<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nelayan hingga Industri Kelautan Dapat Perlindungan Kapal dan Bencana Alam</title><description>Mencakup sekitar 500 kapal nelayan serta ribuan pelaku usaha pemindang ikan di 20 titik wilayah Indonesia.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/15/320/3189958/nelayan-hingga-industri-kelautan-dapat-perlindungan-kapal-dan-bencana-alam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/12/15/320/3189958/nelayan-hingga-industri-kelautan-dapat-perlindungan-kapal-dan-bencana-alam"/><item><title>Nelayan hingga Industri Kelautan Dapat Perlindungan Kapal dan Bencana Alam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/15/320/3189958/nelayan-hingga-industri-kelautan-dapat-perlindungan-kapal-dan-bencana-alam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/12/15/320/3189958/nelayan-hingga-industri-kelautan-dapat-perlindungan-kapal-dan-bencana-alam</guid><pubDate>Senin 15 Desember 2025 13:05 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/15/320/3189958/nelayan-oVpI_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Risiko nelayan hingga pengusaha pengolahan ikan, seperti kerusakan kapal atau bencana alam. (Foto: okezone.com/Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/15/320/3189958/nelayan-oVpI_large.jpg</image><title>Risiko nelayan hingga pengusaha pengolahan ikan, seperti kerusakan kapal atau bencana alam. (Foto: okezone.com/Antara)</title></images><description>JAKARTA - UMKM sektor kelautan Indonesia menghadapi berbagai risiko, mulai dari nelayan hingga pengusaha pengolahan ikan, seperti kerusakan kapal atau bencana alam, yang mengancam kelangsungan usaha mereka.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, UMKM di sektor ini membutuhkan perlindungan sebagai solusi agar para pelaku usaha dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih aman dan berkelanjutan.&#13;
&#13;
Untuk itu, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Satya Trinadi Komira Perkasa terkait pemanfaatan produk Asuransi Umum, Asuransi Mikro Usahaku, dan Asuransi Mikro Bahari untuk meningkatkan pelindungan bagi pelaku usaha di sektor kelautan.&#13;
&#13;
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, dan Direktur Utama PT Satya Trinadi Komira Perkasa, Emil Arifin, serta disaksikan oleh Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia (KemenUMKM RI), Harun A.S.&#13;
&#13;
Melalui kolaborasi ini, Askrindo memperluas jangkauan pelindungan bagi jaringan usaha Komira, yang mencakup sekitar 500 kapal nelayan serta ribuan pelaku usaha pemindang ikan di 20 titik wilayah Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini merupakan langkah strategis dalam memperluas pelindungan bagi UMKM di sektor maritim. Kami hadirkan solusi pelindungan dari hulu hingga hilir dengan biaya yang terjangkau dan relevan untuk mendukung keberlangsungan usaha para nelayan dan pengusaha pemindang ikan,&amp;quot; ujar Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, Senin (15/12/2025).&#13;
&#13;
Askrindo ingin para pelaku usaha tak lagi khawatir jika risiko datang menghampiri, sehingga aktivitas penangkapan ikan dapat tetap berjalan lancar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Budhi menambahkan, Asuransi Mikro Bahari merupakan produk perlindungan yang dirancang untuk memberikan jaminan bagi kapal nelayan terhadap risiko seperti kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat, dan bencana alam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kerjasama ini menjadi bentuk nyata kontribusi Askrindo dalam memperkuat pelindungan dan keberlangsungan usaha mikro di sektor kelautan, serta sejalan dengan program pemerintah dalam penciptaan lapangan kerja dan mendorong kewirausahaan,&amp;quot; tambahnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - UMKM sektor kelautan Indonesia menghadapi berbagai risiko, mulai dari nelayan hingga pengusaha pengolahan ikan, seperti kerusakan kapal atau bencana alam, yang mengancam kelangsungan usaha mereka.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, UMKM di sektor ini membutuhkan perlindungan sebagai solusi agar para pelaku usaha dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih aman dan berkelanjutan.&#13;
&#13;
Untuk itu, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Satya Trinadi Komira Perkasa terkait pemanfaatan produk Asuransi Umum, Asuransi Mikro Usahaku, dan Asuransi Mikro Bahari untuk meningkatkan pelindungan bagi pelaku usaha di sektor kelautan.&#13;
&#13;
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, dan Direktur Utama PT Satya Trinadi Komira Perkasa, Emil Arifin, serta disaksikan oleh Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia (KemenUMKM RI), Harun A.S.&#13;
&#13;
Melalui kolaborasi ini, Askrindo memperluas jangkauan pelindungan bagi jaringan usaha Komira, yang mencakup sekitar 500 kapal nelayan serta ribuan pelaku usaha pemindang ikan di 20 titik wilayah Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini merupakan langkah strategis dalam memperluas pelindungan bagi UMKM di sektor maritim. Kami hadirkan solusi pelindungan dari hulu hingga hilir dengan biaya yang terjangkau dan relevan untuk mendukung keberlangsungan usaha para nelayan dan pengusaha pemindang ikan,&amp;quot; ujar Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, Senin (15/12/2025).&#13;
&#13;
Askrindo ingin para pelaku usaha tak lagi khawatir jika risiko datang menghampiri, sehingga aktivitas penangkapan ikan dapat tetap berjalan lancar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Budhi menambahkan, Asuransi Mikro Bahari merupakan produk perlindungan yang dirancang untuk memberikan jaminan bagi kapal nelayan terhadap risiko seperti kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat, dan bencana alam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kerjasama ini menjadi bentuk nyata kontribusi Askrindo dalam memperkuat pelindungan dan keberlangsungan usaha mikro di sektor kelautan, serta sejalan dengan program pemerintah dalam penciptaan lapangan kerja dan mendorong kewirausahaan,&amp;quot; tambahnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
