<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Turun di Tengah Gejolak Venezuela, Brent di USD60,41 per Barel</title><description>Harga minyak mentah Brent turun 34 sen menjadi USD60,41 per barel&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/01/05/320/3193570/harga-minyak-turun-di-tengah-gejolak-venezuela-brent-di-usd60-41-per-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/01/05/320/3193570/harga-minyak-turun-di-tengah-gejolak-venezuela-brent-di-usd60-41-per-barel"/><item><title>Harga Minyak Turun di Tengah Gejolak Venezuela, Brent di USD60,41 per Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/01/05/320/3193570/harga-minyak-turun-di-tengah-gejolak-venezuela-brent-di-usd60-41-per-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/01/05/320/3193570/harga-minyak-turun-di-tengah-gejolak-venezuela-brent-di-usd60-41-per-barel</guid><pubDate>Senin 05 Januari 2026 08:12 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/05/320/3193570/minyak-PFvl_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak turun pada perdagangan hari ini seiring pasokan global masih melimpah. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/05/320/3193570/minyak-PFvl_large.jpg</image><title>Harga minyak turun pada perdagangan hari ini seiring pasokan global masih melimpah. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga minyak turun pada perdagangan hari ini seiring pasokan global masih melimpah, meski muncul kekhawatiran bahwa gejolak politik di Venezuela berpotensi mengganggu pengiriman.&#13;
&#13;
Harga minyak mentah Brent turun 34 sen menjadi USD60,41 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 41 sen ke level USD56,91 per barel.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan membawa Presiden Venezuela Nicol&amp;aacute;s Maduro ke luar dari Caracas. Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan mengambil alih kendali atas negara penghasil minyak tersebut.&#13;
&#13;
Namun, dua sumber yang mengetahui operasi di perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, menyebutkan bahwa aksi AS tersebut tidak menyebabkan kerusakan pada kegiatan produksi maupun penyulingan minyak di negara itu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di sisi lain, kelompok produsen minyak OPEC+ menggelar pertemuan bulanan pada Minggu dan memutuskan untuk mempertahankan tingkat produksi saat ini. Demikian dilansir dari Reuters, Senin (5/1/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Para analis menilai pasokan minyak global yang berlimpah membuat potensi gangguan lanjutan terhadap ekspor minyak Venezuela diperkirakan hanya akan berdampak terbatas terhadap pergerakan harga minyak dunia.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga minyak turun pada perdagangan hari ini seiring pasokan global masih melimpah, meski muncul kekhawatiran bahwa gejolak politik di Venezuela berpotensi mengganggu pengiriman.&#13;
&#13;
Harga minyak mentah Brent turun 34 sen menjadi USD60,41 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 41 sen ke level USD56,91 per barel.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan membawa Presiden Venezuela Nicol&amp;aacute;s Maduro ke luar dari Caracas. Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan mengambil alih kendali atas negara penghasil minyak tersebut.&#13;
&#13;
Namun, dua sumber yang mengetahui operasi di perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, menyebutkan bahwa aksi AS tersebut tidak menyebabkan kerusakan pada kegiatan produksi maupun penyulingan minyak di negara itu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di sisi lain, kelompok produsen minyak OPEC+ menggelar pertemuan bulanan pada Minggu dan memutuskan untuk mempertahankan tingkat produksi saat ini. Demikian dilansir dari Reuters, Senin (5/1/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Para analis menilai pasokan minyak global yang berlimpah membuat potensi gangguan lanjutan terhadap ekspor minyak Venezuela diperkirakan hanya akan berdampak terbatas terhadap pergerakan harga minyak dunia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
