<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luas Panen Naik 2 Juta Hektare, Produksi Beras Diperkirakan 6,23 Juta Ton</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi dan beras meningkat pada penghujung 2025, dengan prospek jauh lebih besar&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/01/06/320/3193802/luas-panen-naik-2-juta-hektare-produksi-beras-diperkirakan-6-23-juta-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/01/06/320/3193802/luas-panen-naik-2-juta-hektare-produksi-beras-diperkirakan-6-23-juta-ton"/><item><title>Luas Panen Naik 2 Juta Hektare, Produksi Beras Diperkirakan 6,23 Juta Ton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/01/06/320/3193802/luas-panen-naik-2-juta-hektare-produksi-beras-diperkirakan-6-23-juta-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/01/06/320/3193802/luas-panen-naik-2-juta-hektare-produksi-beras-diperkirakan-6-23-juta-ton</guid><pubDate>Selasa 06 Januari 2026 11:19 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/06/320/3193802/petani-9Usb_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Realisasi luas panen padi pada November 2025 tercatat mencapai 0,57 juta hektare. (foto: Okezone.com/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/06/320/3193802/petani-9Usb_large.jpg</image><title>Realisasi luas panen padi pada November 2025 tercatat mencapai 0,57 juta hektare. (foto: Okezone.com/Setpres)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi dan beras meningkat pada penghujung 2025, dengan prospek jauh lebih besar pada awal tahun 2026.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan realisasi luas panen padi pada November 2025 tercatat mencapai 0,57 juta hektare, atau tumbuh 3,56% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Produksi padi pada November 2025 diperkirakan mencapai 3,20 juta ton GKG, atau naik 2,83% dibandingkan November tahun lalu. Sementara itu, produksi beras diperkirakan mencapai 1,85 juta ton, atau naik 2,83% dibandingkan November tahun lalu,&amp;quot; papar Pudji, Selasa (6/1/2026).&#13;
&#13;
Memasuki periode tiga bulan ke depan (Desember 2025&amp;ndash;Februari 2026), BPS memproyeksikan lonjakan luas panen yang signifikan. Potensi luas panen diperkirakan mencapai 2,00 juta hektare, atau melonjak sekitar 30,70% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Kenaikan luas lahan ini berbanding lurus dengan estimasi hasil produksi, yakni produksi padi diprediksi mencapai 10,81 juta ton GKG (naik 32,58%), dan produksi beras diprediksi mencapai 6,23 juta ton (naik 32,51%).&#13;
&#13;
Lonjakan ini diharapkan dapat memperkuat stok pangan nasional dan menjaga stabilitas harga beras di pasar domestik pada kuartal pertama tahun depan.&#13;
&#13;
Selain padi, komoditas jagung juga menunjukkan performa yang cukup stabil. Pada November 2025, luas panen jagung mencapai 0,16 juta hektare, naik sekitar 10,09% secara tahunan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga diperkirakan produksi jagung pada November 2025 mencapai 1,03 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14% (JPK KA 14%), atau naik 5,32% dibandingkan November 2024,&amp;quot; ungkap Pudji.&#13;
&#13;
Untuk periode Desember 2025&amp;ndash;Februari 2026, meskipun luas panen jagung diperkirakan mengalami penurunan tipis sebesar 0,15% menjadi 0,70 juta hektare, secara volume produksi justru diprediksi masih tumbuh.&#13;
&#13;
Potensi produksi jagung pipilan kering diperkirakan sebesar 4,22 juta ton, atau meningkat 0,71% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.&#13;
&#13;
Peningkatan produksi di kedua komoditas utama ini menunjukkan bahwa aktivitas sektor pertanian tetap produktif di tengah dinamika cuaca sepanjang tahun 2025.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi dan beras meningkat pada penghujung 2025, dengan prospek jauh lebih besar pada awal tahun 2026.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan realisasi luas panen padi pada November 2025 tercatat mencapai 0,57 juta hektare, atau tumbuh 3,56% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Produksi padi pada November 2025 diperkirakan mencapai 3,20 juta ton GKG, atau naik 2,83% dibandingkan November tahun lalu. Sementara itu, produksi beras diperkirakan mencapai 1,85 juta ton, atau naik 2,83% dibandingkan November tahun lalu,&amp;quot; papar Pudji, Selasa (6/1/2026).&#13;
&#13;
Memasuki periode tiga bulan ke depan (Desember 2025&amp;ndash;Februari 2026), BPS memproyeksikan lonjakan luas panen yang signifikan. Potensi luas panen diperkirakan mencapai 2,00 juta hektare, atau melonjak sekitar 30,70% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Kenaikan luas lahan ini berbanding lurus dengan estimasi hasil produksi, yakni produksi padi diprediksi mencapai 10,81 juta ton GKG (naik 32,58%), dan produksi beras diprediksi mencapai 6,23 juta ton (naik 32,51%).&#13;
&#13;
Lonjakan ini diharapkan dapat memperkuat stok pangan nasional dan menjaga stabilitas harga beras di pasar domestik pada kuartal pertama tahun depan.&#13;
&#13;
Selain padi, komoditas jagung juga menunjukkan performa yang cukup stabil. Pada November 2025, luas panen jagung mencapai 0,16 juta hektare, naik sekitar 10,09% secara tahunan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga diperkirakan produksi jagung pada November 2025 mencapai 1,03 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14% (JPK KA 14%), atau naik 5,32% dibandingkan November 2024,&amp;quot; ungkap Pudji.&#13;
&#13;
Untuk periode Desember 2025&amp;ndash;Februari 2026, meskipun luas panen jagung diperkirakan mengalami penurunan tipis sebesar 0,15% menjadi 0,70 juta hektare, secara volume produksi justru diprediksi masih tumbuh.&#13;
&#13;
Potensi produksi jagung pipilan kering diperkirakan sebesar 4,22 juta ton, atau meningkat 0,71% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.&#13;
&#13;
Peningkatan produksi di kedua komoditas utama ini menunjukkan bahwa aktivitas sektor pertanian tetap produktif di tengah dinamika cuaca sepanjang tahun 2025.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
