<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Fakta Kejagung Geledah Kantor Bea Cukai hingga Disebut Sarang Pungli&amp;nbsp;</title><description>Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan pihaknya saat ini sedang menghilangkan citra sarang pungli menyusul arahan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang meminta institusi tersebut berbenah dalam satu tahun.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/07/320/3188220/6-fakta-kejagung-geledah-kantor-bea-cukai-hingga-disebut-sarang-pungli-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/12/07/320/3188220/6-fakta-kejagung-geledah-kantor-bea-cukai-hingga-disebut-sarang-pungli-nbsp"/><item><title>6 Fakta Kejagung Geledah Kantor Bea Cukai hingga Disebut Sarang Pungli&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/07/320/3188220/6-fakta-kejagung-geledah-kantor-bea-cukai-hingga-disebut-sarang-pungli-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/12/07/320/3188220/6-fakta-kejagung-geledah-kantor-bea-cukai-hingga-disebut-sarang-pungli-nbsp</guid><pubDate>Minggu 07 Desember 2025 08:16 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/06/320/3188220/dirjen_bea_cukai_kemenkeu_soal_sarang_pungli-gjnc_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Dirjen Bea Cukai Kemenkeu soal Sarang Pungli (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/06/320/3188220/dirjen_bea_cukai_kemenkeu_soal_sarang_pungli-gjnc_large.JPG</image><title>Dirjen Bea Cukai Kemenkeu soal Sarang Pungli (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan pihaknya saat ini sedang menghilangkan citra sarang pungli menyusul arahan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang meminta institusi tersebut berbenah dalam satu tahun.&#13;
&#13;
Berikut fakta-fakta Kejagung Geledah Kantor Bea Cukai hingga Disebut Sarang Pungli &amp;nbsp;yang dirangkum Okezone, Minggu (7/12/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Respon soal Kejagung&#13;
&#13;
Geledah Kantor Bea Cukai&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama memberikan respons soal informasi penggeledahan sejumlah kantor Bea Cukai oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).&#13;
&#13;
Djaka menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari penanganan kasus lama terkait ekspor produk sawit dan turunannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu kasus lama masalah sawit dan turunannya,&amp;rdquo; ujar Djaka saat ditemui di Kanwil Bea dan Cukai Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Aktivitas Ekspor&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Djaka menyebut bahwa penyidikan mengacu pada aktivitas ekspor dalam beberapa tahun terakhir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tahun 2021 sampai dengan 2024 kalau nggak salah,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Djaka menjelaskan bahwa penggeledahan tidak hanya dilakukan di satu kantor Bea Cukai, tetapi di beberapa kantor wilayah yang berkaitan dengan kegiatan ekspor sawit pada periode tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak hanya di beberapa kantor wilayah Bea Cukai yang berkaitan dengan ekspor sawit. Dan itu masih berproses,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
3. Bea Cukai Sarang Pungli&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dirjen Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama mengatakan berbagai langkah perbaikan telah mulai dijalankan, terutama untuk menghapus stigma negatif terhadap Bea Cukai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya, mulai dari sumber daya manusianya, mulai dari alat peralatannya. Ya mungkin image di masyarakat bahwa Bea Cukai adalah sarang pungli itu sedikit demi sedikit kita hilangkan,&amp;rdquo; ujar Djaka saat ditemui di Kanwil Bea dan Cukai Jakarta.&#13;
&#13;
4. Pembenahan Dilakukan&#13;
&#13;
Djaka menyebutkan bahwa pembenahan tersebut meliputi peningkatan kualitas SDM, penggunaan teknologi pendukung dalam pengawasan, hingga perbaikan layanan publik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia menegaskan bahwa transformasi hanya bisa berjalan efektif apabila mendapat dukungan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami memohon dukungan dari masyarakat untuk mendukung bagaimana kita ke depannya menjadi lebih baik,&amp;rdquo; kata Djaka.&#13;
&#13;
5. Purbaya Terima Banyak Laporan&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menkeu Purbaya secara terbuka menyatakan bahwa dirinya menerima banyak laporan terkait perilaku pegawai Bea Cukai, termasuk potensi maladministrasi dan pungutan tidak resmi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam beberapa kesempatan, Purbaya menyebut adanya keluhan publik mengenai praktik-praktik tidak semestinya yang terjadi di lapangan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Purbaya menekankan bahwa Kemenkeu tidak boleh lagi membiarkan praktik tersebut berlangsung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
6. Beri Waktu Bea Cukai&#13;
&#13;
Ia bahkan memberi waktu satu tahun untuk melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk kemungkinan merumahkan pegawai Bea Cukai yang terbukti tidak patuh.&#13;
&#13;
Tujuannya, agar institusi ini tidak kembali mengulangi &amp;ldquo;sejarah kelam&amp;rdquo; sebagaimana pernah terjadi pada era 1980&amp;ndash;1990-an.&#13;
&#13;
Menurutnya, perbaikan Bea Cukai merupakan langkah yang sangat penting untuk meningkatkan integritas, menghilangkan pungutan liar, serta memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pengawas arus barang tersebut.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan pihaknya saat ini sedang menghilangkan citra sarang pungli menyusul arahan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang meminta institusi tersebut berbenah dalam satu tahun.&#13;
&#13;
Berikut fakta-fakta Kejagung Geledah Kantor Bea Cukai hingga Disebut Sarang Pungli &amp;nbsp;yang dirangkum Okezone, Minggu (7/12/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Respon soal Kejagung&#13;
&#13;
Geledah Kantor Bea Cukai&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama memberikan respons soal informasi penggeledahan sejumlah kantor Bea Cukai oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).&#13;
&#13;
Djaka menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari penanganan kasus lama terkait ekspor produk sawit dan turunannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu kasus lama masalah sawit dan turunannya,&amp;rdquo; ujar Djaka saat ditemui di Kanwil Bea dan Cukai Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Aktivitas Ekspor&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Djaka menyebut bahwa penyidikan mengacu pada aktivitas ekspor dalam beberapa tahun terakhir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tahun 2021 sampai dengan 2024 kalau nggak salah,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Djaka menjelaskan bahwa penggeledahan tidak hanya dilakukan di satu kantor Bea Cukai, tetapi di beberapa kantor wilayah yang berkaitan dengan kegiatan ekspor sawit pada periode tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak hanya di beberapa kantor wilayah Bea Cukai yang berkaitan dengan ekspor sawit. Dan itu masih berproses,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
3. Bea Cukai Sarang Pungli&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dirjen Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama mengatakan berbagai langkah perbaikan telah mulai dijalankan, terutama untuk menghapus stigma negatif terhadap Bea Cukai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya, mulai dari sumber daya manusianya, mulai dari alat peralatannya. Ya mungkin image di masyarakat bahwa Bea Cukai adalah sarang pungli itu sedikit demi sedikit kita hilangkan,&amp;rdquo; ujar Djaka saat ditemui di Kanwil Bea dan Cukai Jakarta.&#13;
&#13;
4. Pembenahan Dilakukan&#13;
&#13;
Djaka menyebutkan bahwa pembenahan tersebut meliputi peningkatan kualitas SDM, penggunaan teknologi pendukung dalam pengawasan, hingga perbaikan layanan publik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia menegaskan bahwa transformasi hanya bisa berjalan efektif apabila mendapat dukungan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami memohon dukungan dari masyarakat untuk mendukung bagaimana kita ke depannya menjadi lebih baik,&amp;rdquo; kata Djaka.&#13;
&#13;
5. Purbaya Terima Banyak Laporan&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menkeu Purbaya secara terbuka menyatakan bahwa dirinya menerima banyak laporan terkait perilaku pegawai Bea Cukai, termasuk potensi maladministrasi dan pungutan tidak resmi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam beberapa kesempatan, Purbaya menyebut adanya keluhan publik mengenai praktik-praktik tidak semestinya yang terjadi di lapangan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Purbaya menekankan bahwa Kemenkeu tidak boleh lagi membiarkan praktik tersebut berlangsung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
6. Beri Waktu Bea Cukai&#13;
&#13;
Ia bahkan memberi waktu satu tahun untuk melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk kemungkinan merumahkan pegawai Bea Cukai yang terbukti tidak patuh.&#13;
&#13;
Tujuannya, agar institusi ini tidak kembali mengulangi &amp;ldquo;sejarah kelam&amp;rdquo; sebagaimana pernah terjadi pada era 1980&amp;ndash;1990-an.&#13;
&#13;
Menurutnya, perbaikan Bea Cukai merupakan langkah yang sangat penting untuk meningkatkan integritas, menghilangkan pungutan liar, serta memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pengawas arus barang tersebut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
