<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Bank Bangkrut di Indonesia, Ini Biang Keroknya</title><description>OJK buka suara soal penutupan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) selama 2025.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/01/10/320/3194562/7-bank-bangkrut-di-indonesia-ini-biang-keroknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/01/10/320/3194562/7-bank-bangkrut-di-indonesia-ini-biang-keroknya"/><item><title>7 Bank Bangkrut di Indonesia, Ini Biang Keroknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/01/10/320/3194562/7-bank-bangkrut-di-indonesia-ini-biang-keroknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/01/10/320/3194562/7-bank-bangkrut-di-indonesia-ini-biang-keroknya</guid><pubDate>Sabtu 10 Januari 2026 11:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/10/320/3194562/bank-Nkwn_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">7 Bank Bangkrut di Indonesia, Ini Biang Keroknya (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/10/320/3194562/bank-Nkwn_large.jpg</image><title>7 Bank Bangkrut di Indonesia, Ini Biang Keroknya (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara soal penutupan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) selama 2025. OJK mencabut izin karena bank tersebut bermasalah.&#13;
&#13;
Izin BPR-BPRS yang dicabut oleh OJK selama beberapa tahun terakhir mayoritas merupakan BPR-BPRS yang mengalami permasalahan dan kinerja yang buruk akibat insiden fraud dan/atau penerapan prinsip tata kelola dan prinsip kehati-hatian yang kurang memadai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pencabutan izin BPR-BPRS dimaksud juga merupakan upaya untuk menciptakan industri BPR-BPRS yang sehat, resilien, serta mencegah terjadinya permasalahan yang berlarut-larut dalam sistem keuangan nasional,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae di Jakarta, Jumat 9 Januari 2026.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Dian mengatakan bahwa penurunan jumlah BPR-BPRS yang ditutup pada 2025 sejalan dengan upaya penguatan industri BPR-BPRS yang telah tercantum dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR dan BPRS (RP2B) 2024-2027.&#13;
&#13;
Ke depan, OJK mendorong penguatan penerapan prinsip tata kelola di BPR-BPRS melalui penerapan beberapa ketentuan termasuk POJK tentang penerapan tata kelola bagi BPR-BPRS, POJK tentang penerapan strategi anti-fraud di lembaga jasa keuangan (LJK), serta penerapan fungsi audit internal dan fungsi kepatuhan bagi BPR-BPRS.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, OJK mencatat kinerja industri BPR dan BPRS tetap menunjukkan pertumbuhan yang stabil sepanjang 2025, meskipun ada penutupan tujuh BPR/BPRS selama tahun tersebut.&#13;
&#13;
Dian memaparkan bahwa total aset BPR-BPRS tumbuh sebesar 5,38 persen year on year (yoy) per November 2025.&#13;
&#13;
Pertumbuhan aset didukung oleh penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 5,48 persen yoy pada periode yang sama menjadi sebesar Rp176,66 triliun.&#13;
&#13;
Di sisi lain, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan yang baik, yakni sebesar 5,07 persen yoy menjadi sebesar Rp167,7 triliun.&#13;
&#13;
Kinerja industri BPR-BPRS juga tetap terjaga dengan rasio capital adequacy ratio (CAR) untuk BPR dan BPRS masing-masing sebesar 29,32 persen dan 19,01 persen, berada di atas threshold sesuai ketentuan.&#13;
&#13;
Meskipun rasio non-performing loan (NPL) terpantau mengalami sedikit peningkatan secara tahunan (yoy), Dian menilai bahwa risiko kredit pada industri BPR-BPRS tetap manageable.&#13;
&#13;
Terkait dengan upaya konsolidasi BPR-BPRS, Dian mengatakan bahwa proses penggabungan atau merger antara BPR terus mengalami penambahan dan masih berlangsung hingga saat ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;OJK juga telah menyampaikan surat kepada pemerintah daerah untuk mendukung langkah-langkah strategis melalui upaya konsolidasi dan sinergi, sebagaimana Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR-BPRS untuk memperkuat peran BPR-BPRS dan BPD sebagai penggerak perekonomian daerah,&amp;rdquo; kata Dian.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, jumlah BPR-BPRS yang ditutup sepanjang 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 20 BPR-BPRS.&#13;
&#13;
Ketujuh BPR-BPRS yang ditutup pada 2025 antara lain BPRS Gebu Prima, BPR Dwicahaya Nusaperkasa, BPR Disky Suryajaya, BPRS Gayo Perseroda, BPR Bumi Pendawa Raharja, BPR Artha Kramat, dan BPR Nagajayaraya Sentrasentosa.&#13;
&#13;
Adapun dua BPR terakhir, yakni BPR Artha Kramat dan BPR Nagajayaraya Sentrasentosa, ditutup berdasarkan permintaan dari pemegang saham. Sedangkan sisanya ditutup karena gagal untuk melakukan upaya penyehatan bank.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara soal penutupan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) selama 2025. OJK mencabut izin karena bank tersebut bermasalah.&#13;
&#13;
Izin BPR-BPRS yang dicabut oleh OJK selama beberapa tahun terakhir mayoritas merupakan BPR-BPRS yang mengalami permasalahan dan kinerja yang buruk akibat insiden fraud dan/atau penerapan prinsip tata kelola dan prinsip kehati-hatian yang kurang memadai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pencabutan izin BPR-BPRS dimaksud juga merupakan upaya untuk menciptakan industri BPR-BPRS yang sehat, resilien, serta mencegah terjadinya permasalahan yang berlarut-larut dalam sistem keuangan nasional,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae di Jakarta, Jumat 9 Januari 2026.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Dian mengatakan bahwa penurunan jumlah BPR-BPRS yang ditutup pada 2025 sejalan dengan upaya penguatan industri BPR-BPRS yang telah tercantum dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR dan BPRS (RP2B) 2024-2027.&#13;
&#13;
Ke depan, OJK mendorong penguatan penerapan prinsip tata kelola di BPR-BPRS melalui penerapan beberapa ketentuan termasuk POJK tentang penerapan tata kelola bagi BPR-BPRS, POJK tentang penerapan strategi anti-fraud di lembaga jasa keuangan (LJK), serta penerapan fungsi audit internal dan fungsi kepatuhan bagi BPR-BPRS.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, OJK mencatat kinerja industri BPR dan BPRS tetap menunjukkan pertumbuhan yang stabil sepanjang 2025, meskipun ada penutupan tujuh BPR/BPRS selama tahun tersebut.&#13;
&#13;
Dian memaparkan bahwa total aset BPR-BPRS tumbuh sebesar 5,38 persen year on year (yoy) per November 2025.&#13;
&#13;
Pertumbuhan aset didukung oleh penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 5,48 persen yoy pada periode yang sama menjadi sebesar Rp176,66 triliun.&#13;
&#13;
Di sisi lain, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan yang baik, yakni sebesar 5,07 persen yoy menjadi sebesar Rp167,7 triliun.&#13;
&#13;
Kinerja industri BPR-BPRS juga tetap terjaga dengan rasio capital adequacy ratio (CAR) untuk BPR dan BPRS masing-masing sebesar 29,32 persen dan 19,01 persen, berada di atas threshold sesuai ketentuan.&#13;
&#13;
Meskipun rasio non-performing loan (NPL) terpantau mengalami sedikit peningkatan secara tahunan (yoy), Dian menilai bahwa risiko kredit pada industri BPR-BPRS tetap manageable.&#13;
&#13;
Terkait dengan upaya konsolidasi BPR-BPRS, Dian mengatakan bahwa proses penggabungan atau merger antara BPR terus mengalami penambahan dan masih berlangsung hingga saat ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;OJK juga telah menyampaikan surat kepada pemerintah daerah untuk mendukung langkah-langkah strategis melalui upaya konsolidasi dan sinergi, sebagaimana Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR-BPRS untuk memperkuat peran BPR-BPRS dan BPD sebagai penggerak perekonomian daerah,&amp;rdquo; kata Dian.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, jumlah BPR-BPRS yang ditutup sepanjang 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 20 BPR-BPRS.&#13;
&#13;
Ketujuh BPR-BPRS yang ditutup pada 2025 antara lain BPRS Gebu Prima, BPR Dwicahaya Nusaperkasa, BPR Disky Suryajaya, BPRS Gayo Perseroda, BPR Bumi Pendawa Raharja, BPR Artha Kramat, dan BPR Nagajayaraya Sentrasentosa.&#13;
&#13;
Adapun dua BPR terakhir, yakni BPR Artha Kramat dan BPR Nagajayaraya Sentrasentosa, ditutup berdasarkan permintaan dari pemegang saham. Sedangkan sisanya ditutup karena gagal untuk melakukan upaya penyehatan bank.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
