<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Resmi Swasembada Padi dan Jagung di Akhir 2025</title><description>Zulhas menjelaskan bahwa proyeksi produksi padi nasional pada 2025 mengalami peningkatan signifikan, dari 30 juta ton pada 2024 menjadi 34,7 juta ton.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/08/320/3188579/indonesia-resmi-swasembada-padi-dan-jagung-di-akhir-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/12/08/320/3188579/indonesia-resmi-swasembada-padi-dan-jagung-di-akhir-2025"/><item><title>Indonesia Resmi Swasembada Padi dan Jagung di Akhir 2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/08/320/3188579/indonesia-resmi-swasembada-padi-dan-jagung-di-akhir-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/12/08/320/3188579/indonesia-resmi-swasembada-padi-dan-jagung-di-akhir-2025</guid><pubDate>Senin 08 Desember 2025 16:20 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/08/320/3188579/swasembada-VSUQ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia akan secara resmi mengumumkan status swasembada pangan di akhir tahun ini. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/08/320/3188579/swasembada-VSUQ_large.jpg</image><title>Indonesia akan secara resmi mengumumkan status swasembada pangan di akhir tahun ini. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan Indonesia akan secara resmi mengumumkan status swasembada pangan di akhir tahun ini. Swasembada pangan yang dimaksud berlaku untuk komoditas padi dan jagung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya, akhir tahun. Nanti biar Pak Mentan yang umumkan. Padi dan jagung,&amp;quot; ungkapnya saat dijumpai di sebuah acara di Jakarta, Senin (8/12/2025).&#13;
&#13;
Zulhas menjelaskan bahwa proyeksi produksi padi nasional pada 2025 mengalami peningkatan signifikan, dari 30 juta ton pada 2024 menjadi 34,7 juta ton.&#13;
&#13;
Kenaikan produksi tersebut, ditambah dengan cadangan beras pemerintah (CBP) yang kini menembus 4 juta ton di gudang Perum Bulog, membuat kebutuhan konsumsi dalam negeri dapat dipenuhi tanpa harus mengandalkan impor beras konsumsi.&#13;
&#13;
Kendati demikian, Zulhas menegaskan bahwa impor beras tidak serta-merta dihentikan sepenuhnya. Impor akan tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan segmen khusus, seperti beras Jepang, beras industri, serta jenis beras tertentu untuk kebutuhan medis atau diet khusus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi tetap ada yang diimpor, misalnya beras Jepang. Kata orang Jepang, susah kalau pakai beras kita. Ada juga untuk industri, ada juga beras untuk orang sakit, beras basmati, apapun itu,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, ia juga menekankan bahwa beras konsumsi utama masyarakat Indonesia tidak akan lagi diimpor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi yang kita makan, yang biasa kita impor, tidak diimpor lagi,&amp;quot; tegasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan Indonesia akan secara resmi mengumumkan status swasembada pangan di akhir tahun ini. Swasembada pangan yang dimaksud berlaku untuk komoditas padi dan jagung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya, akhir tahun. Nanti biar Pak Mentan yang umumkan. Padi dan jagung,&amp;quot; ungkapnya saat dijumpai di sebuah acara di Jakarta, Senin (8/12/2025).&#13;
&#13;
Zulhas menjelaskan bahwa proyeksi produksi padi nasional pada 2025 mengalami peningkatan signifikan, dari 30 juta ton pada 2024 menjadi 34,7 juta ton.&#13;
&#13;
Kenaikan produksi tersebut, ditambah dengan cadangan beras pemerintah (CBP) yang kini menembus 4 juta ton di gudang Perum Bulog, membuat kebutuhan konsumsi dalam negeri dapat dipenuhi tanpa harus mengandalkan impor beras konsumsi.&#13;
&#13;
Kendati demikian, Zulhas menegaskan bahwa impor beras tidak serta-merta dihentikan sepenuhnya. Impor akan tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan segmen khusus, seperti beras Jepang, beras industri, serta jenis beras tertentu untuk kebutuhan medis atau diet khusus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi tetap ada yang diimpor, misalnya beras Jepang. Kata orang Jepang, susah kalau pakai beras kita. Ada juga untuk industri, ada juga beras untuk orang sakit, beras basmati, apapun itu,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, ia juga menekankan bahwa beras konsumsi utama masyarakat Indonesia tidak akan lagi diimpor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi yang kita makan, yang biasa kita impor, tidak diimpor lagi,&amp;quot; tegasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
