<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ESDM Buka Peluang Tambah Kuota Impor BBM SPBU Swasta di 2026</title><description>Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang untuk menambah kuota impor SPBU swasta tahun depan. Hal ini menimbang kekurangan stok BBM SPBU swasta yang terjadi akhir-akhir ini.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/12/320/3189460/esdm-buka-peluang-tambah-kuota-impor-bbm-spbu-swasta-di-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/12/12/320/3189460/esdm-buka-peluang-tambah-kuota-impor-bbm-spbu-swasta-di-2026"/><item><title>ESDM Buka Peluang Tambah Kuota Impor BBM SPBU Swasta di 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/12/320/3189460/esdm-buka-peluang-tambah-kuota-impor-bbm-spbu-swasta-di-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/12/12/320/3189460/esdm-buka-peluang-tambah-kuota-impor-bbm-spbu-swasta-di-2026</guid><pubDate>Jum'at 12 Desember 2025 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/12/320/3189460/spbu_swasta_beli_bbm_pertamina-xULt_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SPBU Swasta Beli BBM Pertamina (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/12/320/3189460/spbu_swasta_beli_bbm_pertamina-xULt_large.jpg</image><title>SPBU Swasta Beli BBM Pertamina (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang untuk menambah kuota impor SPBU swasta tahun depan. Hal ini menimbang kekurangan stok BBM SPBU swasta yang terjadi akhir-akhir ini.&#13;
&#13;
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan, skema pemberian kuota impor tahun depan untuk operator SPBU akan menimbang aspek kebutuhan tahun 2025. Ketika permintaan SPBU swasta meningkatkan tahun ini, yang terlihat dari tambahan pemenuhan impor lewat PT Pertamina Patra Niaga, maka menjadi bagian evaluasi untuk pemberian kuota impor tahun depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seperti tahun 2025 ini kan total penjualan mereka akhirnya kita lebihkan 10 persen (dari tahun 2024). Sesuai dengan pertumbuhan permintaan. Jadi ini (pemberian kuota impor) juga lagi di evaluasi oleh Dirjen Migas,&amp;quot; ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (12/12/2025).&#13;
&#13;
Yuliot menambahkan, bulan Desember ini operator SPBU baik swasta maupun Pertamina sudah bisa mengajukan kuota impor untuk kebutuhan di tahun 2026. Pengajuan tersebut sesuai dengan hasil penjualan BBM di tahun ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi untuk kuota, ini kan saat ini ini badan usaha swasta termasuk PT Pertamina, kalau memang itu ada impor. Mereka sudah bisa mengajukan kuota untuk tahun depan. Jadi ini berdasarkan penjualan (2025),&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga telah memasok impor BBM tambahan kepada operator SPBU swasta. Hal ini melanjuti kekurangan stok di sejumlah SPBU swasta beberapa waktu terakhir.&#13;
&#13;
Pertamina mencatat total BBM yang disalurkan kepada 4 operator SPBU swasta yakni 430 ribu barel, untuk memenuhi stok hingga akhir tahun 2025 saja. Sebelum mereka memdapatkan kuota impor baru dari Pemerintah.&#13;
&#13;
Shell Indonesia mengimpor tambahan BBM sebanyak 100 ribu barel pada bulan ini. BP-AKR diketahui membeli tambahan BBM dari pertamina sebanyak 200 ribu barel, sementara sisanya dibeli oleh Vivo.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang untuk menambah kuota impor SPBU swasta tahun depan. Hal ini menimbang kekurangan stok BBM SPBU swasta yang terjadi akhir-akhir ini.&#13;
&#13;
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan, skema pemberian kuota impor tahun depan untuk operator SPBU akan menimbang aspek kebutuhan tahun 2025. Ketika permintaan SPBU swasta meningkatkan tahun ini, yang terlihat dari tambahan pemenuhan impor lewat PT Pertamina Patra Niaga, maka menjadi bagian evaluasi untuk pemberian kuota impor tahun depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seperti tahun 2025 ini kan total penjualan mereka akhirnya kita lebihkan 10 persen (dari tahun 2024). Sesuai dengan pertumbuhan permintaan. Jadi ini (pemberian kuota impor) juga lagi di evaluasi oleh Dirjen Migas,&amp;quot; ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (12/12/2025).&#13;
&#13;
Yuliot menambahkan, bulan Desember ini operator SPBU baik swasta maupun Pertamina sudah bisa mengajukan kuota impor untuk kebutuhan di tahun 2026. Pengajuan tersebut sesuai dengan hasil penjualan BBM di tahun ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi untuk kuota, ini kan saat ini ini badan usaha swasta termasuk PT Pertamina, kalau memang itu ada impor. Mereka sudah bisa mengajukan kuota untuk tahun depan. Jadi ini berdasarkan penjualan (2025),&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga telah memasok impor BBM tambahan kepada operator SPBU swasta. Hal ini melanjuti kekurangan stok di sejumlah SPBU swasta beberapa waktu terakhir.&#13;
&#13;
Pertamina mencatat total BBM yang disalurkan kepada 4 operator SPBU swasta yakni 430 ribu barel, untuk memenuhi stok hingga akhir tahun 2025 saja. Sebelum mereka memdapatkan kuota impor baru dari Pemerintah.&#13;
&#13;
Shell Indonesia mengimpor tambahan BBM sebanyak 100 ribu barel pada bulan ini. BP-AKR diketahui membeli tambahan BBM dari pertamina sebanyak 200 ribu barel, sementara sisanya dibeli oleh Vivo.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
