<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Punya Cadangan Terbesar di Dunia, AS Ambil Alih Minyak Venezuela </title><description>Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah mengambil alih cadangan minyak Venezuela. Langkah itu mencakup perekrutan perusahaan-perusahaan AS untuk menginvestasikan miliaran dolar guna memulihkan industri minyak negara tersebut yang kini hancur.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/01/05/320/3193525/punya-cadangan-terbesar-di-dunia-as-ambil-alih-minyak-venezuela</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/01/05/320/3193525/punya-cadangan-terbesar-di-dunia-as-ambil-alih-minyak-venezuela"/><item><title>Punya Cadangan Terbesar di Dunia, AS Ambil Alih Minyak Venezuela </title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/01/05/320/3193525/punya-cadangan-terbesar-di-dunia-as-ambil-alih-minyak-venezuela</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/01/05/320/3193525/punya-cadangan-terbesar-di-dunia-as-ambil-alih-minyak-venezuela</guid><pubDate>Senin 05 Januari 2026 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/04/320/3193525/presiden_as_donald_trump-sdh7_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden AS Donald Trump (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/04/320/3193525/presiden_as_donald_trump-sdh7_large.jpeg</image><title>Presiden AS Donald Trump (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah mengambil alih cadangan minyak Venezuela. Langkah itu mencakup perekrutan perusahaan-perusahaan AS untuk menginvestasikan miliaran dolar guna memulihkan industri minyak negara tersebut yang kini hancur.&#13;
&#13;
Menteri Luar Negeri Marco Rubio sedang menyusun detail terkait pengelolaan minyak Venezuela usai penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro beserta istrinya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lantas seberapa besar kekayaan minyak Venezuela?&#13;
&#13;
Menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA), Venezuela memiliki cadangan minyak mentah mencapai 303 miliar barel atau sekitar seperlima dari total cadangan dunia.&#13;
&#13;
Kekayaan sumber daya ini diprediksi akan menjadi poros utama bagi masa depan negara tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meski dampak jangka pendek terhadap harga minyak masih sulit diprediksi karena pasar komoditas tutup pada akhir pekan, Trump menegaskan bahwa AS akan mengelola pemerintahan Venezuela untuk sementara waktu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar AS, yang terbesar di dunia untuk masuk, mengucurkan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah,&amp;quot; ujar Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago dikutip dari CNN Internasional. Venezuela memimpin dunia dengan cadangan minyak mentah terbukti sebesar 303 miliar barel, melampaui Arab Saudi dan mewakili hampir 20% cadangan global pada 2023.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Upaya pemulihan yang dipimpin AS berpotensi menjadikan Venezuela pemasok minyak yang jauh lebih besar, sekaligus menciptakan peluang baru bagi perusahaan energi Barat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal ini juga dapat menjaga stabilitas harga global, meskipun harga yang terlalu rendah berisiko menurunkan minat produksi beberapa perusahaan domestik AS. Namun, pemulihan ini tidak akan terjadi dalam semalam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meski akses internasional akan dibuka penuh, dibutuhkan waktu bertahun-tahun dan biaya yang sangat besar untuk mengaktifkan kembali produksi minyak Venezuela.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, menyatakan bahwa pipa-pipa mereka tidak diperbarui selama 50 tahun, ditaksir butuh biaya sebesar USD58 miliar untuk mengembalikan produksi ke level puncak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagi sektor minyak, ini bisa menjadi peristiwa bersejarah,&amp;quot; kata Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Rezim Maduro dan Hugo Chavez pada dasarnya telah merampok industri minyak Venezuela,&amp;quot; tutupnya.&#13;
&#13;
Baca selengkapnya: Trump Ambil Alih Minyak Venezuela, Punya Cadangan Terbesar di Dunia&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah mengambil alih cadangan minyak Venezuela. Langkah itu mencakup perekrutan perusahaan-perusahaan AS untuk menginvestasikan miliaran dolar guna memulihkan industri minyak negara tersebut yang kini hancur.&#13;
&#13;
Menteri Luar Negeri Marco Rubio sedang menyusun detail terkait pengelolaan minyak Venezuela usai penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro beserta istrinya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lantas seberapa besar kekayaan minyak Venezuela?&#13;
&#13;
Menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA), Venezuela memiliki cadangan minyak mentah mencapai 303 miliar barel atau sekitar seperlima dari total cadangan dunia.&#13;
&#13;
Kekayaan sumber daya ini diprediksi akan menjadi poros utama bagi masa depan negara tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meski dampak jangka pendek terhadap harga minyak masih sulit diprediksi karena pasar komoditas tutup pada akhir pekan, Trump menegaskan bahwa AS akan mengelola pemerintahan Venezuela untuk sementara waktu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar AS, yang terbesar di dunia untuk masuk, mengucurkan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah,&amp;quot; ujar Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago dikutip dari CNN Internasional. Venezuela memimpin dunia dengan cadangan minyak mentah terbukti sebesar 303 miliar barel, melampaui Arab Saudi dan mewakili hampir 20% cadangan global pada 2023.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Upaya pemulihan yang dipimpin AS berpotensi menjadikan Venezuela pemasok minyak yang jauh lebih besar, sekaligus menciptakan peluang baru bagi perusahaan energi Barat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal ini juga dapat menjaga stabilitas harga global, meskipun harga yang terlalu rendah berisiko menurunkan minat produksi beberapa perusahaan domestik AS. Namun, pemulihan ini tidak akan terjadi dalam semalam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meski akses internasional akan dibuka penuh, dibutuhkan waktu bertahun-tahun dan biaya yang sangat besar untuk mengaktifkan kembali produksi minyak Venezuela.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, menyatakan bahwa pipa-pipa mereka tidak diperbarui selama 50 tahun, ditaksir butuh biaya sebesar USD58 miliar untuk mengembalikan produksi ke level puncak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagi sektor minyak, ini bisa menjadi peristiwa bersejarah,&amp;quot; kata Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Rezim Maduro dan Hugo Chavez pada dasarnya telah merampok industri minyak Venezuela,&amp;quot; tutupnya.&#13;
&#13;
Baca selengkapnya: Trump Ambil Alih Minyak Venezuela, Punya Cadangan Terbesar di Dunia&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
