<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan Roti O Tidak Terima Pembayaran Uang Tunai</title><description>Manajemen Roti O mengungkapkan alasan hanya menerima pembayaran non tunai. Bertujuan untuk memberikan kemudahan serta berbagai promo dan diskon harga kepada pelanggan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/23/622/3191386/ini-alasan-roti-o-tidak-terima-pembayaran-uang-tunai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2025/12/23/622/3191386/ini-alasan-roti-o-tidak-terima-pembayaran-uang-tunai"/><item><title>Ini Alasan Roti O Tidak Terima Pembayaran Uang Tunai</title><link>https://economy.okezone.com/read/2025/12/23/622/3191386/ini-alasan-roti-o-tidak-terima-pembayaran-uang-tunai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2025/12/23/622/3191386/ini-alasan-roti-o-tidak-terima-pembayaran-uang-tunai</guid><pubDate>Selasa 23 Desember 2025 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/23/622/3191386/rupiah-0rlY_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ini Alasan Roti O Tidak Terima Pembayaran Uang Tunai (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/23/622/3191386/rupiah-0rlY_large.jpg</image><title>Ini Alasan Roti O Tidak Terima Pembayaran Uang Tunai (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Manajemen Roti O mengungkapkan alasan hanya menerima pembayaran non tunai. Manajemen Roti O menyatakan, penggunaan aplikasi dan transaksi non tunai di seluruh gerainya bertujuan untuk memberikan kemudahan serta berbagai promo dan diskon harga kepada pelanggan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penggunaan aplikasi dan transaksi non-tunai di outlet kami bertujuan untuk memberikan kemudahan serta memberikan berbagai promo dan potongan harga bagi pelanggan setia kami,&amp;quot; tulis manajemen Roti O melalui Instagram resmi @rotio.indonesia, Jakarta, Selasa (23/12/2025).&#13;
&#13;
Namun setelah viral usai pegawainya menolak pembayaran uang tunai seorang nenek, pihak Roti O sudah melakukan evaluasi internal agar ke depannya dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini kami sudah melakukan evaluasi internal agar ke depannya tim kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,&amp;quot; tulis Roti O.&#13;
&#13;
Manajemen Roti O juga meminta maaf atas kejadian penolakan pembayaran tunai hingga viral tersebut. &amp;quot;Kami mohon maaf atas kejadian yang beredar dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Terima kasih atas masukan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami,&amp;quot; tulisnya.&#13;
&#13;
Roti O Tolak Pembayaran Uang Tunai dan Viral&#13;
&#13;
Roti O mendadak viral usai menolak pembayaran dari seorang nenek saat hendak membeli roti.&#13;
&#13;
Kejadian ini viral di media sosial yang memperlihatkan seorang nenek ditolak bertransaksi di gerai toko Roti O karena hanya menerima pembayaran digital melalui QRIS, bukan uang tunai. Padahal nenek tersebut membayarnya pakai uang Rupiah.&#13;
&#13;
Dalam video tersebut, terlihat seorang pria mencoba membantu nenek yang tidak punya dan belum paham cara menggunakan metode pembayaran digital, QRIS.&#13;
&#13;
Namun, pegawai toko roti tersebut menyatakan bahwa mereka hanya bisa menerima pembayaran melalui QRIS, sehingga transaksi tunai oleh nenek tidak dilayani.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bank Indonesia Tegaskan Rupiah Tak Boleh Ditolak&#13;
&#13;
Melalui akun Instagram resmi @bank_indonesia, BI menegaskan Rupiah adalah alat pembayaran yang sah di NKRI dan tidak boleh ditolak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sesuai UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Rupiah adalah alat pembayaran yang sah di NKRI dan tidak boleh ditolak, kecuali jika terdapat keraguan atas keasliannya,&amp;quot; tulis BI.&#13;
&#13;
Menurut BI, di Indonesia, transaksi pembayaran dapat dilakukan secara tunai maupun nontunai, sesuai kenyamanan dan kesepakatan pihak-pihak yang bertransaksi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Bank Indonesia terus mendorong pembayaran nontunai karena cepat, mudah, murah, aman dan handal,&amp;quot; tulisnya.&#13;
&#13;
Sementara, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan, sistem pembayaran di Indonesia ada dua pilihan, transaksi keuangan tunai dan non tunai. &amp;quot;Bisa tunai, bisa non tunai. Jadi masyarakat punya pilihan gitu ya,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Masyarakat memiliki pilihan tergantung kenyamanan masing-masing, hal ini juga berlaku bagi pedagang yang memiliki pilihan sesuai dengan kenyamanannya. &amp;quot;Tetapi yang diterima tetap Rupiah,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Dirinya pun menjelaskan soal sistem pembayaran QRIS. &amp;ldquo;QRIS hanya kanal, tetapi sumber dananya tetap memakai tabungan, uang elektronik, kartu kredit tapi yang dipakai tetap rupiah,&amp;rdquo; kata Filianingsih dalam unggahan Instagram @bank_indonesia.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, Rupiah wajib digunakan dalam setiap transaksi yang memiliki tujuan pembayaran. &amp;quot;Nah, jadi yang diatur itu adalah penggunaan Rupiah dalam transaksi di Indonesia. Jadi enggak boleh pakai mata uang lain. Jadi yang harus dipakai itu adalah mata uang Rupiah,&amp;quot; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Manajemen Roti O mengungkapkan alasan hanya menerima pembayaran non tunai. Manajemen Roti O menyatakan, penggunaan aplikasi dan transaksi non tunai di seluruh gerainya bertujuan untuk memberikan kemudahan serta berbagai promo dan diskon harga kepada pelanggan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penggunaan aplikasi dan transaksi non-tunai di outlet kami bertujuan untuk memberikan kemudahan serta memberikan berbagai promo dan potongan harga bagi pelanggan setia kami,&amp;quot; tulis manajemen Roti O melalui Instagram resmi @rotio.indonesia, Jakarta, Selasa (23/12/2025).&#13;
&#13;
Namun setelah viral usai pegawainya menolak pembayaran uang tunai seorang nenek, pihak Roti O sudah melakukan evaluasi internal agar ke depannya dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini kami sudah melakukan evaluasi internal agar ke depannya tim kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,&amp;quot; tulis Roti O.&#13;
&#13;
Manajemen Roti O juga meminta maaf atas kejadian penolakan pembayaran tunai hingga viral tersebut. &amp;quot;Kami mohon maaf atas kejadian yang beredar dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Terima kasih atas masukan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami,&amp;quot; tulisnya.&#13;
&#13;
Roti O Tolak Pembayaran Uang Tunai dan Viral&#13;
&#13;
Roti O mendadak viral usai menolak pembayaran dari seorang nenek saat hendak membeli roti.&#13;
&#13;
Kejadian ini viral di media sosial yang memperlihatkan seorang nenek ditolak bertransaksi di gerai toko Roti O karena hanya menerima pembayaran digital melalui QRIS, bukan uang tunai. Padahal nenek tersebut membayarnya pakai uang Rupiah.&#13;
&#13;
Dalam video tersebut, terlihat seorang pria mencoba membantu nenek yang tidak punya dan belum paham cara menggunakan metode pembayaran digital, QRIS.&#13;
&#13;
Namun, pegawai toko roti tersebut menyatakan bahwa mereka hanya bisa menerima pembayaran melalui QRIS, sehingga transaksi tunai oleh nenek tidak dilayani.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bank Indonesia Tegaskan Rupiah Tak Boleh Ditolak&#13;
&#13;
Melalui akun Instagram resmi @bank_indonesia, BI menegaskan Rupiah adalah alat pembayaran yang sah di NKRI dan tidak boleh ditolak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sesuai UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Rupiah adalah alat pembayaran yang sah di NKRI dan tidak boleh ditolak, kecuali jika terdapat keraguan atas keasliannya,&amp;quot; tulis BI.&#13;
&#13;
Menurut BI, di Indonesia, transaksi pembayaran dapat dilakukan secara tunai maupun nontunai, sesuai kenyamanan dan kesepakatan pihak-pihak yang bertransaksi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Bank Indonesia terus mendorong pembayaran nontunai karena cepat, mudah, murah, aman dan handal,&amp;quot; tulisnya.&#13;
&#13;
Sementara, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan, sistem pembayaran di Indonesia ada dua pilihan, transaksi keuangan tunai dan non tunai. &amp;quot;Bisa tunai, bisa non tunai. Jadi masyarakat punya pilihan gitu ya,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Masyarakat memiliki pilihan tergantung kenyamanan masing-masing, hal ini juga berlaku bagi pedagang yang memiliki pilihan sesuai dengan kenyamanannya. &amp;quot;Tetapi yang diterima tetap Rupiah,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Dirinya pun menjelaskan soal sistem pembayaran QRIS. &amp;ldquo;QRIS hanya kanal, tetapi sumber dananya tetap memakai tabungan, uang elektronik, kartu kredit tapi yang dipakai tetap rupiah,&amp;rdquo; kata Filianingsih dalam unggahan Instagram @bank_indonesia.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, Rupiah wajib digunakan dalam setiap transaksi yang memiliki tujuan pembayaran. &amp;quot;Nah, jadi yang diatur itu adalah penggunaan Rupiah dalam transaksi di Indonesia. Jadi enggak boleh pakai mata uang lain. Jadi yang harus dipakai itu adalah mata uang Rupiah,&amp;quot; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
