<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Panggil Purbaya ke Istana, Bahas Apa?</title><description>Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ke Istana Negara pada Jumat (19/12/2025). Pertemuan tersebut dilakukan guna mendiskusikan laporan serta memastikan kelancaran pemberian bantuan bagi korban bencana alam yang melanda wilayah Sumatera.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/19/320/3190912/prabowo-panggil-purbaya-ke-istana-bahas-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/12/19/320/3190912/prabowo-panggil-purbaya-ke-istana-bahas-apa"/><item><title>Prabowo Panggil Purbaya ke Istana, Bahas Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/19/320/3190912/prabowo-panggil-purbaya-ke-istana-bahas-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/12/19/320/3190912/prabowo-panggil-purbaya-ke-istana-bahas-apa</guid><pubDate>Jum'at 19 Desember 2025 19:07 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/19/320/3190912/presiden_prabowo-ra85_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo Panggil Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/19/320/3190912/presiden_prabowo-ra85_large.jpg</image><title>Presiden Prabowo Panggil Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ke Istana Negara pada Jumat (19/12/2025). Pertemuan tersebut dilakukan guna mendiskusikan laporan serta memastikan kelancaran pemberian bantuan bagi korban bencana alam yang melanda wilayah Sumatera.&#13;
&#13;
Purbaya mengonfirmasi bahwa dalam pertemuan tersebut, Presiden melakukan verifikasi terhadap data-data bantuan yang sedang berjalan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada informasi yang dicek beliau ke saya, dan saya beri informasinya saya pikir udah baik,&amp;rdquo; ungkap Purbaya.&#13;
&#13;
Meskipun tidak merinci detail teknisnya, ia membenarkan bahwa fokus pembicaraan adalah seputar pendistribusian bantuan.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya memastikan bahwa pemerintah telah mengalokasikan dana yang sangat memadai untuk mitigasi dan penanganan bencana. Untuk tahun anggaran mendatang, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp60 triliun.&#13;
&#13;
Sementara untuk kebutuhan tahun ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat masih memiliki dana cadangan sebesar Rp1,3 triliun. Purbaya menyebut pihak BNPB juga telah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,6 triliun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tahun ini BNPB punya cadangan sampai Rp 1,3 triliun dia udah ngajuin Rp 1,6 triliun, masih ada Rp 1,3 triliun. Jadi nggak ada masalah untuk pendanaan biaya bencana,&amp;rdquo; tegas Purbaya.&#13;
&#13;
Terkait teknis penggunaan anggaran, Purbaya menjelaskan bahwa dana cadangan yang ada saat ini ternyata belum sepenuhnya terpakai oleh BNPB, sehingga pihaknya masih menunggu pengajuan pencairan resmi untuk dana tambahan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kayaknya mereka masih punya uang juga kan sebelumnya berapa ratus miliar, mungkin belum habis. Jadi kita sih nunggu (pencairan) begitu ada pengajuan kami langsung cairkan. Pemerintah siap uangnya di bank,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Adapun sebelumnya Kementerian Keuangan menjamin bahwa birokrasi pencairan akan dilakukan dengan cepat begitu ada permintaan dari lembaga terkait guna memastikan korban bencana segera mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ke Istana Negara pada Jumat (19/12/2025). Pertemuan tersebut dilakukan guna mendiskusikan laporan serta memastikan kelancaran pemberian bantuan bagi korban bencana alam yang melanda wilayah Sumatera.&#13;
&#13;
Purbaya mengonfirmasi bahwa dalam pertemuan tersebut, Presiden melakukan verifikasi terhadap data-data bantuan yang sedang berjalan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada informasi yang dicek beliau ke saya, dan saya beri informasinya saya pikir udah baik,&amp;rdquo; ungkap Purbaya.&#13;
&#13;
Meskipun tidak merinci detail teknisnya, ia membenarkan bahwa fokus pembicaraan adalah seputar pendistribusian bantuan.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya memastikan bahwa pemerintah telah mengalokasikan dana yang sangat memadai untuk mitigasi dan penanganan bencana. Untuk tahun anggaran mendatang, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp60 triliun.&#13;
&#13;
Sementara untuk kebutuhan tahun ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat masih memiliki dana cadangan sebesar Rp1,3 triliun. Purbaya menyebut pihak BNPB juga telah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,6 triliun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tahun ini BNPB punya cadangan sampai Rp 1,3 triliun dia udah ngajuin Rp 1,6 triliun, masih ada Rp 1,3 triliun. Jadi nggak ada masalah untuk pendanaan biaya bencana,&amp;rdquo; tegas Purbaya.&#13;
&#13;
Terkait teknis penggunaan anggaran, Purbaya menjelaskan bahwa dana cadangan yang ada saat ini ternyata belum sepenuhnya terpakai oleh BNPB, sehingga pihaknya masih menunggu pengajuan pencairan resmi untuk dana tambahan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kayaknya mereka masih punya uang juga kan sebelumnya berapa ratus miliar, mungkin belum habis. Jadi kita sih nunggu (pencairan) begitu ada pengajuan kami langsung cairkan. Pemerintah siap uangnya di bank,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Adapun sebelumnya Kementerian Keuangan menjamin bahwa birokrasi pencairan akan dilakukan dengan cepat begitu ada permintaan dari lembaga terkait guna memastikan korban bencana segera mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
