<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK: Kinerja Pasar Modal Indonesia Tunjukkan Perkembangan Positif Sepanjang 2025 </title><description>Kepala Department Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Novira Indrianingrum mengatakan bahwa kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif di sepanjang 2025. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/12/278/3189489/ojk-kinerja-pasar-modal-indonesia-tunjukkan-perkembangan-positif-sepanjang-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/12/12/278/3189489/ojk-kinerja-pasar-modal-indonesia-tunjukkan-perkembangan-positif-sepanjang-2025"/><item><title>OJK: Kinerja Pasar Modal Indonesia Tunjukkan Perkembangan Positif Sepanjang 2025 </title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/12/278/3189489/ojk-kinerja-pasar-modal-indonesia-tunjukkan-perkembangan-positif-sepanjang-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/12/12/278/3189489/ojk-kinerja-pasar-modal-indonesia-tunjukkan-perkembangan-positif-sepanjang-2025</guid><pubDate>Jum'at 12 Desember 2025 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/12/278/3189489/aei-Q3oZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">HUT AEI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/12/278/3189489/aei-Q3oZ_large.jpg</image><title>HUT AEI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Department Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Novira Indrianingrum mengatakan bahwa kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif di sepanjang 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, sepanjang 2025 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pertumbuhan yang kuat, di mana hingga akhir November tahun ini IHSG ditutup di level 8.508 meningkat lebih dari 20% year to date.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada akhir November tahun ini IHSg itu ditutup di level 8.508. Meningkat lebih dari 20% year to date, bahkan sempat mencapai posisi all time high pada level 8.602,&amp;quot; ungkap Novira dalam acara HUT Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (12/12/2025).&#13;
&#13;
Kinerja positif tersebut juga tercermin dari kapitalisasi pasar yang mencapai Rp15.700 triliun atau sekitar 70% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, likuiditas transaksi turut mencatat rekor baru dengan rata-rata nilai transaksi harian sekarang sudah mencapai Rp23 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi tertinggi sepanjang sejarah,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Novira menjelaskan bahwa peran investor domestik semakin signifikan, meskipun investor asing masih mencatat net buy. Kombinasi keduanya menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap prospek pasar modal Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari sisi investor juga sekarang jumlah investor kita sudah mencapai 27 juta, tumbuh 30% year to date. Jadi menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat terhadap pasar modal Indonesia,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Sementara dari sisi penghimpunan dana, pasar modal juga mencatat capaian solid. Total nilai penawaran umum sepanjang 2025 mencapai Rp239 triliun, melampaui target tahunan yang ditetapkan OJK.&#13;
&#13;
Meski demikian, Novira menegaskan bahwa berbagai perbaikan tetap diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan pasar modal Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang lebih penting adalah kita tetap harus melakukan perbaikan-perbaikan. Termasuk tadi disampaikan kualitas tata kelola, transparansi, ESG, dan komitmen terhadap keberlanjutan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Department Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Novira Indrianingrum mengatakan bahwa kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif di sepanjang 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, sepanjang 2025 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pertumbuhan yang kuat, di mana hingga akhir November tahun ini IHSG ditutup di level 8.508 meningkat lebih dari 20% year to date.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada akhir November tahun ini IHSg itu ditutup di level 8.508. Meningkat lebih dari 20% year to date, bahkan sempat mencapai posisi all time high pada level 8.602,&amp;quot; ungkap Novira dalam acara HUT Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (12/12/2025).&#13;
&#13;
Kinerja positif tersebut juga tercermin dari kapitalisasi pasar yang mencapai Rp15.700 triliun atau sekitar 70% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, likuiditas transaksi turut mencatat rekor baru dengan rata-rata nilai transaksi harian sekarang sudah mencapai Rp23 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi tertinggi sepanjang sejarah,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Novira menjelaskan bahwa peran investor domestik semakin signifikan, meskipun investor asing masih mencatat net buy. Kombinasi keduanya menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap prospek pasar modal Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari sisi investor juga sekarang jumlah investor kita sudah mencapai 27 juta, tumbuh 30% year to date. Jadi menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat terhadap pasar modal Indonesia,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Sementara dari sisi penghimpunan dana, pasar modal juga mencatat capaian solid. Total nilai penawaran umum sepanjang 2025 mencapai Rp239 triliun, melampaui target tahunan yang ditetapkan OJK.&#13;
&#13;
Meski demikian, Novira menegaskan bahwa berbagai perbaikan tetap diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan pasar modal Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang lebih penting adalah kita tetap harus melakukan perbaikan-perbaikan. Termasuk tadi disampaikan kualitas tata kelola, transparansi, ESG, dan komitmen terhadap keberlanjutan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
