<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daftar Maskapai Tertua di Indonesia yang Masih Aktif hingga Hari Ini&amp;nbsp;</title><description>Daftar maskapai tertua di Indonesia yang masih aktif hingga hari ini. Industri penerbangan sangat akrab dengan kehidupan manusia. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/01/17/320/3195931/daftar-maskapai-tertua-di-indonesia-yang-masih-aktif-hingga-hari-ini-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/01/17/320/3195931/daftar-maskapai-tertua-di-indonesia-yang-masih-aktif-hingga-hari-ini-nbsp"/><item><title>Daftar Maskapai Tertua di Indonesia yang Masih Aktif hingga Hari Ini&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/01/17/320/3195931/daftar-maskapai-tertua-di-indonesia-yang-masih-aktif-hingga-hari-ini-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/01/17/320/3195931/daftar-maskapai-tertua-di-indonesia-yang-masih-aktif-hingga-hari-ini-nbsp</guid><pubDate>Sabtu 17 Januari 2026 20:18 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/17/320/3195931/garuda_indonesia-yQ2z_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garuda Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/17/320/3195931/garuda_indonesia-yQ2z_large.jpg</image><title>Garuda Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Daftar maskapai tertua di Indonesia yang masih aktif hingga hari ini. Industri penerbangan sangat akrab dengan kehidupan manusia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di mana banyak maskapai tumbuh dan menjadi maskapai penerbangan besar. Bahkan, tak sedikit merek terbilang ikonik dalam industri penerbangan.&#13;
&#13;
Akan tetapi, beberapa maskapai penerbangan juga telah mengalami fase ketidakstabilan keuangan. Sementara sebagian lainnya masih bertahan dalam bentuk asli dari awal didirikannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berikut ini beberapa maskapai tertua di Indonesia yang hingga kini masih bertahan yang dirangkum Okezone, Sabtu (17/1/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Garuda Indonesia&#13;
&#13;
Garuda Indonesia resmi berdiri pada 28 Desember 1949 dengan nama Garuda Indonesia Airways.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, sejarah maskapai ini sebenarnya sudah dimulai pada 16 Juli 1928 dengan nama Koninklijk Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij (KNILM), sebuah maskapai Belanda yang beroperasi di Hindia Belanda.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Maka itu, Garuda Indonesia sudah memiliki sejarah lebih dari 97 tahun, menjadikannya sebagai maskapai tertua di Indonesia.&amp;nbsp;Pada 26 Januari 1949, nama perusahaan berubah menjadi KLM Interinsulair Bedrijf.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Setelah Konferensi Meja Bundar, perusahaan ini diserahkan dari Belanda ke pemerintah Indonesia dan resmi menjadi Garuda Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan data, Garuda Indonesia memiliki 73 armada pesawat yang melayani 72 rute domestik dan 24 rute internasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pemerintah Indonesia tetap menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 64/54%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Lion Air&#13;
&#13;
Lion Air mulai beroperasi pada 30 Juni 2000.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Walaupun masih relatif lebih muda dibanding Garuda, Lion Air sudah beroperasi lebih dari 25 tahun dan berhasil menjadi salah satu maskapai terbesar di Indonesia.&#13;
&#13;
Penerbangan pertama Lion Air menghubungkan Pontianak, menggunakan pesawat Boeing 737-200, di bawah kepemimpinan Rusdi Kirana dan keluarganya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Maskapai ini mulai dikenal karena menawarkan penerbangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan maskapai lain, sehingga menjangkau segmen penumpang ekonomi.&#13;
&#13;
Lion Air melakukan pemesanan besar-besaran dengan Boeing, yaitu 201 unit 737 MAX dan 29 unit 737-900ER pada November 2011, sekaligus menjadikan pemesanan pesawat terbesar oleh satu maskapai komersial senilai USD21.7 miliar.&#13;
&#13;
Lion Air mengoperasikan 110 armada dengan 48 jadwal penerbangan komersial. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. Pelita Air&#13;
&#13;
Pelita Air Service didirikan pada tahun 1970 sebagai anak perusahaan Pertamina, yang artinya maskapai ini sudah beroperasi selama lebih dari 55 tahun.&#13;
&#13;
Awalnya, pada tahun 1963, Pertamina membentuk divisi transportasi bernama Pertamina Air Service untuk memudahkan mobilitas pegawai perusahaan.&#13;
&#13;
Pada 24 Januari 1970, divisi ini berubah menjadi Pelita Air Service dan mulai memperluas layanannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain melayani pegawai Pertamina, maskapai ini juga menyediakan transportasi untuk perusahaan minyak dan gas lainnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Daftar maskapai tertua di Indonesia yang masih aktif hingga hari ini. Industri penerbangan sangat akrab dengan kehidupan manusia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di mana banyak maskapai tumbuh dan menjadi maskapai penerbangan besar. Bahkan, tak sedikit merek terbilang ikonik dalam industri penerbangan.&#13;
&#13;
Akan tetapi, beberapa maskapai penerbangan juga telah mengalami fase ketidakstabilan keuangan. Sementara sebagian lainnya masih bertahan dalam bentuk asli dari awal didirikannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berikut ini beberapa maskapai tertua di Indonesia yang hingga kini masih bertahan yang dirangkum Okezone, Sabtu (17/1/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Garuda Indonesia&#13;
&#13;
Garuda Indonesia resmi berdiri pada 28 Desember 1949 dengan nama Garuda Indonesia Airways.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, sejarah maskapai ini sebenarnya sudah dimulai pada 16 Juli 1928 dengan nama Koninklijk Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij (KNILM), sebuah maskapai Belanda yang beroperasi di Hindia Belanda.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Maka itu, Garuda Indonesia sudah memiliki sejarah lebih dari 97 tahun, menjadikannya sebagai maskapai tertua di Indonesia.&amp;nbsp;Pada 26 Januari 1949, nama perusahaan berubah menjadi KLM Interinsulair Bedrijf.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Setelah Konferensi Meja Bundar, perusahaan ini diserahkan dari Belanda ke pemerintah Indonesia dan resmi menjadi Garuda Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan data, Garuda Indonesia memiliki 73 armada pesawat yang melayani 72 rute domestik dan 24 rute internasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pemerintah Indonesia tetap menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 64/54%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Lion Air&#13;
&#13;
Lion Air mulai beroperasi pada 30 Juni 2000.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Walaupun masih relatif lebih muda dibanding Garuda, Lion Air sudah beroperasi lebih dari 25 tahun dan berhasil menjadi salah satu maskapai terbesar di Indonesia.&#13;
&#13;
Penerbangan pertama Lion Air menghubungkan Pontianak, menggunakan pesawat Boeing 737-200, di bawah kepemimpinan Rusdi Kirana dan keluarganya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Maskapai ini mulai dikenal karena menawarkan penerbangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan maskapai lain, sehingga menjangkau segmen penumpang ekonomi.&#13;
&#13;
Lion Air melakukan pemesanan besar-besaran dengan Boeing, yaitu 201 unit 737 MAX dan 29 unit 737-900ER pada November 2011, sekaligus menjadikan pemesanan pesawat terbesar oleh satu maskapai komersial senilai USD21.7 miliar.&#13;
&#13;
Lion Air mengoperasikan 110 armada dengan 48 jadwal penerbangan komersial. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. Pelita Air&#13;
&#13;
Pelita Air Service didirikan pada tahun 1970 sebagai anak perusahaan Pertamina, yang artinya maskapai ini sudah beroperasi selama lebih dari 55 tahun.&#13;
&#13;
Awalnya, pada tahun 1963, Pertamina membentuk divisi transportasi bernama Pertamina Air Service untuk memudahkan mobilitas pegawai perusahaan.&#13;
&#13;
Pada 24 Januari 1970, divisi ini berubah menjadi Pelita Air Service dan mulai memperluas layanannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain melayani pegawai Pertamina, maskapai ini juga menyediakan transportasi untuk perusahaan minyak dan gas lainnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
