintah daerah atau pihak bank di lapangan.&#13;
&#13;
Diperlukan kebijakan nasional yang memberikan kepastian, ruang gerak, dan payung regulasi bagi seluruh pihak dalam penanganan pascabencana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya meyakini persoalan ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh teman-teman di daerah. Harus ada kebijakan dari pemerintah pusat agar langkah-langkah pemulihan di lapangan dapat berjalan lebih leluasa dan terarah,&amp;rdquo; kata Maman.&#13;
&#13;
Untuk penanganan jangka pendek, Menteri UMKM meminta perbankan mengoptimalkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebagai bentuk respons cepat untuk membantu pengusaha UMKM yang terdampak bencana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya pikir pendekatannya kemanusiaan dulu. Apa yang bisa dibantu melalui CSR, silakan dilakukan semaksimal mungkin tanpa menunggu instruksi tambahan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan stakeholder terkait lainnya, untuk merumuskan formula penanganan khusus bagi UMKM yang mengalami dampak permanen.&#13;
&#13;
Pemerintah menargetkan pemetaan kondisi UMKM terdampak bencana selesai dalam waktu dekat, sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pemulihan yang terukur, tepat sasaran, dan berpihak pada keberlanjutan usaha masyarakat.&#13;
&#13;
Maman menegaskan kembali komitmennya bahwa pemulihan UMKM di wilayah bencana akan dilakukan secara bertahap, menyeluruh, dan berorientasi pada pemulihan ekonomi masyarakat agar para pengusaha UMKM dapat kembali bangkit dan berdaya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
MANDAILING NATAL, SUMUT&amp;nbsp;-&amp;nbsp;Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan komitmen pemerintah untuk segera memetakan kondisi para pengusaha UMKM yang terdampak bencana di Provinsi Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.&#13;
&#13;
Menteri Maman menekankan bahwa pemetaan tersebut menjadi fondasi penting untuk mengetahui jumlah, tingkat dampak, serta kebutuhan penanganan yang tepat bagi para pengusaha UMKM di wilayah terdampak bencana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pekan depan, kami akan menggelar rapat koordinasi dengan para bank penyalur KUR, khususnya yang memiliki portofolio pembiayaan di tiga provinsi tersebut,&amp;quot;&amp;nbsp;ujarnya&amp;nbsp;saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Kamis (4/12).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ingin memastikan data UMKM terdampak benar-benar akurat sehingga langkah penanganannya tepat dan dapat dijalankan segera,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Menurut Maman, penanganan pascabencana harus memperhitungkan tingkat keparahan dampak di setiap wilayah. Zonasi diperlukan untuk menentukan tingkat kelumpuhan usaha para pengusaha UMKM.&#13;
&#13;
Ia menegaskan skema pemulihan UMKM tidak dapat hanya diserahkan kepada pemerintah daerah atau pihak bank di lapangan.&#13;
&#13;
Diperlukan kebijakan nasional yang memberikan kepastian, ruang gerak, dan payung regulasi bagi seluruh pihak dalam penanganan pascabencana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya meyakini persoalan ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh teman-teman di daerah. Harus ada kebijakan dari pemerintah pusat agar langkah-langkah pemulihan di lapangan dapat berjalan lebih leluasa dan terarah,&amp;rdquo; kata Maman.&#13;
&#13;
Untuk penanganan jangka pendek, Menteri UMKM meminta perbankan mengoptimalkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebagai bentuk respons cepat untuk membantu pengusaha UMKM yang terdampak bencana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya pikir pendekatannya kemanusiaan dulu. Apa yang bisa dibantu melalui CSR, silakan dilakukan semaksimal mungkin tanpa menunggu instruksi tambahan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan stakeholder terkait lainnya, untuk merumuskan formula penanganan khusus bagi UMKM yang mengalami dampak permanen.&#13;
&#13;
Pemerintah menargetkan pemetaan kondisi UMKM terdampak bencana selesai dalam waktu dekat, sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pemulihan yang terukur, tepat sasaran, dan berpihak pada keberlanjutan usaha masyarakat.&#13;
&#13;
Maman menegaskan kembali komitmennya bahwa pemulihan UMKM di wilayah bencana akan dilakukan secara bertahap, menyeluruh, dan berorientasi pada pemulihan ekonomi masyarakat agar para pengusaha UMKM dapat kembali bangkit dan berdaya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
