<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Diprediksi Tembus 8.800, Didukung Window Dressing dan Santa Claus Rally</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan ini, periode 15??&quot;19 Desember 2025&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/15/278/3189918/ihsg-diprediksi-tembus-8-800-didukung-window-dressing-dan-santa-claus-rally</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/12/15/278/3189918/ihsg-diprediksi-tembus-8-800-didukung-window-dressing-dan-santa-claus-rally"/><item><title>IHSG Diprediksi Tembus 8.800, Didukung Window Dressing dan Santa Claus Rally</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/15/278/3189918/ihsg-diprediksi-tembus-8-800-didukung-window-dressing-dan-santa-claus-rally</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/12/15/278/3189918/ihsg-diprediksi-tembus-8-800-didukung-window-dressing-dan-santa-claus-rally</guid><pubDate>Senin 15 Desember 2025 08:36 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/15/278/3189918/ihsg-wO3a_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG akan didukung fenomena window dressing dan Santa Claus Rally di akhir tahun. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/15/278/3189918/ihsg-wO3a_large.jpg</image><title>IHSG akan didukung fenomena window dressing dan Santa Claus Rally di akhir tahun. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan ini, periode 15&amp;ndash;19 Desember 2025. IHSG akan didukung fenomena window dressing dan Santa Claus Rally di akhir tahun.&#13;
&#13;
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menyampaikan, meskipun pekan lalu IHSG sempat bergerak variatif dan cenderung melemah setelah mencatatkan all time high (ATH) baru di level 8.777.&#13;
&#13;
Retail Equity Analyst IPOT, Indri Liftiany Travelin Yunus, mengatakan pergerakan IHSG pekan lalu tertopang oleh sentimen global seperti pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 bps ke level 3,50&amp;ndash;3,75 persen dan data JOLTs Job Openings AS.&#13;
&#13;
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari peningkatan Consumer Confidence Indonesia pada November ke level 124, serta kabar berlanjutnya negosiasi dagang Indonesia&amp;ndash;AS.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini IHSG tercatat sudah menguat sebesar (+1,78% MTD). Kami menilai IHSG masih memiliki peluang untuk dapat melanjutkan penguatannya pada pekan ini dan akan bergerak bervariasi cenderung menguat dalam rentang support 8.570 dan resistance 8.800,&amp;rdquo; tulis Indri dalam risetnya, Senin (14/12/2025).&#13;
&#13;
Menurut Indri, fokus utama pelaku pasar saat ini terbagi antara saham-saham yang berpotensi masuk dalam rebalancing indeks MSCI dan momentum akhir tahun.&#13;
&#13;
Sektor energi menjadi penopang utama IHSG pekan lalu dengan penguatan terbesar (+6,49 persen), didorong oleh spekulasi saham BUMI yang berpotensi masuk indeks MSCI Standard Cap.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meskipun konsensus pasar memproyeksikan Bank Indonesia (BI) akan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 bps ke level 4,5 persen pada pekan ini, IPOT menilai BI kemungkinan besar tidak akan terburu-buru dan baru akan memangkas suku bunga pada awal tahun 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menilai BI tidak akan terburu-buru untuk memangkas tingkat suku bunga acuannya pada pekan ini, kemungkinan akan dipangkas pada awal tahun 2026. Kondisi ini akan membuka kesempatan besar untuk aliran dana masuk ke pasar saham,&amp;quot; jelas Indri.&#13;
&#13;
Sementara itu, sentimen global yang wajib dipantau pekan ini meliputi rilis data Non-Farm Payrolls AS, S&amp;amp;P Global Composite PMI Flash Desember, serta data inflasi AS bulan November yang diperkirakan turun tipis ke level 3 persen.&#13;
&#13;
Berikut rekomendasi saham IPOT pekan ini:&#13;
&#13;
Buy JPFA (Current Price: 2.640, Entry: 2.640, Target Price: 2.800 (+6,1 persen), Stop Loss: &amp;lt; 2.560 (-3,0 persen), dan Risk to Reward Ratio = 1:2,0).&#13;
&#13;
Buy on Breakout MEDC (Current Price: 1.315, Entry: 1.340, Target Price: 1.445 (+7,8 persen), Stop Loss: &amp;lt; 1.290 (-3,7 persen), dan Risk to Reward Ratio = 1:2,1).&#13;
&#13;
Buy INKP (Current Price: 8.200, Entry: 8.200, Target Price: 8.800 (+7,3 persen), Stop Loss: &amp;lt; 8.000 (-2,4 persen), dan Risk to Reward Ratio = 1:3,0).&#13;
&#13;
Buy Power Fund Series (PFS) Premier ETF Syariah JII (XIJI).&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan ini, periode 15&amp;ndash;19 Desember 2025. IHSG akan didukung fenomena window dressing dan Santa Claus Rally di akhir tahun.&#13;
&#13;
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menyampaikan, meskipun pekan lalu IHSG sempat bergerak variatif dan cenderung melemah setelah mencatatkan all time high (ATH) baru di level 8.777.&#13;
&#13;
Retail Equity Analyst IPOT, Indri Liftiany Travelin Yunus, mengatakan pergerakan IHSG pekan lalu tertopang oleh sentimen global seperti pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 bps ke level 3,50&amp;ndash;3,75 persen dan data JOLTs Job Openings AS.&#13;
&#13;
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari peningkatan Consumer Confidence Indonesia pada November ke level 124, serta kabar berlanjutnya negosiasi dagang Indonesia&amp;ndash;AS.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini IHSG tercatat sudah menguat sebesar (+1,78% MTD). Kami menilai IHSG masih memiliki peluang untuk dapat melanjutkan penguatannya pada pekan ini dan akan bergerak bervariasi cenderung menguat dalam rentang support 8.570 dan resistance 8.800,&amp;rdquo; tulis Indri dalam risetnya, Senin (14/12/2025).&#13;
&#13;
Menurut Indri, fokus utama pelaku pasar saat ini terbagi antara saham-saham yang berpotensi masuk dalam rebalancing indeks MSCI dan momentum akhir tahun.&#13;
&#13;
Sektor energi menjadi penopang utama IHSG pekan lalu dengan penguatan terbesar (+6,49 persen), didorong oleh spekulasi saham BUMI yang berpotensi masuk indeks MSCI Standard Cap.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meskipun konsensus pasar memproyeksikan Bank Indonesia (BI) akan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 bps ke level 4,5 persen pada pekan ini, IPOT menilai BI kemungkinan besar tidak akan terburu-buru dan baru akan memangkas suku bunga pada awal tahun 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menilai BI tidak akan terburu-buru untuk memangkas tingkat suku bunga acuannya pada pekan ini, kemungkinan akan dipangkas pada awal tahun 2026. Kondisi ini akan membuka kesempatan besar untuk aliran dana masuk ke pasar saham,&amp;quot; jelas Indri.&#13;
&#13;
Sementara itu, sentimen global yang wajib dipantau pekan ini meliputi rilis data Non-Farm Payrolls AS, S&amp;amp;P Global Composite PMI Flash Desember, serta data inflasi AS bulan November yang diperkirakan turun tipis ke level 3 persen.&#13;
&#13;
Berikut rekomendasi saham IPOT pekan ini:&#13;
&#13;
Buy JPFA (Current Price: 2.640, Entry: 2.640, Target Price: 2.800 (+6,1 persen), Stop Loss: &amp;lt; 2.560 (-3,0 persen), dan Risk to Reward Ratio = 1:2,0).&#13;
&#13;
Buy on Breakout MEDC (Current Price: 1.315, Entry: 1.340, Target Price: 1.445 (+7,8 persen), Stop Loss: &amp;lt; 1.290 (-3,7 persen), dan Risk to Reward Ratio = 1:2,1).&#13;
&#13;
Buy INKP (Current Price: 8.200, Entry: 8.200, Target Price: 8.800 (+7,3 persen), Stop Loss: &amp;lt; 8.000 (-2,4 persen), dan Risk to Reward Ratio = 1:3,0).&#13;
&#13;
Buy Power Fund Series (PFS) Premier ETF Syariah JII (XIJI).&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
